Teknologi
Home » Blog » Realme Tinggalkan Pasar China, Penjualan Global Jadi Prioritas Utama

Realme Tinggalkan Pasar China, Penjualan Global Jadi Prioritas Utama

China

Realme Tinggalkan Pasar China, Penjualan Global Jadi Prioritas Utama Realme resmi menghentikan peluncuran produk baru di pasar China dan mengalihkan sebagian besar sumber dayanya menuju bisnis internasional. Keputusan tersebut menjadi perubahan besar bagi perusahaan teknologi yang didirikan di China, tetapi justru membangun kekuatan awalnya melalui penjualan di luar negeri.

Oppo, sebagai perusahaan induk Realme, mengonfirmasi bahwa Realme akan berfokus pada pasar luar China dan tidak lagi memperkenalkan perangkat baru untuk konsumen domestik. Pernyataan itu tidak berarti seluruh layanan Realme di China langsung berhenti dalam satu hari. Dukungan bagi perangkat yang telah beredar tetap akan diberikan melalui jaringan penjualan dan layanan Oppo.

Dengan keputusan tersebut, China tidak lagi menjadi wilayah utama untuk pengembangan dan peluncuran ponsel Realme. Produk berikutnya akan lebih banyak disusun berdasarkan kebutuhan konsumen di India, Asia Tenggara, Eropa, Amerika Latin, Timur Tengah, serta sejumlah wilayah lain tempat merek ini masih mempunyai basis pengguna kuat.

Langkah tersebut menjadi bagian dari penataan bisnis ponsel Oppo yang lebih luas. Pada Januari 2026, Realme telah resmi kembali menjadi submerek Oppo agar kedua perusahaan dapat menyatukan sumber daya dan menekan biaya operasi.

Realme Tidak Lagi Meluncurkan Produk Baru di China

Pernyataan resmi Oppo menggunakan kalimat bahwa Realme tidak lagi meluncurkan produk baru di China. Penggunaan kalimat tersebut penting karena keputusan perusahaan lebih tepat disebut sebagai penghentian bisnis produk baru daripada penutupan seluruh layanan secara mendadak.

Romokalisari Adventure Land Bersolek, Wahana Baru Siap Sambut Keluarga

Konsumen di China yang telah membeli ponsel Realme masih dapat memperoleh layanan purnajual, perbaikan, garansi, dan pembaruan perangkat melalui jaringan Oppo. Perusahaan tidak mengumumkan bahwa seluruh perangkat lama akan langsung kehilangan dukungan.

Realme juga masih mempunyai merek dagang, pengguna lama, perangkat yang beredar, dan saluran layanan di China. Namun, tidak adanya produk baru berarti bisnis domestiknya akan berkurang secara bertahap seiring perangkat lama berhenti dijual.

Laporan industri sebelumnya telah menyebut Realme tidak mempunyai rencana memperkenalkan ponsel baru di China setelah seri GT8 Pro dan Neo8. Pada Maret 2026, layanan purnajual Realme di China juga mulai digabungkan ke jaringan Oppo.

Keputusan resmi pada Juli 2026 memperjelas arah tersebut. Realme tidak hanya mengurangi jumlah model, tetapi benar benar memindahkan perhatian pengembangan produk menuju pasar internasional.

“Realme memang meninggalkan persaingan produk baru di China, tetapi perusahaan tidak serta merta memutus tanggung jawab kepada pengguna lama yang masih memakai perangkatnya.”

HP Android Terkencang Mei 2026, Red Magic 11S Pro Plus Pimpin AnTuTu

Langkah Ini Bagian dari Restrukturisasi Besar Oppo

Perubahan arah Realme tidak terjadi secara terpisah. Oppo sedang menyusun ulang pembagian wilayah, produk, tenaga kerja, pemasaran, serta layanan antara merek Oppo, Realme, dan OnePlus.

