Amran Sulaiman, Pengusaha Racun Tikus Yang Jadi Menteri Pertanian

0
532
Amran Sulaiman, Pengusaha Racun Tikus Yang Jadi Menteri Pertanian

Amran Sulaiman merupakan sosok yang menarik perhatian publik belakangan ini. Ia bukan hanya dikenal sebagai pengusaha sukses dalam bidang racun tikus, tetapi juga berhasil meniti karir politik hingga menjadi Menteri Pertanian di Indonesia. Perjalanan hidupnya yang penuh perjuangan dan kesuksesan membuatnya menjadi inspirasi bagi banyak orang. Bagaimana kisahnya? Mari kita simak lebih lanjut.

Dengan latar belakang sebagai seorang pengusaha racun tikus, Amran Sulaiman membawa semangat dan keahliannya dalam mengelola bisnis ke dalam dunia politik. Ia berhasil membawa perubahan positif dalam sektor pertanian Indonesia, yang sebelumnya seringkali dianggap sebagai sektor yang kurang menjanjikan. Dengan keberaniannya mengambil keputusan yang berani dan inovatif, Amran Sulaiman telah membuktikan bahwa seorang pengusaha juga mampu menjadi pemimpin yang sukses dalam memajukan bangsa.

Inilah profil Amran Sulaiman, sosok yang telah dilantik sebagai Menteri Pertanian (Mentan) Republik Indonesia yang baru.

Amran resmi dilantik sebagai mentan Kabinet Indonesia Maju dalam sisa masa jabatan periode tahun 2019-2024 di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu (25/10/2023).

Amran dilantik berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 101/P Tahun 2023 tentang Pengangkatan Menteri Pertanian Kabinet Indonesia Maju Periode Tahun 2019-2024. Ia menggantikan Syahrul Yasin Limpo yang sedang tersandung kasus korupsi.

“Terima kasih kepada Bapak Presiden Republik Indonesia, memberikan kepercayaan kepada kami menjadi Menteri Pertanian. Alhamdulillah hari ini (Rabu), Insya Allah kami akan langsung menjalankan tugas,” ujar Amran dalam keterangan tertulis Kementerian Sekretariat Negara.

Profil Amran Sulaiman

Amran yang lahir di Bone, Sulawesi Selatan, pada 27 April 1968 dulunya dikenal sebagai akademisi dan pengusaha. Ia menempuh pendidikan dasar dan menengah di Barru dan Bone, melanjutkan pendidikan tinggi di Universitas Hasanuddin, Makassar.

Di bangku kuliah, Amran menekuni bidang pertanian. Ia bahkan mengenyam pendidikan tinggi sampai jenjang S3 di bidang tersebut, semuanya dituntaskan di Universitas Hasanuddin. Tercatat, ia lulus sarjana pada 1993, lalu master dan doktoral pada 2003 dan 2012.

Amran pernah bekerja di PT Perkebunan Nusantara XIV, juga menjadi dosen di almamaternya. Selama bekerja di perusahaan, ia pernah memegang jabatan sebagai kepala logistik, sementara sebagai dosen, ia mengajar di bidang agribisnis.

Setelahnya, Amran beralih ke dunia bisnis. Ia dikenal sebagai pengusaha racun tikus yang sukses. Racun tikus keluaran perusahaannya bernama “Tiran” yang merupakan singkatan dari Tikus diracun Amran, dan sekaligus merupakan paten yang dimilikinya.

Bermula dari produk racun tikus, sayap bisnis Amran meluas ke berbagai lini. Tiran Group diketahui kini merambah sektor pertambangan, perkebunan, dan yang lainnya.

Dengan bisnisnya yang sukses, Amran punya kekayaan yang terbilang fantastis. Dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dilaporkannya pada 30 Oktober 2019, total harta Amran tercatat sebesar Rp279,58 miliar.

Menariknya, ternyata ini bukan pertama kalinya Amran menjabat sebagai Mentan. Sebelumnya, ia juga pernah memegang jabatan yang sama pada 2014, yang mana presidennya juga Jokowi. Saat itu, Amran dilantik sebagai Mentan pada 267 Oktober 2014. Ia menjabat hingga 2019.

Kini, di masa jabatannya yang kedua, Amran langsung bergerak cepat dengan melakukan konsolidasi bersama tim Kementerian Pertanian. Suami dari Martati itu melihat bahwa salah satu masalah yang saat ini tengah membelit petani saat ini adalah sulitnya akses pupuk yang berpotensi menurunkan hasil produksi pertanian.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here