Pawai Tatung, Budaya Ekstrim dari Singkawang Kalimantan Barat

0
47
pawai tatung

Kali ini kita akan berkenalan dengan salah satu budaya anti mainstream yang ada di Singkawang, Kalimantan Barat. Pawai Tatung, adalah tradisi yang mungkin menakutkan untuk Sebagian orang mengingat tradisi ini berlangsung dengan menusuk-nusukan benda tajam ke anggota tubuh pesertanya.

Apasih Pawai Tatung?

Sebagai salah satu kota di Kalimantan Timur, Singkawang menjadi kota yang terkenal karena memiliki populasi orang Tionghoa yang cukup banyak di sana. Nama Singkawang sendiri ternyata berasal dari kata San Khew Jong yang berarti suatu kita di bukit yang dekat dengan laut. Singkawang memiliki populasi masyarakat Tionghoa sebanyak 42% sebagai mayoritas. Sisanya masyarakat asli Kalimantan timur dan pendatang dari pulau-pulau sekitarnya.

Lebih lanjut, Kota Singkawang ini memiliki julukan sebagai kota dengan seribu Klenteng. Saking banyaknya masyarakat Tionghoa yang mendirikan tempat beribadah mereka. Tetapi, cerita lain datang dari Pawai Tatung sebagai salah satu contoh warisan budaya Kalimantan Tengah yang sampai sekarang masih menjadi tradisi yang sering dilakukan

Perayaan pawai tersebut biasanya dilakukan bertepatan dengan menjelangnya perayaan Cap Go Meh pada hari ke-15 setelah tahun baru Imlek di tanah Singkawang. Tradisi Tatung sendiri menyajikan aktrasi yang cukup ekstrim. Yaitu tradisi menusuk-nusuk anggota tubuh dengan benda-benda tajam

Arti kata Tatung

Tatung berasal dari bahasa orang-orang sana untuk menyebut atraksi ekstrim tersebut. Hakka sebagai Bahasa asli orang Kalimantan Timur menyebutkan bahwa Tatung adalah orang yang sudah dirasuki oleh roh halus dari Dewa atau leluhur mereka. Datangnya roh yang masuk ke dalam salah satu peserta pawai Tatung ini dimediasi dengan mantra-mantra khusus yang diucapkan oleh sesepuh adat.

Pada perayaan Cap Go Meh di Singkawang. Pawai ini menjadi salah satu kegiaatan yang dinantikan warga masyarakat. Kejadian-kejadian menarik dan atraksi-atraski tidak masuk akal adalah daya Tarik warga sekitar untuk melihat langsung kemeriahan pawai tersebut.

Bayangkan saja, sesorang yang sudah dimantrai sebelumnya menjadi tidak sadarkan diri. Lantas tiba-tiba mengambil alat-alat tajam untuk ditusukkan ke anggota tubuhnya. Yang ditusuk-tusuk biasaya daerah badan dan pipi. Supaya meriah, para peserta pawai ini dibekali dengan menggunakan pakaian khas Tionghoa.

Normalnya, banyak penonton yang merasa takut, ngeri bahkan lari karena tidak kuasa melihat adegan seperti itu. Tetapi untuk masyarakat sekitar, adat ini menjadi tontonan yang biasa saja. Karena pada akhir pawai, para peserta yang melakukan atraksi tersebut sama sekali tidak ada yang mengalami luka serius.

Sejarah Pawai Tatung

Berawal dari ekspansi bangsa Tionghoa yang dilancarkan oleh suku Khek dari China 400 tahun yang lalu ke daratan Kalimantan yang waktu itu dipimpin seroang sultan. Sultan Sambas menjadikan para pendatang tersebut sebagai penambang emas di Motedaro. Suatu ketika masyarakat tionghoa tersebut tiba-tiba mendapatkan penyakit yang tidak diduga. Mereka meyakini bahwa penyakit tersebut telah disebarkan oleh Roh Jahat.

Karena belum adanya fasilitas pengobatan yang memadai kala itu, mereka berinisiatif melakukan ritual untuk menolak bala. Sebutan untuk ritual tersebut bernama Ta Ciau. Nah, Ta Ciau ini lah yang menjadi asal muasal pawai Tatung di Singkawang Di zaman sekarang, ritual yang dilangsungkan ketika Festival Cap Go Meh berlangsung ini bertujuan untuk menyucikan jalanan dari segala kesialan. Mereka meyakini masih ada roh jahat yang bermain-main di sekitar kota sehingga perlu dibersihkan supaya tidak mendatangkan sial.

RuangGuru

Tinggalkan Balasan