Dalam susunan baru, Realme diarahkan untuk memperkuat pasar internasional. OnePlus tetap mempertahankan perjalanan produknya di China, tetapi mengurangi kegiatan di Amerika Serikat dan Eropa. Oppo sendiri akan menjadi merek utama di sejumlah pasar premium dan wilayah yang membutuhkan jaringan ritel lebih kuat.

Strategi tersebut bertujuan mengurangi tumpang tindih. Selama bertahun tahun, Oppo, Realme, dan OnePlus sering menjual perangkat dengan spesifikasi, rentang harga, serta sasaran pengguna yang berdekatan.

Ketiganya juga memakai banyak teknologi yang sama, termasuk sistem pengisian daya, perangkat lunak, komponen kamera, baterai, dan rancangan perangkat keras. Menjalankan tim terpisah di banyak negara membuat biaya menjadi semakin besar.

Oppo kemudian memilih pembagian yang lebih tegas. Realme difokuskan kepada konsumen muda, performa tinggi, desain berani, dan harga bersaing di pasar internasional. OnePlus tetap diarahkan ke perangkat kencang dan kelas premium, sedangkan Oppo mempertahankan lini utama dengan jaringan distribusi yang lebih luas.

Intel Xeon 6 Plus Meluncur, CPU Data Center Lebih Irit dan Padat

Realme Kembali Menjadi Submerek Oppo pada Januari 2026

Realme pada awalnya lahir sebagai bagian dari Oppo sebelum berdiri sebagai merek yang dijalankan lebih mandiri pada 2018. Perusahaan didirikan oleh Sky Li, mantan eksekutif Oppo yang sebelumnya menangani bisnis internasional.

Pada Januari 2026, Realme mengumumkan kembali menjadi submerek Oppo. Penyatuan ini dilakukan untuk menggabungkan sumber daya dan menekan pengeluaran dalam pasar ponsel yang semakin ketat.

Setelah integrasi tersebut, perubahan mulai terlihat pada layanan, pengembangan produk, tenaga kerja, dan perangkat lunak. Tim Realme di sejumlah negara mulai bekerja lebih dekat dengan Oppo.

Di India, misalnya, sebagian kegiatan Realme mulai dimasukkan ke dalam struktur Oppo. Penataan itu ikut memengaruhi sejumlah jabatan dan pembagian kerja di perusahaan.

Penggabungan tidak berarti nama Realme langsung dihapus. Merek tersebut tetap dipertahankan karena mempunyai pengenalan kuat di India, Indonesia, Filipina, Vietnam, Malaysia, Eropa, dan beberapa wilayah lain.

Bagi Oppo, mempertahankan Realme lebih menguntungkan daripada membangun merek baru. Realme telah mempunyai komunitas pengguna, saluran penjualan, kemitraan dengan perdagangan elektronik, dan lini produk yang dikenal luas.

China Menjadi Pasar yang Sangat Sulit bagi Realme

China merupakan salah satu pasar ponsel paling kompetitif di dunia. Apple, Huawei, Xiaomi, Honor, Vivo, Oppo, dan sejumlah merek lain bersaing dengan teknologi, harga, jaringan toko, serta peluncuran produk yang sangat cepat.

Realme masuk ke China pada 2019 dengan memperkenalkan seri Realme X. Saat itu perusahaan membawa pendekatan yang telah berhasil di India, yaitu menawarkan spesifikasi tinggi dengan harga yang lebih terjangkau.

Strategi tersebut menghadapi tantangan besar karena pesaing lokal juga menawarkan perangkat dengan nilai serupa. Redmi dari Xiaomi, iQOO dari Vivo, serta Honor mampu menjual ponsel kencang pada kelas harga yang berdekatan.

Oppo sendiri mempunyai perangkat yang dapat bersaing langsung dengan Realme. Hal serupa terjadi pada OnePlus, terutama ketika ketiganya memakai rancangan dan perangkat lunak yang semakin mirip.

Banyaknya pilihan membuat Realme sulit memperoleh ruang yang benar benar berbeda. Perusahaan harus mengeluarkan biaya besar untuk pemasaran, penjualan daring, toko, dan pengembangan produk, sementara hasil penjualannya belum tentu sebesar pasar luar China.

