Menggali NKRI dan Pancasila

4
38
ragam budaya indonesia

Ada satu hal menarik ketika berbicara NKRI dan Pancasila. Pasalnya kedua paham ini selalu berhubungan tanpa bisa dipisahkan. Banyak orang tidak mengerti makna dari NKRI dan Pancasila, sehingga dari beberapa orang mengaburkan kedua istilah tersebut. Ada beranggapan dua istilah itu hanya sekedar dasar negara dan dalam agama tidak ada. Padahal kedua paham ini merupakan penggalian paling dalam yang melahirkan Bhinekka Tunggal Ika (walaupun berbeda-beda tetap satu jua).

Negara Kesatuan Republik Indonesia memiliki makna tersendiri dalam pergulatan negara. NKRI berdiri untuk merangkul segala umat suku, budaya, bangsa, dan agama. Tidak ada lagi yang diperselisihkan dan diperdebatkan. Dari berbeda suku, budaya, bangsa dan agama, bukan suatu hal yang harus dibicarakan panjang lebar, justru perbedaan itu menjadi identitas bangsa Indonesia. Selalu terdapat perbedaan tetapi selalu mengedepankan toleransi. Anggapan golongan sendiri yang paling benar adalah satu pemikiran yang perlu diluruskan. Bahwa di Indonesia tidak mencari kebenaran, tetapi mengutamakan kebersamaan. Dengan kebersamaan, terciptalah gotong royong. Hal ini merupakan ciri khas dari orang Indonesia.

Pancasila

Selanjutnya Pancasila merupakan dasar negara yang tidak bisa diganggu gugat peranannya. Sila Pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa; Kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab; Ketiga, Persatuan Indonesia; Keempat, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Khidmat dalam Permusyawaran dan Perwakilan; Kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, merupakan landasan bagi seluruh rakyat Indonesia. Sila pertama dengan ber-Tuhan menjadikan masyarakat Indonesia mengenal Sang Pencipta. Kita semua bersaksi bahwa Tuhan adalah satu dan yang mengendalikan segala alam. Perbedaan agama merupakan terusan sila kedua, bahwa sejatinya yang tidak boleh dilupakan adalah menjadi manusia yang mampu memanusiakan manusia.

Dengan berlaku adil dan memiliki adab. Adil diartikan seorang guru sudah sepantasnya memberi pendidikan kepada murid, seorang pejabat sudah kewajibannya untuk melayani rakyat, seorang dokter sudah sewajarnya menyehatkan masyarakat dan lain sebagainya. ketika itu sudah tercapai, maka Indonesia telah berada di puncak paling tinggi, yakni bersatu. Pada sila ketiga telah dijelaskan persatuan Indonesia merupakan titik barometer turut membuktikan terhadap dunia bahwa Indonesia adalah negara besar.

Sila keempat telah menjelaskan bahwa dalam melakukan apapun, di Indonesia selalu didasari oleh bermusyawarat mufakat. Prinsip ini mengedepankan sistem demokratis, yakti tidak ada satu golongan yang mampu berlaku semena-mena sehingga mengakibatkan ketimpangan sosial. Dalam menyelesaikan masalah urusan masyarakat, satu jalan yang harus ditempuh adalah bermusyawarah. Dan sila terakhir kelima mengandung arti sudah sepantasnya rakyat Indonesia mendapatkan hak yang sama rata. Negara telah memiliki kewajiban menjamin rakyatnya berkehidupan yang layak. Tidak ada kemiskinan hanya karena tidak memiliki akses ke pemerintah, tidak ada rakyat kurang mendapatkan pendidikan, tidak ada rakyat sakit tanpa pertolongan. Urusan sosial menjadi dasar sila kelima, keadilan seluruhnya sudah menjadi hak bagi rakyat Indonesia.

NKRI dan Pancasila

Dengan begitu, NKRI dan Pancasila satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Kedua pilar ini berjalan sejajar dan saling melengkapi. Atas pilar ini, pemerintah memiliki landasan kuat untuk memberi kebijakan yang mengacu kepada kesejahteraan Indonesia. Sebab, Indonesia adalah negara besar yang memiliki sumber daya alam melimpah. Dari Sabang sampai Merauke menjadi saksi mata sejauh memandang. Segala kekayaaan terkandung di dalamnya. Dan inilah yang menjamin bahwa rakyat Indonesia mendapatkan yang pantas. Orang kecil harus didorong oleh orang besar, dan orang besar memiliki pengertian untuk merangkul orang kecil. Dengan begitu, Indonesia menjadi negara digdaya dan berwibawa. Negara lain akan iri melihat Indonesia bergaya biasa saja, tetapi mampu memberikan kesejahteraan bagi seluruh rakyatnya.

4 KOMENTAR

  1. Seharusnya dengan adanya Pancasila itu bisa membuat makmur penduduknya, karena ada sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, tapi sayangnya masih banyak yang belum makmur, terutama penduduk di luar Jawa.

    • Betul Mas. Founding father kita sudah sangat hebat merumuskan Pancasila ini. Penerapannya dalam kehidupan bernegara di Indonesia ini yang masih menjadi PR yang entah kapan bisa kita bereskan.

Tinggalkan Balasan