Berkunujung Ke Kota Mataram? Ini 5 Destinasi yang Patut Dikunjungi

0
10
islamic center destinasi kota mataram

Berbicara tentang Lombok mungkin yang bakal pertama kali terbesit adalah segala hal tentang keindahan objek wisata alamnya. Anggapan itu tidak sepeuhnya salah, karena daerah ini memang terkenal dengan bentangan pantai dan alam hijaunya yang menawan. Tidak kalah dengan daerah Indonesia yang lain, panorama Lombok bahkan boleh dibilang sebanding dengan pulau tetangganya, Bali.

Kendati populer dengan objek wisata alamnya, Lombok turut menawarkan hal yang berbeda. Tidah hanya mengandalkan bentangan alamnya, pulau yang menjadi kesatuan provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama Pulau Sumbawa tersebut tidak lupa dengan atraksi wisata yang tersebar di areal perkotaannya.

Kota Mataram yang terletak di Lombok, sekaligus menjadi ibukota provinsi, sebenarnya juga menyiapkan beberapa hal yang patut untuk dieksplorasi. Terdapat sejumlah destinasi esensial yang berada di sejumlah titik di kota tersebut yang menjadi rekomendasi untuk masuk daftar kunjungan apabila kita berkunjung ke sana.

1. Islamic Centre Nusa Tenggara Barat: Kemegahan Ikonik

Selain punya banyak pantai yang membuatnya terkenal, Lombok juga punya julukan lain yakni: Pulau Seribu Masjid. Menurut data, setidaknya terdapat 5 ribu lebih jumlah masjid yang tersebar di seantero Lombok. Dari ribuan masjid yang ada, Masjid Islamic Centre Nusa Tenggara Barat ini bisa menjadi destinasi utama.

Selain punya banyak pantai yang membuatnya terkenal, Lombok juga punya julukan lain yakni: Pulau Seribu Masjid. Menurut data, setidaknya terdapat 5 ribu lebih jumlah masjid yang tersebar di seantero Lombok. Dari ribuan masjid yang ada, Masjid Islamic Centre Nusa Tenggara Barat ini bisa menjadi destinasi utama.

Selain menjadi objek wisata religi, tempat yang punya nama asli Hubbul Wathan ini juga punya keunikan tersendiri dalam segi arsitektur bangunan. Karakterisitik yang diusung memang sengaja memadukan nilai budaya Lombok dan Sumbawa. Hal itu tentu tidak salah, karena bagi masyarakat lombok sendiri memang menganggap masjid sebagai representasi budaya.

Menempati posisi strategis di tengah kota Mataram, juga membuatnya mudah untuk disambangi. Bangunan megah ini dibangun oleh Pemerintah Provinsi NTB di atas lahan seluas 74,749 meter persegi. Meski mencerminkan tempat ibadah umat muslim, masjid ini juga menyediakan akses supaya bisa didatangi masyarakat non-muslim.

2. Jalan Udayana: Sebuah Keistimewaan Jalan Protokol

jalan udayana destinasi kota mataram

Kalau Daerah Istimewa Yogyakarta punya jalan Malioboro, Kota Mataram di Lombok juga jalan ikonik yang sering menjadi spot andalan warga. Adalah jalan Udayana yang menjadi tempat pilihan warga Mataram untuk bersantai atau melakukan aktivitas olahraga. Berbeda dengan Malioboro yang mengusung diri sebagai ‘surga belanja’, jalan Udayana justru lebih bertindak sebagai tempat asyik untuk nongkrong.

Terletak persis sebagai alamat Masjid Islamic Centre NTB, membuatnya mudah ditemukan. Pasalnya, selain menjadi petunjuk posisi dari salah satu bangunan ikonik, jalan ini sejatinya memang berstatus sebagai jalan protokol. Yang membedakan jalan ini dengan jalan-jalan protokol di kota Mataram adalah banyaknya atraksi wisata untuk dinikmati di sana. Mulai dari arena bermain anak, sarana olahraga, sampai wisata kuliner, ada di sepanjang jalan tersebut.

Selain itu, adanya Tugu Bumi Gora semakin menambah keistimewaannya sebagai jalan protokol. Nama Bumi Gora sendiri merupakan simbol dari Lombok sendiri yang berarti menanam padi di lahan kering. Apabila kita menyusuri lebih sepanjangnya, kita juga bisa berpapasan dengan sejumlah gedung pemerintahan seperti kantro migrasi dan kantor DPRD Kota Mataram.