Keluar dari persaingan domestik memberi kesempatan untuk memakai anggaran pada wilayah yang memiliki posisi merek lebih kuat.

India Tetap Menjadi Pasar yang Sangat Penting

India memiliki hubungan khusus dengan Realme karena menjadi tempat peluncuran perangkat pertamanya pada 2018. Realme 1 diperkenalkan kepada konsumen India sebelum merek tersebut berkembang ke banyak negara.

Merek ini tumbuh melalui penjualan daring, kerja sama dengan Flipkart, harga agresif, serta jadwal peluncuran yang cepat. India kemudian menjadi salah satu wilayah penjualan terbesar Realme.

Situs resmi Realme India masih menampilkan penjualan ponsel, tablet, perangkat audio, jam pintar, dan aksesori pada 2026. Saluran layanan dan toko daringnya juga tetap aktif.

Namun, bisnis India ikut mengalami penataan. Kepergian sejumlah eksekutif dan penggabungan tim dengan Oppo menimbulkan pertanyaan dari mitra ritel mengenai arah perusahaan.

Realme perlu meyakinkan penjual dan konsumen bahwa fokus global bukan hanya slogan. Ketersediaan unit, promosi, layanan, pembaruan perangkat lunak, dan ketersediaan suku cadang harus tetap dijaga.

India juga bukan pasar yang mudah. Vivo, Oppo, Samsung, Xiaomi, Motorola, dan sejumlah merek lokal maupun internasional terus memperkenalkan perangkat baru dengan selisih harga yang tipis.

Asia Tenggara Menjadi Wilayah Utama Pertumbuhan

Asia Tenggara merupakan wilayah yang sesuai dengan karakter Realme. Banyak konsumen mencari ponsel dengan performa baik, kamera memadai, baterai besar, serta harga yang tidak terlalu tinggi.

Indonesia, Filipina, Vietnam, Thailand, dan Malaysia telah lama menjadi pasar penting bagi seri Number, C, Narzo, dan GT. Realme juga menjual perangkat audio, tablet, dan produk rumah pintar di beberapa negara.

Di Indonesia, Realme dikenal melalui ponsel kelas pemula hingga kelas atas. Seri C menyasar pengguna dengan anggaran terbatas, seri Number berada di kelas menengah, sedangkan seri GT diarahkan kepada pengguna yang mencari performa.

Fokus keluar dari China dapat memberi Asia Tenggara lebih banyak perhatian dalam penentuan produk. Perusahaan dapat menyusun kapasitas baterai, kamera, memori, jaringan, dan harga berdasarkan kebutuhan lokal.

Peluncuran global juga berpeluang berlangsung lebih cepat. Sebelumnya, beberapa perangkat lebih dahulu diperkenalkan di China sebelum masuk ke negara lain. Dengan penghentian produk domestik, pasar internasional dapat menjadi lokasi utama peluncuran.

“Bagi konsumen Indonesia, perubahan ini berpeluang membuat produk Realme lebih disesuaikan dengan kebutuhan lokal, tetapi hasilnya tetap bergantung pada harga dan layanan setelah pembelian.”

Eropa Masih Menyimpan Peluang sekaligus Tantangan

Realme telah lama menjual perangkat di sejumlah negara Eropa. Merek ini masuk dengan pendekatan harga bersaing dan spesifikasi tinggi untuk menghadapi Xiaomi, Samsung, Motorola, dan Honor.

Dalam struktur baru Oppo, Realme disebut akan memperoleh perhatian lebih besar di sejumlah wilayah Eropa, termasuk kawasan Nordik. Oppo sendiri akan memperkuat kegiatan di Eropa Tengah.

Peluang tersebut muncul ketika OnePlus justru mengurangi kegiatannya di Amerika Serikat dan Eropa. Sebagian posisi karyawan OnePlus dilaporkan berpindah ke Oppo atau Realme.

Realme dapat memakai ruang yang ditinggalkan OnePlus untuk menawarkan perangkat kelas menengah dan kelas atas. Namun, regulasi Eropa, biaya distribusi, garansi, serta persaingan dengan merek mapan menjadi tantangan yang tidak ringan.

