Gula Merah Saparua Oleh-oleh Khas Maluku

0
244
Gula Merah Saparua Oleh-oleh Khas Maluku

Gula merah Saparua merupakan salah satu oleh-oleh khas Maluku yang sangat terkenal dan diminati oleh wisatawan yang berkunjung ke pulau Saparua. Gula merah ini dibuat dari nira pohon aren yang tumbuh subur di pulau tersebut. Proses pembuatannya masih menggunakan cara tradisional yang turun temurun dari generasi ke generasi, sehingga menghasilkan rasa yang khas dan unik. Tidak heran jika gula merah Saparua menjadi salah satu oleh-oleh yang wajib dibeli saat mengunjungi Maluku. Selain sebagai oleh-oleh, gula merah Saparua juga sering digunakan sebagai bahan utama dalam masakan tradisional Maluku. Dengan begitu, rasanya tidak lengkap jika tidak mencicipi gula merah Saparua saat mengunjungi Maluku.

Beli oleh-oleh emang jadi salah satu kegiatan yang enggak boleh lo skip saat sedang liburan ke berbagai destinasi wisata. Nah! Kalo lo lagi berkunjung di Provinsi Maluku, tepatnya di Pulau Saparua, oleh-oleh khas berikut ini wajib banget lo beli. Namanya gula aren Saparua.

Gula aren Saparua sebenarnya berasal dari Tuhaha, Gaes. Tuhaha adalah salah satu dari 10 negeri atau desa adat yang masuk dalam kecamatan Saparua Timur, Kabupaten Maluku Tengah. Fyi, Negeri Tuhaha merupakan kampung halaman salah satu diva Indonesia, yaitu Ruth Sahanaya.

Menurut cerita yang dituturkan turun-temurun, Gula Saparua telah dibuat sejak tahun 1900an, loh. Kelahiran gula ini disebabkan oleh kebutuhan gula masyarakat Tuhaha. Masyarakat pun memanfaatkan tanaman yang banyak tumbuh di wilayah mereka, yaitu pohon aren atau yang dikenal warga Tuhaha sebagai pohon mayang.

Aren atau enau (Arenga pinnata) merupakan salah satu tanaman palma terpenting setelah kelapa, Gaes. Soalnya, tanaman ini emang serbaguna banget mulai dari buahnya yaitu kolang-kaling yang bisa dimakan, daunnya yang dijadikan atap, hingga nira atau cairannya yang digunakan untuk membuat gula. Cairan nira emang mengandung 10 hingga 15% gula, makanya cocok banget untuk membuat gula aren.

Selain gula, nira pohon aren juga bisa diolah untuk dijadikan minuman ringan, tuak, hingga cuka, Gaes. Tapi belakangan ini, cuka dari pohon aren sudah mulai langka karena tergantikan dengan cuka buatan pabrik.

Nira pohon aren didapatkan dengan cara menyadap tangkai bunga jantan, Gaes. Sst! Untuk memanennya, ternyata enggak boleh sembarangan, loh. Harus dipilih pohon aren subur yang sudah berusia 10 hingga 20 tahun agar nira yang dihasilkan melimpah, yaitu sekitar 10 sampai 15 liter nira perhari.

Eits! Sebelum dimasak dan diolah lebih lanjut, nira yang sudah dipanen ini harus disaring terlebih dahulu untuk menghilangkan kotoran atau serangga yang ikut masuk ke dalam cairan tersebut. Setelah itu, air nira pun siap dimasukkan ke dalam wajan dan dimasak dalam api merata yang terus-menerus dinyalakan.

Selain itu, proses pengadukan juga harus terus dilakukan sepanjang proses pemasakan, Gaes. Ini dilakukan untuk mendapatkan gula yang matang merata. Ups! Jangan lupa! Pada cairan gula yang hampir matang harus ditambahkan santan kelapa agar cepat mengental. Gula aren pun siap dicetak dalam batok-batok kelapa yang sudah disiapkan.

Proses pencetakkan ini perlu ketelitian dan kegesitan, Gaes. Soalnya kalo pake mode slow motion, cairan gula keburu mengeras sebelum sempat dituang dan dicetak ke dalam batok kelapa. Setelah mengeras, gula pun dibungkus berpasangan dengan daun pisang kering.

Bukan hanya pengemasan tradisional, loh. Ada juga Gula Saparua yang dikemas secara modern. Konsumennya juga tidak hanya dari Provinsi Maluku, tapi dari pulau-pulau lain termasuk para wisatawan yang datang berkunjung.

Oh ya, Gaes, produksi Gula Saparua di Tuhaha bukan hanya sekedar mata pencaharian penduduk, loh. Keterampilan ini sudah menjadi tradisi yang diwariskan oleh leluhur dan terus dipertahankan. Bahkan pada tahun 2018, Gula Saparua telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia dari Provinsi Maluku.

Kalo berkunjung ke destinasi wisata di Maluku, jangan lupa membeli gula ini sebagai oleh-oleh, ya Gaes ya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here