Permainan Tradisional di Jawa Timur yang tergerus zaman

0
45
permainan anak cublak suweng

Zaman sekarang sangat mudah dijumpai orang disekitar kita memakai gadget. Bahkan diantara mereka sudah terampil menggunakan dari usia kanak-kanak. Keberadaan gadget memang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan orang sekarang.

Tidak jarang aktivitas bermain pada anak tergantung pada gadget saja. Hal ini terkadang membuat miris, sebab jaman sekarang anak-anak tidak bisa menikmati bagaimana serunya berinteraksi dengan teman sebaya untuk melakukan banyak permainan tradisonal. Seperti permainan tradisional di Jawa Timur yang kini sudah tergerus zaman.

1. Petak Umpet (Delikan)

Permainan pertama dan paling populer saat itu adalah permainan petak umpet, anak-anak jaman itu tidak kenal waktu untuk melakukan permainan ini. Dilakukan oleh 4 orang lebih dan ada 1 yang menutup mata dan berhitung dari dari satu hingga 10.

Satu orang itu bertugas jadi pencari teman yang bersembunyi saat dia mulai menghitung, sedangkan yang lain memastikan untuk segera bersembunyi ditempat ayang mereka anggap aman hingga tdk mudah ditemukan si pemain tadi.

2. Bentengan

Permainan ini membutuhkan banyak orang bisa sampai 10 anak lebih. Permainan yang menggunakan teknik beregu, atau membagi jumlah pemain menjadi 2 kelompok dengan masing-masing memiliki tempat biasanya tiang rumah atau pohon yang letaknya berseberangan sebagai benteng.

Mereka akan membagi lokasi menjadi dua kawasan. Saat kelompok tersebut masuk kawasan maka boleh untuk ditawan jika tidak segera kembali ke kawasan asli sesuai kesepakatan tadi. 

Nah, tugas dalam permainan ini adalah mempertahankan benteng agar tidak disentuh oleh lawan bermain. Wah, kebayang nggak sih serunya permainan ini. Selain membutuhkan kecepatan lari agar tidak ditangkap musuh juga mengatur strategi bagaimana agar benteng lawan bisa disentuh.

Kelompok yang mampu menyentuh “benteng” lawan akan berteriak benteng, maka itulah kelompok yang menang. 

3. Gedrik 

Permainan ini biasanya dilakukan dihalaman rumah yang luas dan tanahnya mudah untuk digambari. Karena dalam permainan ini menggunakan gambar susunan kotak dan pemainnya harus melewati kotak tersebut menggunakan satu kaki dan membawa benda berbentuk lempengan untuk menentukan kotak pada permainan tersebut yang wajib dilalui. Namun permainan ini biasanya dilakukan oleh anak-anak perempuan. 

4. Jamuran

Permainan jamuran ini dilakukan 4 orang lebih semakin banyak pemain semakin seru. Biasanya dilakukan disuatu halaman atau tempat luas. Cara bermainnya sangat mudah karena tidak butuh benda apapun. Pemain yang dijadikan jamur terdiri dari satu orang yang diletakkan ditengah-tengah pemain yang lain.

Mereka akan bernyanyi sambil berputar mengelilingi si Jamur. Kemudian saat lagu habis maka si Jamur bisa menyuruh pemain untuk berbentuk seperti jamur yang diinginkan. 

Misalnya si jamur akan berkata jamur omah. Maka otomatis mereka akan menirukan seolah menjadi rumah. Atau misalnya si jamur berkata Jamur patung maka pemain semua akan berdiam layaknya patung.

Bagi pemain yang tidak bisa menirukan gaya jamur yang diminta akan mengantikan posisi si Jamur dan begitu seterusnya hingga selesai. Permainan ini cukup seru karena melatih konsentrasi pendegaran dan kecepatan berganti gaya jamur. 

4. Cublak-cublak suweng

Permaian yang dilakukan oleh empat orang lebih diini sangat terkenal sekitar tahun 90 an. Permainan ini dimainkan dengan cara ada seorang anak yang berbaring tertelungkup (sebagai pencari benda) dan yang lain mengelilinginya dengan posisi duduk bersila.

Kemudian meletakkan telapak tangan masing masing secara terbuka pada punggung si anak yang tertelungkup sambil bernyanyi cublak-cublak suweng dengan mengedarkan benda yang berukuran kecil. 

Tugas anak yang tertelungkup adalah menemukan benda tersebut, yang akan berpindah posisi diantara teman yang bernyanyi dan setelah menyelesaikan satu lagu maka benda diberhentikan pada salah seorang diantara mereka.

Kemudian semua pemain tadi menggengam tangan masing-masing agar keberadaannya sulit ditebak. Jika anak yang tertelungkup mampu menebak dimana benda tadi maka posisi mereka saling berganti begitu seterusnya. Permainan ini akan selesai saat mereka semua menyepakati untuk berakhirnya permaian.

Permainan ini sangat seru karena sambil bernyanyi bersama dan membutuhkan ketelitian dalam menebak benda yang tersembunyi pada genggaman tangan temannya hampir setiap hari ada saja anak-anak yang melakukan permaian ini.

Demikan itu permainan tradisional di Jawa Timur yang saat ini sudah jarang ditemui anak-anak yang melakukan permaian tersebut, karena diera digital ini mereka lebih memilih bermain dengan gadget. Padahal banyak sekali manfaat yang bisa diperoleh dari permainan tradisional seperti memupuk rasa kebersamaan dan kekompakan. 

Tinggalkan Balasan