Konsumen Eropa juga memberi perhatian besar pada durasi pembaruan perangkat lunak, ketersediaan komponen, privasi, dan umur penggunaan perangkat.

Harga murah saja tidak cukup. Realme perlu memberi pembaruan Android lebih panjang dan menjelaskan kebijakan perbaikan dengan lebih terbuka.

Amerika Latin dan Timur Tengah Berpeluang Mendapat Lebih Banyak Produk

Selain India dan Asia Tenggara, Realme mempunyai peluang memperluas bisnis di Amerika Latin, Timur Tengah, dan Afrika Utara.

Pasar tersebut mempunyai banyak konsumen muda dengan kebutuhan perangkat yang terjangkau. Jaringan 5G juga terus berkembang sehingga permintaan terhadap ponsel kelas menengah meningkat.

Realme telah mempunyai situs dan saluran penjualan di sejumlah negara Amerika Latin, termasuk Brasil, Meksiko, Kolombia, dan Peru. Daftar wilayah pada toko Realme India menunjukkan keberadaan saluran resmi di beberapa negara tersebut.

Perusahaan dapat membawa seri dengan baterai besar, pengisian cepat, dan layar berkecepatan tinggi. Tiga fitur itu selama ini menjadi bagian penting dalam identitas Realme.

Tantangan terbesarnya adalah distribusi. Banyak negara mempunyai aturan impor, pajak, operator seluler, dan jaringan ritel yang berbeda.

Realme membutuhkan kerja sama lokal agar perangkat tersedia secara konsisten. Produk yang menarik tidak akan menghasilkan penjualan besar apabila hanya tersedia melalui jalur terbatas.

Perangkat Lunak Berpeluang Semakin Dekat dengan ColorOS

Integrasi dengan Oppo juga terlihat pada sisi perangkat lunak. Realme selama ini memakai Realme UI yang dibangun dari dasar teknologi ColorOS.

Perbedaannya terdapat pada tampilan, aplikasi bawaan, fungsi tambahan, dan sejumlah pengaturan. Namun, struktur utama keduanya telah lama memiliki banyak kesamaan.

Sejumlah laporan menyebut Realme akan semakin dekat dengan ColorOS setelah penyatuan bisnis. Dukungan layanan dan pengembangan sistem dapat dikelola bersama untuk mengurangi biaya.

Langkah ini dapat mempercepat pembaruan karena Oppo mempunyai sumber daya pengembangan yang lebih besar. Tim tidak perlu membangun banyak fitur serupa secara terpisah.

Di sisi lain, Realme perlu menjaga identitasnya. Konsumen dapat mempertanyakan alasan memilih Realme apabila perangkat lunak, desain, dan fiturnya terlalu menyerupai Oppo.

Perusahaan harus membedakan produk melalui harga, kamera, performa, desain, serta sasaran pengguna, bukan hanya melalui nama pada bagian belakang ponsel.

Seri GT Berpotensi Menjadi Etalase Teknologi Global

Seri GT selama ini menjadi lini performa tinggi Realme. Perangkat tersebut biasanya memakai chipset kelas atas, pengisian cepat, layar berkualitas, serta desain yang lebih berani.

Setelah keluar dari China, seri GT berpeluang menjadikan pasar internasional sebagai panggung utama. Peluncuran perdananya dapat dilakukan di India, Asia Tenggara, atau Eropa.

Perubahan ini penting karena konsumen global sebelumnya sering menerima produk setelah versi China diperkenalkan. Beberapa model juga mengalami perubahan nama, kamera, baterai, atau pengisian ketika masuk pasar internasional.

Fokus global dapat mengurangi perbedaan tersebut. Realme dapat mengembangkan satu perangkat utama untuk banyak negara dengan penyesuaian jaringan dan aturan setempat.

Namun, harga seri GT harus tetap dijaga. Saat masuk kelas premium, Realme berhadapan langsung dengan Samsung, Apple, Xiaomi, Honor, Vivo, dan Oppo.

