Nyobain Papeda Pertama Sekali

7
135
papeda

Kali ini saya mencoba mereview makanan dari daerah Timur yang satu ini. Makanan yang berbentuk kenyal berwarna putih dicampur dengan kuah ikan berwarna kuning. Langsung saja makanan nya adalah “Papeda“ ya, makanan asli orang Timur ini khususnya masyarakat Papua. Ini adalah makanan pertama saya yang ingin saya cicipi dan ingin saya share pengalaman saya mencoba makanan yang satu ini.

Berawal dari menonton makanan mukbang di Channel YT. Saya mencoba melihat cara dia makanan sampai cara pengambilan Papeda nya yang menggunakan teknik khusus di dalamnya. Ya memang tujuannya dari teknik ini agar makanan ini dapat di ambil supaya tidak susah payah memisahkan papeda yang saling menempel.

Setelah menonton cukup panjang akhirnya saya menghubungin teman – teman untuk mencobai makanan yang satu ini, berawal dari saya ceritakan saat saya menonton orang yang mukbang dan ingin mencoba segera makanan yang satu ini. Setelah berunding lumayan lama untuk menentukan hari yang akan dijadwalkan dan pencari tempat makan yang khusus menyediakan makanan yang satu ini.

Setelah selesai berdebat dengan waktu penjadwalan dan tempat lokasi makan, akhirnya terealisasikanlah untuk mencoba makanan ini. Kami mencoba makan makanan ini di salah satu restoran di kota Bandung yang sudah memiliki rating yang cukup baik, lalu kami langsung menuju lokasi tersebut untuk mencoba segera makanan ini. Setelah lama diperjalanan dan berurusan dengan macet nya di kota Bandung akhirnya kami sampai juga di lokasi yang menjadi lokasi utama kami mencobai makanan ini. Setelah sampai ke lokasi kami langsung menuju meja yang sudah ditentukan, akhirnya kami memesan makanan yang satu ini ke pelayan.

Kesan Pertama

Setelah menunggu akhirnya makanan kami sampai juga. Setelah sampai kami kebingungan bagaimana cara menggulung – gulung papeda agar bisa diambil. Mbak pelayan membantu dan mempraktekkan cara – cara menggulung papeda. Setelah kami memperhatikan bagaimana sipelayan memberitahukannya akhirnya tanpa malu – malu kami mencoba mengikuti intruksi si pelayan. Setelah itu, disamping mangkuk papeda terdapat kuah ikan berwarna kuning yang menjadi perasa dari makanan ini. Kuah ini sebelumnya di tuangkan dulu kedalam mangkuk agar papeda tidak lengket duluan di dalam mangkuk nantinya lalu setelah itu papeda dimasukkan kedalam mangkuk berisi kuah ikan tersebut.

Setelah semuanya cukup untuk di coba. Akhirnya saya mencoba makan makanan ini dari tekstur aroma, hanya aroma kuah ikan yang lebih dominan di dalamnya. Setelah menghirup bau nya akhirnya saya mencoba masukan ke dalam mulut. Tekstur yang kenyal – kenyal ini bagi saya sangat sulit langsung telan jika tidak di kunyah. Tetapi sesuai intruksi makanan ini tidak perlu di kunyah lama – lama bahkan ada yang langsung telan bersamaan dengan kuah ikan kuning ini.

Karena bagi saya belum terbiasa makan kenyal tidak kunyah, akhirnya setiap makan langsung kunyah begitu sampai akhirnya habis makanan ini hingga tak tersisa. Menurut saya makanan ini cukup unik, yang saya suka dari papeda ini adalah kuah ikan kuning ini sangat enak sekali untuk di makan. Rasanya yang kaya akan rempah – rempah andalan dan ikan yang digunakan adalah ikan khusus. Yang menjadikan makanan ini sangat enak dan cocok di campur dengan papeda yang bertekstur kenyal – kenyal.

Oke itu saja review makan makanan asli timur ini khususnya masyarakat Papua ini. Bagi saya makanan ini cukup enak di makan, terkhususnya kuah ikan berwarna kuning ini sangat enak dan kaya akan rempah – rempah di dalamnya, yang menambah cita rasa papeda ini cukup enak dan rekomendasi jika ingin mencobanya.