Filosofi Dan Makna Di Balik Rumah Adat Tongkonan Yang Unik

0
55
rumah adat tongkonan

Indonesia adalah negara kepulauan yang sangat luas dan memiliki keragaman suku, budaya, adat istiadat dan agama. Setiap daerah di Indonesia memiliki rumah adat yang menggambarkan ciri khas daerah tersebut. Salah satu rumah adat yang paling populer adalah rumah adat Tongkonan.

Rumah adat dari kabupaten Tana Toraja di provinsi Sulawesi Selatan ini mampu memukau wisatawan domestik dan mancanegara. Rumah adat ini sangat ikonik, karena konon merupakan rumah bekas raja-raja yang sarat makna. Tak heran jika salah satu rumah adat Toraja ini, paling banyak di kunjungi wisatawan.

Filosofi Rumah Adat Tongkonan

Tongkonan berasal dari kata “tongkon” yang artinya duduk, akhiran ’an’ bisa di katakan tempat. Jadi arti Tongkonan secara umum adalah tempat duduk. Konon, istilah ini muncul karena fungsi utama rumah adat Tongkonan sebagai tempat duduk-duduk atau berkumpulnya orang desa. Mereka menggunakan rumah adat sebagai tempat musyawarah untuk menyelesaikan masalah-masalah adat.

Dari segi bentuk, desain, dekorasi dan posisi, rumah adat ini memiliki nilai-nilai filosofi yang tinggi. Misalnya saja, rumah Tongkonan ini selalu menghadap ke utara. Hal ini di karenakan penduduk setempat meyakini bahwa lokasi Puang Matua atau Yang Maha Kuasa berada di bagian utara dunia. Rumah yang menghadap Puang Matua di anggap menghormati dan akan selalu mendapat berkah.

Karena besarnya filosofi yang terkandung di dalam rumah Tongkonan, tak heran jika rumah adat Tongkonan tak bisa di miliki secara perorangan. Rumah ini hanya bisa di miliki secara turun-temurun antara anggota keluarga atau marga suku Toraja. Selain itu rumah adat ini memiliki beberapa fungsi sebagai pusat budaya, sosial, pembinaan keluarga dan pusat kemasyarakatan.

Bahan Pembuatan Rumah Adat Tongkonan

Tongkonan merupakan rumah adat yang di bangun dari batang kayu dan lembaran papan kayu uru, yang banyak tumbuh di Sulawesi. Atap rumah yang terbuat dari bambu adalah bagian paling mencolok, karena berbentuk menyerupai perahu.

Hal ini menjadi pengingat bagi masyarakat Toraja, bahwa leluhur mereka bisa sampai di Sulawesi dengan menggunakan perahu.

Di setiap rumah akan di temukan kepala kerbau dan tanduk-tanduknya. Jumlah tanduk kerbau menandakan status sosial orang Toraja. Semakin banyak tanduk yang di miliki, semakin tinggi derajat pemilik rumah.

Harga satu ekor kerbau di Toraja berkisar antara 60 juta sampai 600 juta per ekor, tergantung warna kerbau tersebut. Kebayang kan, besarnya biaya yang di keluarkan untuk membangun rumah adat Tongkonan.

Patung Patung yang Menghiasi Rumah Adat Tongkonan

Di beberapa rumah Tongkonan terdapat tambahan patung kepala ayam atau naga. Hal ini menandakan bahwa pemilik rumah adalah orang yang di tuakan. Deretan simbol di dinding rumah, semakin memperjelas status pemiliknya. Tak ketinggalan ukiran kepala kerbau dan beberapa simbol lain menambah keunikan rumah Tongkonan.

Selain simbol-simbol tersebut, Rumah adat Tongkonan juga memiliki empat warna dasar yang sarat makna. Warna merah yg identik dengan darah melambangkan kehidupan manusia, warna kuning berarti anugerah dan kekuasaan sang Ilahi. Putih menggambarkan warna daging dan tulang yang bermakna suci. Sedangkan warna terakhir yaitu warna hitam memiliki arti kematian dan kegelapan.

Interior Rumah Tongkonan

Bagian dalam rumah Tongkonan memiliki tiga ruang, yaitu utara, tengah dan selatan. Bagian utara (Tengalok) di fungsikan sebagai ruang tamu dan tempat menaruh sesaji. Ruang tengah (Sali) di gunakan untuk pertemuan keluarga, ruang makan, dapur, dan tempat untuk meletakkan jenazah. Pada sisi bagian selatan (Sumbung) di gunakan untuk ruang kepala keluarga.

Sampai saat ini rumah tongkonan masih jadi pegangan hidup masyarakat Tana Toraja. Tongkonan menjadi pengingat tradisi, budaya dan peradaban nenek moyang mereka. Selain unik dan penuh filosofi rumah adat yang sarat makna ini, menjadi magnet bagi wisatawan untuk berkunjung. Penasaran dengan bentuk asli Tongkonan? yuk berkunjung ke Tana Toraja!

RuangGuru

Tinggalkan Balasan