Kenalan dengan Rejang Renteng, Tarian Sakral Ibu-ibu di Bali

0
26

Bicara bali dan tariannya, tidak melulu soal tari Kecak ya. Ada tarian lainnya yang tidak kalah sakral, tarian ini bernama Rejang Renteng. Dari tulisan ini kita akan kenalan lebih lanjut tentang kenapa tarian tersebut dianggap sakral, sejarahnya dan lain sebagainya. Yuk kita simak

Sebagai salah satu pulau yang selalu didatangi wisatawan baik yang lokal maupun dari internasional. Bali menjadi tempat Indonesia untuk mengenalkan Indonesia kepada dunia, ragam budaya bali bisa saja menjadi wakil Indonesia di mata turis yang ada di sana. Bahwa Indonesia ini kaya akan budaya, dan seni tari adalah salah satunya.

Asal Kata Rejang Renteng

Di tanah kelahiran seni tari ini berasal, Bali. Rejang Renteng memiliki arti tua atau sudah berkeluarga. Ini senada dengan tarian yang dilakukan mengingat peserta tarian ini diwajibkan adalah seorang perempuan yang sudah menikah. Ibu-ibu atau setingkatnya. Tarian ini memang sederhana, mereka mengedepankan olah rasa ketimbang Gerakan atraktif lainnya.

Jadi pola yang dilakukan oleh ibu-ibu ini bukan tentang Gerakan yang meliuk-liuk seperti tari jaipong dari Sunda atau tarian lainnya di berbagai daerah Indonesia. Sederhana tapi tetap tida bisa dianggap sepela ya. Mengingat harus ada rasa yang dimainkan oleh ibu-ibu yang menjadi peserta tarian ini

Pakaian Sederhana

rejang renteng

Sebagai tarian tradisional Bali, yang kaya akan budaya. Pakaian yang digunakan oleh penari ini terbilang sangat sederhana juga. Hanya memakai kebaya putih polos dengan sarung berwarna kuning. Kebaya yang digunakan harus benar-benar polos tidak ada motif sedikit pun dan tidak diperkenankan untuk menggunakan kebaya lengan pendek.

Mengingat soal olah rasa ini. Beberapa budayawan Bali ingin mengatakan bahwa tarian ini adalah tarian olah rasa, bukan olah raga. Jadi perasaan yang dimainkan, bukan raga seperti tarian lain pada umumnya.

Dalam satu paket penari ini biasanya di isi 5 sampai dengan 9 perempuan yang statusnya sudah menikah. Dengan angka-angka yang ganjil karena merupakan sebuah peraturan yang sudah diatur pemangku adat sebelumnya

Tarian Sakral

Alasan kenapa tarian ini disebut tarian sakral adalah karena fungsi tarian ini yang juga dipergunakan sebagai tari wali atau tari yang dilakuan saat piodalan. Erat kaitannya dengan niskala atau hubungannya dengan Tuhan.

Seringnya tarian Rejang Renteng ini ditarikan di Pura ketika kegiatan piodalan. Menjadi tarian wajib pada prosesi keagamaan. Setiap penari memiliki tugas tersendiri ketika mulai menari, mereka harus menarikan tarian ini dengan tulus dan Ikhlas.

Saking sakralnya untuk peserta yang menari tarian ini di area pantai, tidak diperkenankan untuk menari membelakangi pantai. Semuanya harus menari saling berhadap-hadapan dan menghadap ke pantai (bukan membelakanginya)

Memilih pakaian kebaya putih juga salah satu bagian sakral dalam tarian ini. Warna putih pada baju diisyaratkan sebagai manusia yang harus terhindar dari perkara yang tidak baik kembali kepada kesucian. Warna putih tersebut juga menandakan bahwa penari memiliki niat yang tulus dan ikhlas. Melakukan tarian ini hanya karena ditujukan kepada Tuhan. Bukan yang lain.

Penutup

Sebagai tarian yang terlahir dari daerah Budaya, Bali. Rejang Renteng selalu menjadi tarian yang syarat akan keagamaan dan nilai-nilai sakral dari leluhur. Ini menjadi tugas generasi selanjutnya untuk selalu melestarikan budaya ini agar tidak punah diterjang ganasnya budaya modern.

Selalu turut serta dalam proses pelestarian ini dengan menjadi bagian dari penikmat budaya tradisional seluruh Indonesia, khususnya Bali.

Abiku Memang Beda

Tinggalkan Balasan