Mengenal Lebih Dekat Badak Jawa yang Hampir Punah

0
5
badak jawa

Badak Jawa atau badak bercula satu dahulu banyak dijumpai di hutan dataran rendah, padang rumput basah dan daratan daerah banjir. Satwa langka yang hampir punah ini, punya nama latin Rhinocerossondaicus yang artinya merujuk pada ciri fisik satwa tersebut.  Rhino artinya hidung, cerosartinya tanduk, sehingga Rhinoceros berarti hidung yang bertanduk. Sondaicus artinya Sunda, yaitu tempat hidup habitatnya sekarang.

Karakteristik dan Perilaku Badak Jawa

Satwa langka ini punya karakteristik yang berbeda dari hewan berkaki empat lainnya,seperti bentuk tubuh yang unik dan kekar. Kaki yang relatif pendek jika dibandingkan dengan panjang dan tingginya, sehingga membuat binatang ini  sulit untuk dijatuhkan.Memiliki kulit yang bermozaik menyerupai baju baja dan ukurancula yang tidak lebih dari 20 cm, lebih kecil dari cula badak lainnya.

Perilaku khusus dari Badak Jawa yaitu cara hidupnya lebih senang menyendiri, kecuali badak muda dan badak betina yang punya anak. Kebiasaan dari satwa langka ini saat masih muda hidupnya berkoloni atau bergerombol dalam jumlah kecil atau hanya berdua.Hidup seperti ini pun kemudian akan berakhir dalam waktu yang relatif singkat.

Habitat dan Populasi Badak Jawa

Pada tahun 1937 satwa yang dilindungi dari kepunahan ini pernah ditemukan di Tasikmalaya. Namun kini  satu-satunya tempat yang dihuni oleh spesies langka ini hanya ada di Taman Nasional Ujung Kulon, Banten.

Spesies ini umumnya hidup di kawasan hutan tropis, tentunya dengan tumbuhan yang lebat serta tersedianya pasokan air yang memadai di area hutan tersebut. Hutan tersebut umumnya berada di atas ketinggian 3.000 meter di atas permukaan laut (dpl) dan sangat dipengaruhi oleh ketersediaan makanan.

Populasi dari Badak Jawa pada tahun 1967 jumlah populasi kurang lebih sebanyak 30 ekor. Kemudian di tahun-tahun berikutnya berbagai pihak berusaha melakukan upaya perlindungan dan konservasi terhadap Satwa langka tersebut. Hasilnya pun ada  peningkatan populasi dua kali lipat hingga mencapai 50 sampai 60 ekor pada tahun 1980an.

Ciri Khas Badak Jawa

Adapun ciri-ciri dari Badak Jawa ini, meliputi :

Masuk dalam golongan hewan mamalia

Hal ini dikarenakan badak betina mempunyai kelenjar susu sebagai sumber makanan bagi anak-anaknya, juga digolongkan dalam mamalia berdarah panas.

Memiliki cula

Cula pada badak berjumlah satu, terdapat dibagian kepala, tepatnya di hidungnya, cula ini biasanya hanya dimiliki oleh badak jantan. Fungsi dari cula badak adalah untuk melindungi diri dari serangan musuh atau sesamanya, saat memperebutkan badak betina. Selain itu juga sebagai alat bantu merobohkan tunas muda atau pohon sebagai persediaan bahan makanannya.

Kulit yang tebal dan berkerut

Ciri Satwa langka ini sangat mudah dikenali dari kulitnya yang tebal dan berfungsi sebagai tameng atau perisai untuk pertahanan diri. Kulitnya yang tebal ternyata juga digunakan untuk bertahan dari sinar matahari langsung, karena kulit badak cukup sensitif.

Bentuk dan ukuran tubuh

Ciri berikutnya adalah tubuh yang gempal dengan berat badan mencapai berat 600 hingga 1000 kilogram lebih. Panjang tubuh kurang lebih 3 meter dan tinggi sekitar 1,5 meter, sehingga kaki terlihat lebih pendek.

Kuku dan bibir

Kuku pada Badak Jawa berjumlah ganjil, hal ini membuat badak masuk dalam keluarga kuda.  Pada bibir bagian atas terlihat runcing dan biasa disebut belalai prehensil, yang berfungsi sebagai alat bantu meraih makanan.

Makanan dan cara berkembang biak

Badak adalah hewan pemakan tumbuh-tumbuhan, baik itu tunas, daun-daun muda, buah-buahan dan ranting. Cara berkembang biak satwa langka ini dengan cara melahirkan dan kemudian menyusul anaknya hingga bisa mandiri.

Demikian ulasan untuk mengenal lebih dekat dengan Badak Jawa secara umum, semoga satwa-satwa tersebut tidak akan punah. Sehinggadiharapkan anak cucu, kelak masih bisa melihatnya langsung, tidak dari gambar atau poster saja. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi semua, terutama anak cucu nantinya.

Tinggalkan Balasan