3. Pura Meru Cakranegara: Nuansa Sejarah Agama Hindu

pura meru
Pura Meru Mataram

Kendati Lombok kini sudah dihuni oleh mayoritas warga beragama Islam, kita masih tetap bisa menemukan sejumlah peninggalan titik sejarah di tempat itu bermula. Pura Meru didirakan dengan gaya arsitektur pura yang unik pada abad ke-18. Dibangun oleh inisiatif dari 33 desa di pulau Lombok, pura ini tampil dengan ciri yang cukup menonjol sehingga dapat dengan mudah dikenali.

Menjadi salah satu pura terbesar di pulau Lombok, tempat suci umat Hindu ini perlahan-lahan mulai menjadi tujuan wisata yang cukup diminati. Tiga menara meru yang bertingkat dengan atap hitam berbahan ijuk menjulang indah. Hal itulah membuat salah satu daya tarik utama pura ini.

Selain Pura Meru, kita juga bisa melipir ke Taman Mayura yang juga lekat dengan nuansa hindu. Taman Mayura sendiri terletak tidak jauh dari letak Pura Meru. Kendati memiliki beberapa perbedaan, kedua tempat itu sama-sama mengsung tata letak yang menyertakan nuansa kedamaian yang alami.

4. Taman Sangkareang: Panorama Alun-Alun Kota

taman sangkareang mataram

Berada persis di samping kantor Walikota Mataram, membuat Taman Sangkarean seolah-olah menjadi alun-alun kota Mataram. Pasalnya, selain letaknya tepat di tengah-tengah kota, areal taman memang menjadi salah satu titik keramaian yang ada di ibu kota provinsi NTB tersebut. Sentuhan tatanan rapi beserta fasilitas lengkap turut menambah keistimewaannya sebagai salah satu ikon wisata kota.

Komplek tamannya sendiri terdapat pelataran air mancur berbentuk kelopak bunga di tengah-tengah arealnya. Hal itu ditambah lagi dengan keasriannya berkat bunga-bunga yang ditanam di sekililingnya. Selain itu, adanya lapangan bola basket dan lapangan hijau yang biasa digunakan bermain sepakbola turut mengundang warga untuk berkunjung.

Sore dan malam hari menjadi saat-saat yang ideal untuk mengeksplorasi Taman Sangkarean ini. Dengan panorama yang menawan berkat penataannya yang rapi dan selalu terjaga, membuatnya sering dijadikan spot favorit untuk hunting foto. Jadi, apabila berencana berkunjung ke tempat ini jangan ragu untuk menenteng kamera, ya!

5. Kota Tua Ampenan: Jejak-Jejak Historis

kota tua ampenan destinasi mataram

Melipir sedikit ke pinggiran kota, Kota Tua Ampenan tentu menjadi destinasi wajib buat dikunjungi. Menjadi salah satu wilayah yang di masa lalunya berstatus sebagai Kota, tempat ini merepresentasikan dari sebuah lanskap masa lalu yang sarat akan jejak historisnya. Kini, Ampenan menjadi sebuah kecamatan dengan wilayah administratif yang terbilang luas.

Kendati masa statusnya sebagai kota berubah, tidak membuat Ampenan menghilangkan rekaman sejarahnya ker arah pembaruan. Di sejumlah titik, kita bisa menemukan deretan bangunan tua yang terkesan vintage. Jejeran bangunan itulah yang menjadi suguhan yang menarik untuk dikunjungi. Bangunan tua dengan sentuhan arsitektur Belanda begitu kental di setiap bangunan yang berjejer tersebut.

Tidak hanya itu, Ampenan yang sejatinya adalah kota pelabuhan yang sibuk di masa lalu membuatnya banyak didatangi para pendatang dari bermacam suku bangsa Indonesia. Situasi tersebutlah yang mendorong para pendatang itu menetap di Ampenan. Karena itu, tidak mengherankan jika kita bakal menemukan sejumlah kampung yang mewakili nama-nama suku, seperti kampung arab, tionghoa, melayu, Bali, Banjar, sampai Bugis di kecematan itu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here