Cara Merawat Anak Kucing Dengan atau Tanpa Indukan

0
6
cara merawat anak kucing

Cara merawat anak kucing memang bukan hal yang mudah dilakukan. Anda penyuka kucing tentu harus sabar merawat dan menjaga mereka sampai mereka besar. Anda bisa meniru tindakan induk kucing yang memberi makan memandikan anaknya dan lain sebagainya untuk memelihara supaya anak kucing dapat bertahan hidup. 

Cara Merawat Anak Kucing Mudah 

Berikut beberapa hal yang harus diperhatikan saat merawat anak kucing, diantaranya :

Menjaga Suhu Kandang Kucing Supaya Tetap Hangat

Saat Anda mempersiapkan tempat atau kendang bagi bayi kucing, sebaiknya perhatikan temperature kendang. Jaga supaya kendang tetap hangat, sebab bayi kucing baru lahir biasanya masih rentan serta masih belum kuat terhadap udara panas atau dingin. Jika perlu, Anda bisa memasang bohlam pijar di kandangnya agar bayi kucing tetap merasa hangat.

Bersihkan Sisa Plasenta Induk Kucing

Walaupun induk kucing dapat melahirkan dan membersihkan tubuhnya sendiri, tapi terkadang masih saja terdapat sisa-sisa plasenta tertinggal di tubuh anak kucing, sehingga induknya pun enggan mendekat. Dalam hal ini, Anda bisa membantu membersih sisa plasenta dengan menggunting sisa dari plasenta tersebut.

Dengan demikian tubuh anak kucing lebih bersih sehingga induknya tertarik untuk mendekat dan merawat anaknya. Ini juga bisa membantu sang induk menyusui anaknya lebih cepat.

Tempatkan Anak Kucing Bersama Induknya

Karena si anak kucing masih bergantung pada sang induk, sebaiknya biarkan ia bersama induknya, agar induknya bisa membersihkan, menyusui dan memberinya kehangatan.

Di samping itu, letakkan induk kucing beserta anaknya di kendang yang berukuran lebih luas supaya induknya lebih leluasa untuk bergerak.

Jangan Memegang Kucing di Bawah Usia 1 Minggu

Sebaiknya sebagai pemilik, tidak diperkenankan memegang si anak kucing yang usianya di bawah 1 minggu, sebab biasanya sang induk akan marah. Usia yang dianjurkan untuk memegangnya ialah saat berusia 2-7 minggu, karenanya si kucing akan terbiasa disentuh manusia.

Tapi, ada pengecualian bagi kucing yang telah terbiasa dengan aroma manusia. Lebih baik lagi jika membiarkan aroma Anda sudah familiar bagi anak kucing. 

Pastikan Disusui Induknya

Hal terpenting lainnya saat merawat anak kucing bersama induknya ialah dengan memastikan si induk tetap menyusui anaknya. Seperti halnya manusia, indukan yang baru saja melahirkan akan menghasilkan colostrum atau air susu yang baik untuk kekebalan tubuh anak kucing.

Hal ini dikarenakan, colostrum mengandung vitamin A, vitamin D, antibodi, dan protein. 

Pastikan Kelancaran Pup dan Buang Air Kecil Anak Kucing

Anak kucing yang masih baru dilahirkan belum lancar buang air besar ataupun buang air kecil, maka dari itu harus dirangsang terlebih dulu. Biasanya induk kucing melakukannya dengan menjilati saluran kencing atau anus anaknya.

Akan tetapi jika bayi kucing tersebut tidak didampingi oleh sang induk, sebaiknya Anda membantu mengusap saluran kencing dan anusnya menggunakan tisu basah atau kapas. 

Timbang Berat Badan Anak Kucing

Cara ini dilakukan agar meminimalisir penurunan atau peningkatan berat badan secara berlebihan pada bayi kucing. Idealnya bayi kucing akan mengalami peningkatan berat badan sebanyak 10 gram per hari.

Selain itu, dikhawatirkan jika anak kucing akan mengalami obesitas. Sebaliknya, jika berat badannya tidak lebih dari 10 gram, Anda harus perhatikan proses menyusui indukannya apakah normal ataukah tidak.

Itulah 7 cara merawat anak kucing dengan atau tanpa indukan yang harus Anda perhatikan agar kucing hidup sampai berusia dewasa. Semoga bermanfaat!

Tinggalkan Balasan