Konsumen kelas atas mempertimbangkan kamera, pembaruan perangkat lunak, ketahanan air, kualitas bodi, ekosistem, serta nilai jual kembali. Performa chipset bukan satu satunya ukuran.

Seri C dan Number Tetap Menjadi Penopang Penjualan

Walaupun seri GT mendapat banyak perhatian, volume Realme lebih banyak ditopang perangkat terjangkau dan kelas menengah.

Seri C menawarkan harga rendah dengan baterai besar dan desain yang dibuat menarik. Seri Number membawa kamera, layar, dan pengisian yang lebih baik untuk konsumen kelas menengah.

Dua lini tersebut cocok untuk India, Indonesia, Filipina, Vietnam, Amerika Latin, dan negara lain yang mempunyai pasar ponsel terjangkau dalam jumlah besar.

Fokus global dapat membuat jadwal peluncuran menjadi lebih teratur. Realme tidak lagi harus menyusun produk khusus untuk melawan Redmi, iQOO, dan Honor di China.

Namun, terlalu banyak model tetap harus dihindari. Peluncuran berdekatan dengan nama yang mirip dapat membingungkan pembeli dan membuat dukungan perangkat lunak semakin berat.

Perusahaan perlu mengurangi tumpang tindih antara Realme C, Narzo, Number, serta lini Oppo A dan Reno.

Konsumen Lama di China Tetap Mendapat Dukungan

Keputusan tidak meluncurkan produk baru menimbulkan pertanyaan mengenai pemilik perangkat Realme di China. Oppo menyatakan layanan perangkat lunak dan purnajual tetap dijamin melalui jaringan perusahaan.

Penggabungan layanan sebenarnya dapat memberi keuntungan karena Oppo mempunyai pusat perbaikan dan jangkauan lebih luas.

Pengguna dapat membawa perangkat ke jaringan yang telah ditentukan untuk perbaikan, klaim garansi, dan kebutuhan suku cadang.

Namun, Realme tetap perlu menjelaskan durasi dukungan untuk setiap model. Konsumen membutuhkan kepastian mengenai pembaruan keamanan, versi sistem operasi, serta ketersediaan komponen.

Ponsel yang baru dibeli seharusnya tidak kehilangan pembaruan hanya karena merek berhenti meluncurkan produk baru di wilayah tersebut.

Kepercayaan di China juga dapat memengaruhi pandangan konsumen internasional. Cara Realme menangani pengguna lama akan menjadi ukuran tanggung jawab perusahaan saat melakukan penataan bisnis.

Keluar dari Negara Asal Bukan Berarti Realme Berhenti Menjadi Merek China

Realme tetap merupakan perusahaan yang berasal dari China dan berada di bawah Oppo. Pusat pengembangan, rantai pasok, manufaktur, dan banyak tenaga ahlinya tetap mempunyai hubungan kuat dengan industri China.

Yang berubah adalah sasaran penjualannya. China tidak lagi menjadi pasar konsumen utama untuk perangkat baru Realme.

Model bisnis seperti ini bukan hal yang sepenuhnya asing. Sebuah merek dapat berasal dari satu negara, tetapi memperoleh sebagian besar penjualan dari wilayah lain.

Realme sendiri sejak awal tumbuh melalui India dan pasar internasional. Perusahaan baru memasuki China sekitar satu tahun setelah pendiriannya.

Dengan demikian, keputusan keluar dari China dapat dilihat sebagai kembalinya Realme kepada arah awalnya, yaitu menjadi merek yang dibangun untuk pengguna di luar pasar domestik.

Fokus Global Harus Dibuktikan melalui Layanan

Pernyataan fokus global akan diuji melalui tindakan perusahaan selama beberapa tahun berikutnya.

Realme harus menjaga pembaruan perangkat lunak, stok suku cadang, pusat servis, dan garansi. Konsumen tidak hanya menilai spesifikasi saat peluncuran, tetapi juga pengalaman memakai perangkat setelah dua atau tiga tahun.

