Warung Kopi Murah di Yogyakarta

1
12
warung kopi yogyakarta

Ketika kita berwisata ke Jogja jangan lupa mampir sebentar meluangkan waktu untuk mengunjungi warung kopi di Jogja. Masalah harga tidak perlu khawatir, kami memiliki list harga kopi yang harganya murah dan bisa menikmati kehangatan Jogja berhari-hari. Warung kopi Yogyakarta yang perlu kita kunjungi yaitu:

1. Blandongan

Daftar pertama warung kopi murah di Yogyakarta adalah Blandongan. Blandongan menjadi tempat favorit bagi mahasiswa Universitas Islam Negeri Yogyakarta. Dengan merogoh uang sebesar 5 ribu sudah bisa menikmati kopi beraneka rasa. Ada pahit, agak manis (AGM), manis, atau biasa. Sedangkan es teh masih seharga 3 ribu, murah bukan? Lokasi warung kopi Blandongan berada di jalan Sorowajan, Sleman Yogyakarta. Di era sekarang tentu tidak perlu bingung. Ketika sudah berada di daerah kampus UIN Sunan Kalijaga, langsung saja buka google map, “warung kopi Blandongan” pasti langsung ketemu.

2. Kebun Laras

Selain Blandongan, warung kopi yang paling tenar yakni area Kebun Laras. Lokasinya berada di sebelah selatan warung kopi Blandongan. Nama Kebun Laras sebenarnya bukan warung kopi, tapi area. Di area tersebut terdapat warung kopi seperti G’bol, Kopas, Jaggong, Cangkir, dan Griyo. Disitu kamu tinggal pilih sesuai tempat yang kamu suka. Walaupun berbeda-beda, namun harganya tetap ekonomis. Tidak sampai merogoh uang saku terlalu banyak. Tentu tidak kalah jauh dengan Blandongan. Selain itu kamu juga akan menemukan khas mahasiswa Jogja, yakni berdiskusi, bernyanyi-nyanyi ria, berpacaran, rapat dan lain sebagainya.

3. Lembayung

Lembayung adalah warung kopi legend di Jogja. Dari warung kopi ini telah melahirkan banyak budayawan dan seniman. Alamat warung kopi Lembayung dekat XT Square, lebih tepatnya sebelah selatannya. Di warung kopi Lembayung memiliki konsep nyentrik. Bangunan seperti rumah. Dan kita bisa berada di depan, di dalam atau di belakang. Keteduhannya sangat terasa sebab di sekeliling masih banyak pepohonan rindang. Eits… kira-kira berapa harganya? Tenang, cukup mengeluarkan uang 6 ribu sudah dapat kopi kok. Ditambah wifi gratis. Gimana? Kurang murahnya apa coba? Nah..maka dari itu jangan sia-siakan liburanmu ya.

4. Basa-Basi

Warung kopi Basa-Basi tergolong baru sih. Warung tersebut berdiri pada tahun 2017. Namun sekarang mengalami peningkatan pelanggan sangat drastis. Walaupun sebelah selatan ada Kebun Laras dan sebelah utara ada Blandongan, namun Basa-Basi memiliki gaya tersendiri untuk eksis menampung kaum pelajar yang uang sakunya pas-pasan. Lokasi warung kopi Basa-Basi cukup luas. Ketika kamu ke Jogja menggunakan mobil, tentu tidak perlu repot-repot cari tempat parkir. Di Basa-Basi menyediakan parkiran yang cukup luas. Selain itu, unsur estetik tata kelola cukup nyaman. Di bagian depan terdapat susunan bohlam lampu yang menyerupai cafe elit. Tapi jangan salah sangka, walaupun Basa-Basi menawarkan fasilitas memadai, tetap saja mengedepankan kenyamanan uang saku para pelajar di Jogja.

Kopi di Basa-Basi seharga 5 ribu, es teh harga 4 ribu, cemilan makanan ringan 2 ribu. Gimana? Murah kan? Tentu saja sesuai dengan jargonnya, “Basa-Basi tempatnya kongkow dan bercerita”. Dari kata tersebut kita sudah bisa mengambil inti sari bahwa di warung kopi Basa-Basi tidak pernah berbicara untung-rugi, tapi sepenuhnya ingin memberikan media kepada para kaum terpelajar Jogja untuk lebih aktif lagi dalam mencari jati diri.

Selain itu, di Basa-Basi juga menyediakan berbagai macam buku. Sembari ngopi, bisa bisa meminjam buku dan membacanya. Bermodalkan uang 5 ribu duduk manis sambil membaca buku. Wah..tentu sangat asyik sekali.

5. Mato

Dari daftar warung kopi yang telah disebutkan tadi, ada warung kopi lain yang tempatnya tidak kalah asyik yakni warung kopi Mato. Lokasi warung kopi Mato berada di jalan Selokan Mataram. Dari jalan Nologaten lurus ke arah utara sampai perempatan Otlet Biru kemudian belok kiri. Jarak 300 meter terdapat sebelah kiri plang “Warung Kopi Mato” nah, di situlah lokasinya. Di Mato memiliki sejarah tersendiri bagi para mahasiswa yang bermodalkan nekat dari rumah dan menuntut ilmu ke Jogja.

Di tahun 2000-an, warung kopi Mato menjadi tempat tinggal para mahasiswa Jogja, seperti UIN, UNY, UII dan lain sebagainya. di Mato tempatnya sangat nyaman untuk digunakan diskusi. Tata kelola “lesehan” memiliki filosofi tersendiri bahwa mahasiswa harus belajar merendah. Untuk mengasah pengetahuan kita harus duduk bersama tanpa harus berselisih dengan hewan yang melata. Duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi. Jadi kesetaraan sosial sangat ditekankan di warung ini. Bercampur baurnya mahasiswa lintas universitas menjadikan kopi ini selalu ramai. Ia mampu menawarkan aroma kopi perdamaian kepada siapa saja yang mengunjunginya.

Demikian sedikit cerita mengenai warung kopi murah di Yogyakarta. Jikalau kalian memiliki tempat favorit yang belum disebutkan, silahkan tambahkan dikomentar ya. Semoga bermanfaat.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here