Beberapa Kultur unik yang ada di Suku Batak

1
29
kultur unik suku batak

Suku Batak yang berasal dari Sumatera Utara adalah salah satu suku yang terkenal di Indonesia. Suku yang satu ini cukup unik dengan kultur yang mereka punya. Berikut ulasan beberapa contoh kultur unik suku batak:

1. Suku Batak terdiri atas sub-sub suku

Yup, yang satu ini pasti kita semua tahu. Walau sama-sama Batak, namun suku yang satu ini memiliki sub-subnya lagi. Itulah yang kita kenal dengan Toba, Karo, Simalungun, Pak-Pak, dan lainnya. Uniknya, jika biasanya sebuah suku memiliki adat istiadat yang dianut semua lapisan masyarakat, di suku Batak sub-sub ini memiliki adat tersendiri. Adat pernikahan misalnya, Toba dan Karo tidaklah sama. Saya sendiri dari suku Batak Toba.

2. Ada istilah appara dan ito.

Biasanya istilah ini dipakai untuk menyapa laki-laki atau perempuan yang semarga. Misalnya saya jika berjumpa dengan siapa saja laki-laki di dunia ini yang bermarga Sianturi, maka saya panggil appara. Sebaliknya, bila perempuan dipanggil ito. Uniknya, secara tidak sadar biasanya orang Batak lebih menghormati appara dan itonya, walaupun misalnya baru sekali berjumpa secara tidak sengaja, di pasar contohnya.

Namun dalam beberapa kasus, orang yang semarga dengan kita bisa dipanggil “Uda dan Bou, Opung, atau Pak Tua dan Mak Tua.” Hal ini disebabkan oleh sesuatu yang dikatakan “nomor” dalam marga.

3. Anak paman adalah “hak” kita.

Terlihat aneh kan? Hahaha. Anak paman dalam bahasa batak disebut sebagai “pariban.” Dalam kehidupan suku Batak, pariban adalah sosok yang harus dijaga dan disayang, bahkan menurut saya harus seperti rasa sayang kita kepada doi ( dengan rasa sayang yang wajar ). Bila sebuah keluarga masih memegang kental adat Bataknya, tidak jarang kita temukan seorang yang akan menikah harus permisi kepada paribannya, karena itu juga bagian dari adat.

Oh iya, kenapa saya katakan anak paman adalah “hak” ? Karena kita memang “bebas” untuk menjalin suatu hubungan dengan mereka. Bila kita menyayangi pariban dengan tulus, maka kita sudah menyayangi ibu kita secara tidak langsung. Pariban adalah cerminan ibu kita. Contohnya saya memiliki ibu boru Situmorang, nah berarti siapa saja boru Situmorang adalah pariban saya ( kecuali mereka yang sudah menikah dan lanjut usia, disuku Batak juga ada istilah “nomor” dalam marga ). Bahkan bila kita menikahi pariban kita, hal tersebut sudah mencerminkan rasa hormat kita kepada keluarga.

4. Tarombo.

Yang satu ini wajib diketahui semua orang Batak. Bahasa anak Medannya, “kalau gak tau kau Tarombomu, gak orang Batak kau.” Tarombo adalah silsilah keturunan orang Batak. Sejarah suku Batak berawal dari Raja Batak, lalu berkembang sampai generasi yang kita ketahui saat ini, sampai ratusan marga. Sianturi adalah marga saya, sedangkan Simatupang adalah marga pemimpin kami. Sianturi dan Simatupang sendiri adalah sebuah nama dimasa lalu, masa dimana mereka masih hidup.

Selain Sianturi, saudara kandung yang lain adalah Siburian dan Togatorop. Jadi keempat marga inilah yang disebut Toga Simatupang. Selain Toga Simatupang, banyak Toga lain seperti Simamora, Sihombing, Sipitu Ama, dan lainnya. Yang melahirkan Sianturi adalah boru Manurung, itu sebabnya siapapun yang bermarga Manurung akan kami panggil Opung ( Kakek dan Nenek ). Mempelajari Tarombo adalah hal yang sedikit rumit bagi anak muda, namun sangat menarik untuk dipelajari.

5. Makan daging Babi di pesta adalah kebiasaan kami.

Ini nih, yang selalu ada di pesta-pesta. Ya, daging Babi. Kurang cocok rasanya di pesta-pesta bila tidak ada daging Babi. Bahkan sebelum disajikan, daging Babi punya ukuran daging tersendiri dalam pengolahannya. Saya sendiri tidak pernah bertanya apakah daging Babi mempunyai makna tersendiri atau tidak. Tapi intinya, tidak “sah” sebuah pesta, baik pernikahan, kematian, dan lainnya, bila tidak ada sajian daging Babi.

Demikian sedikit cerita mengenai kultur unik suku Batak. Buat kita generasi muda Indonesia tetaplah memegang nilai adat suku kita. Dari suku kita, terpancarlah jati diri daerah kita.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here