Jadwal pembaruan selama ini menjadi salah satu titik yang sering dibandingkan dengan Samsung dan Google. Kedua perusahaan tersebut menawarkan dukungan panjang pada banyak produknya.

Realme perlu meningkatkan kebijakan tersebut apabila ingin memperbesar penjualan kelas menengah atas. Integrasi dengan Oppo dapat membantu karena pengembangan sistem dilakukan menggunakan sumber daya bersama.

Perusahaan juga harus menjaga komunikasi. Restrukturisasi, pergantian pimpinan, dan perubahan wilayah dapat menimbulkan kekhawatiran di kalangan distributor maupun pembeli.

Keterangan resmi yang jelas akan mengurangi rumor mengenai penghentian merek atau hilangnya layanan.

Persaingan Global Tidak Lebih Mudah daripada China

Keluar dari China mengurangi satu arena persaingan yang sangat padat, tetapi pasar internasional juga mempunyai tantangan besar.

Samsung dan Apple menguasai banyak negara melalui merek kuat dan jaringan luas. Xiaomi, Honor, Motorola, Vivo, dan Oppo bersaing keras pada kelas menengah.

Di India dan Asia Tenggara, selisih harga kecil dapat mengubah keputusan pembeli. Promosi, cicilan, bonus, dan kerja sama dengan toko mempunyai peran besar.

Di Eropa, konsumen menuntut dukungan panjang dan kepatuhan terhadap regulasi. Di Amerika Latin, distribusi dan kerja sama operator menjadi bagian penting.

Realme harus memilih wilayah dengan hati hati agar anggaran tidak tersebar terlalu tipis. Penghentian bisnis China memberi sumber daya tambahan, tetapi perusahaan tetap tidak dapat mengejar seluruh negara sekaligus.

Prioritas kemungkinan diberikan kepada pasar yang sudah mempunyai penjualan, komunitas, dan saluran distribusi kuat.

Realme Memasuki Babak Baru sebagai Merek Internasional Oppo

Keputusan tidak lagi meluncurkan produk baru di China menjadi perubahan paling besar Realme sejak kembali menjadi submerek Oppo pada Januari 2026.

Perusahaan kini mempunyai tugas yang lebih jelas. Realme akan menjadi salah satu alat utama Oppo untuk menjangkau konsumen muda dan pembeli yang mencari performa tinggi dengan harga bersaing di luar China.

China akan lebih banyak dilayani oleh Oppo dan OnePlus. Realme membawa namanya ke India, Asia Tenggara, Eropa, Amerika Latin, Timur Tengah, serta wilayah lain yang dinilai memberi ruang pertumbuhan lebih besar.

Strategi tersebut dapat mengurangi persaingan internal, menyatukan layanan, dan menekan biaya. Namun, penyatuan juga berisiko membuat Realme kehilangan ciri apabila produknya terlalu dekat dengan Oppo.

Perusahaan perlu menjaga desain, harga, dan identitas seri agar konsumen tetap mempunyai alasan memilih Realme.

Keluar dari pasar domestik bukan jaminan keberhasilan global. Langkah ini baru memberi Realme kesempatan memakai sumber daya secara lebih terarah.

Keberhasilannya akan terlihat dari kualitas produk, ketepatan harga, ketersediaan perangkat, pembaruan sistem, serta kemampuan menjaga pengguna lama. Realme telah memilih arena internasional sebagai pusat bisnisnya. Kini perusahaan harus membuktikan bahwa keputusan tersebut dapat mengubah restrukturisasi menjadi pertumbuhan yang bertahan lama.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share

BABE181 Pesaing Terdepan Sekarang Dalam Situs Slot Online Terlengkap dengan Hadiah Togel terjelasBABE181 Tempat Berkelas Bermain Game Online Terlengkap Tahun 2026 dengan RTP Tertinggi Sekarang.KENZO688 Solusi Tempat Bermain Game Online Paling Lengkap dengan Winrate Tertinggi dan Memiliki Pasaran Togel Resmi Terjitu