Cerita Rakyat Sangkuriang, Asal Usul Gunung Tangkuban Perahu

0
23
cerita rakyat sangkuriang

Apa sih yang terlintas dalam benak kamu ketika berwisata alam ke gunung tangkuban perahu? Salah satu destinasi wisata yang sangat terkenal di Jawa Barat. Tempat wisata ini mempunyai daya tarik yang luar biasa. Sebuah perpaduan eksotis antara keindahan alam pegunungan dengan cerita rakyat Sangkuriang. Yaitu kisah tentang asal-asul gunung tangkuban perahu yang sangat melegenda.

Tangkuban Perahu Perpaduan Cerita Rakyat Sangkuriang Dengan Panorama Alam

Kenapa gunung ini disebut dengan  tangkuban perahu? Mungkin karena gunung ini berbentuk seperti perahu terbalik yang dalam bahasa sunda disebut dengan tangkuban perahu. Meski berselimut pekatnya kabut dengan aroma belerang yang menyengat  panorama gunung tangkuban perahu tetap terlihat memikat. Penasaran bagaimana dengan cerita rakyat Sangkuriang? Yuk kita simak ceritanya.

Cerita Rakyat Sangkuriang

Awal kisah cerita rakyat sangkuriang bermula dari seorang dewa dan dewi yang terkena kutukan dari Dewata karena telah membuat kesalahan. Keduanya dikutuk turun ke bumi menjadi seekor hewan. Sang dewa menjelma menjadi seekor anjing yang dikenal si tumang dan sang dewi menjadi seekor babi hutan.

Suatu hari di Tanah Pasundan ada seorang raja bernama Sungging Perbangkara yang hobinya berburu ke hutan. Dalam perburuan itu Raja ingin membuang air kecil yang tanpa sengaja menggenang diatas daun. Seekor babi hutan jelmaan seorang Dewi kemudian meminumnya tanpa sengajaa. Atas kehendak Dewata kemudian sang Dewi hamil dan melahirkan bayi perempuan.

Dewi langsung membuang bayinya ke tengah hutan. Raja menemukan dan membawanya ke istana yang tak lain adalah ayahandanya. Bayi perempuan itu diberi nama Rarasati atau yang lebih dikenal dengan nama Dayang Sumbi yang telah menjelma menjadi gadis jelita.

Suatu hari tak terasa hembusan angin perlahan membuat matanya mengantuk. Ketika  sedang menenun kain di sebuah balai yang terletak di atas bukit. Hingga tak sengaja menjatuhkan alat tenunnya ke bawah. Karena mengantuk akhirnya Dewi Sumbu malas mengambilnya.

Dewi Sumbi bersumpah akan menikahi lelaki yang mengambilkan alat tenunnya dan mengangkatnya sebagai saudara kalu dia seorang wanita. Sesaat kemudian Dewi Sumbi Terkejut karena si tumang anjing kesayangan ayahandanya yang datang mengambilkannya.

Dewi Sumbi memenuhi janjinya dan menikahi si tumang yang sebenarnya adalah jelmaan dewa yang dikutuk bersama babi jelmaan Dewi. Karena raja merasa malu keduanya diasingkan ke tengah hutan. Suatu malam saat bulan purnama Dewi Sumbi bercumbu dengan situmang yang berwujud dewa. Dewi Sumbi akhirnya melahirkan bayi lelaki bernama Sangkuriang.

Tiba-tiba Dewi Sumbi menginginkan hati rusa dan Sangkuriang berusaha memenuhinya. Ditemani si tumang dia berburu rusa ke hutan. Tanpa sengaja panahnya mengenai tubug si tumang. Karena takut dan panik akhirnya Sangkuriang menyembelih dan mengambil hatinya dan diberikan kepada ibunya. Dewi Sumbi marah dengan memukul kepala dan mengusirnya.  

Setelah lama mengembara Sangkuriang tumbuh menjadi pria yang tampan dan gagah. Karena kesaktiannya Dewi Sumbi juga masih tetap awet muda hingga Sangkuriang jatuh hati kepadanya dan memaksa untuk menikahinya. Sayangnya Dewi Sumbi lebih dulu mengetahui kalau Sangkuriang adalah anak yang dulu pernah diusirnya.

Tak kuasa menolak cinta Sangkuriang akhirnya Dewi Sumbi memberinya sebuah syarat. Sangkuriang diminta membendung sungai citarum dan membuat perahu untuk menyeberanginya dalam waktu semalam. Sangkuriang menyanggupinya dan sebelum lewat tengah malam dia sudah hampir myelesaikannya. Tetapi dengan kesaktiannya Dewi Sumbi berusaha menghalanginya.

Dengan membentangkan kain ke atas bukit yang memancar seperti cahaya fajar sambil terus memukul lesung. Sangkuriang mengira waktu fajar telah tiba dan dia merasa gagal. Akhirnya Sangkuriang marah dan menendang perahunya hingga terbalik dan tersebutlah gunung itu adalah gunung tangkuban perahu yang melegenda bersama cerita rakyat Sangkuriang. Demikian cerita singkat Sangkuriang yang melegenda hingga sekarang, semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan