7 Kebiasaan Khas Mahasiswa Yogyakarta

0
100
kebiasaan mahasiswa yogyakarta

Disini saya akan menceritakan bagaimana pengalaman unik yang sering dilakukan mahasiswa Yogyakarta. Di daerah-daerah lain mungkin jarang atau bahkan tidak pernah Anda ketahui tentang keunikan yang terjadi seperti mahasiswa Yogyakatra, maka dari itu alangkah baiknya pengalaman ini saya tulis sebagai nominasi 7 kebiasaan unik yang dilakukan mahasiswa Yogyakarta.

1. Ngamen

Istilah ngamen mungkin kalau menurut persepsi orang lebih condong ke arah negatif. Seseorang yang malas bekerja lalu memilih mencari uang dengan cara ngamen. Tapi kali ini berbeda jauh dengan yang dilakukan kalangan mahasiswa Jogja. Mereka secara bersama-sama ngamen di lampu lalu lintas dengan alat seadanya yang penting espresi berenerjik. Dan dana hasil ngamen pun sering digunakan untuk kegiatan yang lebih bermanfaat, seperti baksos, inovasi, dan acara  tertentu. Ngamen yang dilakukan mahasiswa ini bukan untuk pribadi masing-masing, namun lebih sering digunakan event kampus.

2. Ngopi

Membicarakan tentang ngopi pada umumnya aktifitas yang dilakukan seorang laki-laki sebagai ajang meluangkan waktu dimalam hari. Tapi berbeda ngopi di Jogja. Kopi di Jogja identik dengan mahasiswa. Bagi mahasiswa Jogja, ngopi adalah kegiatan rutin yang dilakukan guna membahas sesuatu.

Kalau kalian sebagai mahasiswa Jogja tapi tidak pernah ngopi, berarti dipertanyakan  kemahasiswaan kalian. Saat di warung kopi itulah kebanyakan mahasiswa berdiskusi, menggambar, gitar-gitaran dan lain-lain. Dan hal yang unik dari kebanyakan mahasiswa yakni Cuma pesen kopi segelas nongkrongnya dari sore sampe pagi. Wajar, soalnya juga warung kopi di Jogja masih banyak yang buka 24 jam.

3. Diskusi

Dikusi adalah hal wajib bagi mahasiswa Jogja. Sampai sekarang kegiatan diskusi tetap manjadi budaya popular dikalangan mahasiswa Jogja. Kalau kita jalan-jalan ke kampus, setiap sudut kampus ada kumpulan mahasiswa yang dikusi. Berkumpul dan saling bicara satu sama lain. Maka dari itu mahasiswa jebolan Jogja kebanyakan memiliiki pengaruh besar di daerahnya. Ya masa muda harus idealis, hingga takdir menyatakan untuk hidup lebih realis.

4. Organisaasi

Organisasi menjadi pilihan tersendiri bagi setiap mahasiswa. Selain dituntut pintar dalam mata perkuliahan, tapi mahasiswa harus belajar organisasi. Dari organisasi itulah mahasiswa nantinya akan mengerti bagaimana menyelesaikan dan menanggapi masalah dengan baik. Seperti mahasiswa Jogja, kebanyakan mereka terjun ke sebuah organisasi. Dan tentunya organisasi itu tidak sekedar ajang berkumpul, tapi sebagai sarana menyalurkan hasrat yang terpendam menjadi sebuah inovasi positif tersendiri. Intinya mahasiswa Jogja sangat kental sekali dengan hal organisasi.

5. Usaha

Dilihat dari letak Daerah Istimewa Yogyakarta yang begitu setratregis telah mengundang kaula muda untuk tetap berkarya. Selain manjadi pemuda berpendidikan, tapi mahasiswa Jogja juga banyak yang usaha (enterpreneur). Hal ini dilatarbelakangi karena mereka ingin menjadi seseorang yang sukses tanpa harus bekerja di perusahaan. Dari skill yang dia miliki, bisa dieksplore hingga menghasilkan rupiah. Biasanya mereka yang bisa menggambar wajah, bisa menjualnya dengan harga terjangkau. Walau murah yang penting laris manis katanya.

6. Kupu-kupu

Kupu-kupu bagi mahasiswa ada artinya tersendiri. istilah kupu-kupu versi anak kuliah adalah kuliah pulang-kuliah pulang. Saya rasa hal ini selain Jogja pun banyak. Tapi kupu-kupu penulis masukkan ke dalam 7 kebiasaan unik mahasiswa Jogja. Sebab mahasiswa Jogja pun menjadi kupu-kupu berlatar belakang macam –macam. Ada yang begitu tidak suka dengan kehidupan Jogja, ada yang memilih jadi seorang introvert dan yang terakhir karena menghemat uang. Bisa bayangin nggak sih memilih menjadi mahasiswa kupu-kupu dengan alasan menghemat uang? Tapi benar ada di mahasiswa Jogja lho.

7. Kerja

Mahasiswa kerja? Apa tidak salah. Justru hal yang positif kalau di Jogja. Mahasiswa yang kuliah di Jogja semuanya bukan berarti orang mampu. Tapi banyak pula yang nekat mencari ilmu dan tidak dibiayai orang tua. Maka dari itu mereka memilih untuk bekerja. Cara mereka membagi waktu diantaranya yaitu, pagi sampai sore untuk kuliah dan sore sampai malam untuk kerja. Hal paling mengesankan ketika pagi kuliah biasanya ngantuk. Dosen berbicara ke selatan hingga ke utara tapi mahasiswa tersebut tetap fokus mengejar mimpi (tidur).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here