Menikmati Suasana Sore di Kopi Kampung Ambarukmo Yogyakarta

2
103
kampung ambarukmo yogyakarta
Kampung Ambarukmo Yogyakarta - sumber gambar: ijopepole.blogspot.com

Selain terkenal harganya yang murah, warung kopi kampung Ambarukmo Yogyakarta juga menyediakan spot menarik untuk mencari inspirasi. Waktu yang tepat untuk mendapatkan moment itu adalah pukul 17.00 WIB hingga 21.00 WIB. Asal tidak hujan, berarti suasana masih tetap syahdu. Warung kopi Ambarukmo mampu menawarkan keindahan di sore hari menjelang matahari tenggelam. Dari langit bersinar cahaya merah merona menjulang tampak mengenai gumpalan awan. Ini merupakan seni estetika alami dariNya yang siapapun tidak mampu membuatnya. Iya, banyak orang menyebut jika itu wujud “senja”.

Bagi para kaula muda yang punya pacar, sudah berkeluarga dan ingin menghibur anak menikmati kreta dan pesawat, ini rekomendasi tepat yang perlu dicoba. Letak warung kopi Ambarukmo yang strategis menjadikan pengunjung semakin nyaman. Sebelah selatan jarak seratus meter terdapat rel kreta api yang masih aktip. Selain itu, ke timur empat kilometer maka akan menemui bandara Adi Sucipto. Jadi selain bisa melihat kreta lewat secara berkala di sebelah selatan, kita bisa menikmati pemandangan pesawat bersliweran di atas ubun-ubun. Terlebih sekeliling warung kopi Ambarukmo masih terdapat sawah membentang, tentu semakin menjadikan setiap pengunjung merasa rileks. Dapat menikmati udara yang masih alami.

Suasana Kampung Ambarukmo Yogyakarta

Berbicara harga, berapa sih yang perlu kita keluarkan untuk mencicipi kopi dan suasana enak ini? cukup merogoh saku sebesar 10 ribu sudah mendapatkan kopi hitam dan air mineral. Sedangkan menu lainnya yang ada di warung kopi Ambarukmo berbagai macam seperti kopi hitam biasa, vietnam drip, arabika Temanggung, chocolate, jus alpukat, soga gembira, mendowan, tahu, tempe cocol, mie instan, nasi telur dan masih banyak lainnya.

Keberadaan warung kopi Ambarukmo Yogyakarta ini masih terbilang baru. Di pertengahan tahun 2019 baru dibangun, tetapi dalam sekala singkat tersebut sudah mampu mengaet para anak muda dan orang tua berlangganan di sana. Hingga kini bagian belakang juga masih dilakukan penggarapan lahan kosong. Sehingga jika sudah selesai semua, kemungkinan besar warung kopi Ambarukmo akan semakin luas jika dibandingkan sekarang. Oh iya, mengenai luas warung kopi Ambarukmo kurang lebih satu hektare. Ada tempat khusus menyediakan parkir dan sebelah selatan terdapat kursi-meja tertata rapi. Warung kopi Ambarukmo secara interior menawarkan tempat klasik yang alami. Walaupun letaknya di tengah-tengah kota, tetapi mampu memilih lokasi yang masih terjaga dari pertumbuhan bangunan padat. Bagian lantai warung kopi Ambarukmo sengaja tidak di kramik atau plester, tetap dibiarkan tanah dan diberi sentuhan batu-batu kecil.

Kekurangan Kampung Ambarukmo

Hal ini termasuk kekurangan dari warung kopi kampung Ambarukmo yogyakarta ketika menawarkan daya klasik dan alami. Ketika musim kemarau mungkin tetap nyaman saja, tapi disaat musim hujan maka becek. Tempat berjalan dipenuhi lumpur. Sehingga berisiko bagi pengunjung yang datang kemudian berjalan dan tidak hati-hati bisa saja tergelincir. Tapi ini hal lumrah. Sebab segala sesuatu yang terkonsep matang dan memberikan nilai tawar tinggi juga pastinya terdapat risiko yang menang harus ditanggung pemilik konsep tersebut.

Nah, begitulas cerita sedikit saya mengenai kearifan lokal di daerah Yogyakarta. Di sela kesibukan kerja, hal yang perlu dilakukan seseorang adalah melepaskan semua beban kemudian refreshing menghibur diri. Bisa ke tempat wisata, bukit, pantai, dan warung kopi. Sedangkan kenikmatan yang didapat saat berada di warung kopi adalah inspirasi dan imajinasi yang liar. Tidak sedikit para penulis yang tinggal di Yogyakarta memilih berkarya di warung kopi.

2 KOMENTAR

  1. Memang seharusnya mereka menambah kerikil-kerikil kecil untuk menyerap air hujan agar tidak becek ya. Kalau becek ya mana enak pengunjung datang ke situ.

Tinggalkan Balasan