Kontribusi Indonesia Terhadap Dunia Melalui Batik

0
144
Kontribusi Indonesia Terhadap Dunia Melalui Batik

Batik merupakan salah satu warisan budaya Indonesia yang telah diakui oleh dunia. Sebagai negara yang kaya akan keanekaragaman budaya, Indonesia telah memberikan kontribusi yang besar terhadap dunia melalui batik. Kain dengan motif khas dan proses pembuatannya yang rumit ini tidak hanya menjadi simbol keindahan, tetapi juga mampu mewakili keberagaman dan kekayaan budaya Indonesia di mata dunia. Dengan begitu, batik mampu menjadi salah satu cara bagi Indonesia untuk memperkenalkan identitas dan kekayaan budayanya kepada dunia.

Batik yang menjadi salah satu identitas Indonesia telah diakui sebagai warisan budaya tak benda oleh UNESCO sejak tahun 2009. Sandang ini memiliki kontribusi besar untuk nilai ekspor Indonesia.

Menurut data Kementerian Perindustrian (Kemenperin), sepanjang tahun 2022, nilai ekspor batik dan produk batik menembus angka 64,56 juta dolar Amerika Serikat atau meningkat 30,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang mengatakan bahwa industri batik juga merupakan sektor padat karya yang banyak menyerap tenaga kerja sehingga mampu memberikan penghidupan bagi jutaan rakyat Indonesia.

Punya keunggulan dan daya saing

Batik Nusantara memiliki keunggulan dan daya saing yang tinggi karena motif, desain, dan coraknya yang inovatif dengan berbasis kearifan lokal. Selain karena keindahannya, batik Indonesia juga mengandung makna dan filosofi yang dalam.

Saat ini, terdapat empat indikasi Geografis Batik, yaitu Batik Tulis Nitik Yogyakarta, Batik Besurek Bengkulu, Sarung Batik Pekalongan, dan Batik Tulis Complongan Indramayu. Indikasi geografis ini adalah bentuk pelindungan kekayaan intelektual motif batik yang menjadi ciri khas suatu daerah.

Menteri Agus menekankan agar tradisi memakai batik harus digalakkan sebagai wujud kehormatan pada kearifan lokal. Selain itu, batik yang bernilai seni juga bisa digunakan di berbagai kesempatan, baik acara resmi maupun casual.

Menduniakan keindahan batik

Dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional pada 2 Oktober lalu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mendorong batik Indonesia agar lebih mendunia dengan menggencarkan promosi.

Selama ini, Indonesia telah mengekspor batik ke berbagai negara seperti Amerika Serikat, Jerman, Singapura, hingga China. Jumlah ekspor sandang ini juga diperkirakan akan naik 20–30 persen per tahun seiring batik yang mulai dikenakan tokoh-tokoh dunia, termasuk Nelson Mandela.

Dilansir dari Detikcom, Selasa (3/10), Menteri Sandiaga menyebut pihaknya tengah konsisten memberikan pendampingan bagi para perajin batik. Misalnya, melalui program inkubasi yang dilakukan bersama perajin batik asal Mojokerto.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here