Watu Amben, Terjebak di Antara Dua Batas Wilayah

0
6
Watu Amben, Terjebak di Antara Dua Batas Wilayah

Tidak jauh dari titik lokasi Bukit Bintang, salah satu spot yang mulai mendapatkan perhatian adalah Watu Amben. Seperti Bukit Bintang, lokasi tersebut juga menyuguhkan pemandangan indah yang lapang dari ketinggian.

Watu Amben berada di titik puncak Bukit Seribu. Nah, di sini kita bakal menikmati suasana nongkrong sembari menikmati keindahan bentangan alam yang menjadi sajian utama dari tempat ini.

Dari segi pemandangan, apa yang terlihat dari Watu Amben tidak akan jauh berbeda dari Bukit Bintang. Namun, banyak juga para pengunjung yang berpendapat bahwa panorama di lokasi ini lebih ideal, karena luas jarak pandangan memang terasa lebih lengang.

Selain itu, lokasi yang sedikit lebih jauh dari Bukit Bintang nampaknya membuat Watu Amben tidak terlalu padat kunjungan. Namun, hal ini tentu tetap menjadi alternatif atau mungkin nilai tambah yang akan memberikan kenyamanan bagi para pengunjung.

Ada Apa di Sini?

Dengan sedikit usaha lebih karena tidak berada persis di pinggir jalan, pengunjung yang ingin melepas penat, layak menyambangi Watu Amben. Salah satu perbedaan yang terasa adalah karakteristik lokasi yang lebih tinggi dibanding Bukit Bintang.

Aspek ini agaknya bertautan dengan anggapan kebanyakan wisatawan yang pernah berkunjung. Kendati memiliki atraksi utama berupa lanskap pemandangan, penataan dan susunan fasilitasnya lah yang membedakannya dari tempat-tempat sejenisnya.

Tidak cuma menghadirkan pemandangan malam berupa kerlip bintang dan lampu kota, sajian momentum matahari terbenam kala senja juga menjadi bagian menarik lainnya. Ditambah lagi, pengunjung juga bisa melihat tiga gunung sekaligus 一Gunung Merapi, Merbabu, dan Sumbing一 dari kejauhan jika cuacanya mendukung saat pagi atau sore hari.

Di lokasi ini, kita juga bisa menemukan spot ciamik untuk berfoto. Terdapat beberapa spot yang instagramable di Watu Amben. Suasana yang terasa lebih tenang dengan dekorasi yang dirancang sedemikian rupa, bisa jadi faktor yang membuat pengunjung bisa berkreasi dalam berburu foto.

Material bambu terlihat dominan menyelimuti dekorasi di tempat ini. Gazebo, dan warung-warung atau cafe yang ada pun tidak lepas dari material tersebut. Sehingga, lokasi Watu Amben seolah lebih terasa menguatkan sisi kesederhanaan yang alami.

Asal-usul Watu Amben

Belum cukup di situ saja, adanya batu besar yang berbentuk seperti ranjang tidur di sisi jurang di ketinggian ratusan meter membuatnya punya ciri tersendiri. Dan, ciri inilah yang menjadi rujukan nama dari Watu Amben itu sendiri.

Sesuai dengan namanya, istilah Watu Amben memang diadopsi dari Bahasa Jawa. Kata “Watu” berarti Batu, dan “Amben” merujuk pada tempat tidur. Bisa dibilang, Watu Amben sendiri bermakna: tempat tidur yang terbuat dari batu.

Letak batu ini pun tak luput dari buruan para pengunjung untuk melihat pemandangan dari batu tersebut. Untuk diketahui, ranjang tidur batu itu sendiri berwarna kehitaman yang merupakan ciri khas dari jenis batuan vulkanik.

Daya tarik yang dimiliki Watu Amben pun tak hanya tentang pemandangan, melainkan juga nongkrong, dan menjadi spot yang tak kalah fotogenik. Menariknya lagi, semua itu bisa didapat tanpa harus mengkhawatirkan tarif retribusi alias tiket masuk.

Pengunjung hanya perlu membayar tarif parkir motor dikenakan Rp2 ribu dan Rp5 ribu untuk mobil. Lokasinya pun dibuka 24 jam yang dilengkapi dengan fasilitas seperti toilet umum dan jalan setapak yang aman diakses para pengunjung untuk berjalan menuju lokasi puncak bukit Watu Amben.

Selain nama, tempat ini juga tak lepas dari keyakinan sejarah warga sekitar. Meskipun masih belum jelas catatan sejarahnya, Bukit Watu Amben dipercaya warga sekitar digunakan sebagai tempat beristirahat pasukan Kerajaan Mataram di masa lalu.

Tak berbeda dengan keyakinan tersebut, sebelum seterkenal sekarang pun tempat ini dijadikan tempat peristirahatan oleh warga sekitar. Di sekitar lokasinya, warga setempat biasanya mencari kayu bakar atau rumput untuk pakan ternak.

Salah Satu Warung Menarik

warung watu amben

Setelah dikenal dan menjadi salah satu “lantai dua”-nya Yogyakarta, kawasan Watu Amben telah dilengkapi beberapa fasilitas menarik. Tempat-tempat makan yang tersebar di sejumlah titik di kawasan bisa jadi spot menikmati apa yang ada di Watu Amben.

Dengan kehadiran akomodasi ini, jelas memberikan kawasan ini napas untuk menarik perhatian pengunjung, baik dari warga dalam maupun di luar Yogyakarta itu sendiri. Dan, poin ini lah yang menjadi salah satu cara pengunjung bagaimana menikmati suasana di tempat ini.

Dari beberapa tempat yang bisa dipilih, terdapat sebuah kedai sederhana yang sempat viral di lini masa platform media sosial Instagram beberapa waktu lalu. Adalah Warung Teduh YK yang menjadi salah satu spot favorit pengunjung di dekat lokasi inti Watu Amben.

Areal kedai ini sendiri cukup luas, meskipun nampak mungil jika dilihat dari luar. Terbagi menjadi dua bagian, warung ini memiliki areal dua lantai. Untuk menikmati lanskap pemandangan yang luas, pengunjung biasanya memilih nongkrong dari area outdoor-nya di lantai satu.

Secara konsep, kedai Warung Teduh YK didominasi oleh area duduk lesehan. Di area outdoor disediakan areal lesehan tersebut yang dilengkapi beanbag untuk memberikan pengunjung agar lebih nyaman duduk dan bersantai.

Tak hanya itu, tempat ini juga menyediakan menu-menu makanan yang bisa kita nikmati dengan harga yang relatif terjangkau. Mulai dari Rp5 – Rp14 ribu saja, pengunjung sudah dapat menikmati menu-menu seperti tempe mendoan, singkong goreng, roti bakar hingga aneka minuman seperti teh dan kopi.

Untuk makanan berat, tersedia juga menu olahan mie dan nasi. Selain makanan, fasilitas lain seperti toilet dan mushola untuk mendukung akomodasi pengunjung yang —secara umum, mampir ke kawasan Watu Amben— datang ke kedai ini.

Rute Menuju Watu Amben

Untuk menyambangi lokasi Watu Amben, Bukit Bintang bisa menjadi patokan rutenya jika datang dari pusat Kota Yogyakarta. Dari sana, kita perlu melanjutkan perjalanan sekitar 2 km. Rute ini membuat kita akan melewati Tugu “Selamat Datang” Gunung Kidul.

Terus ikuti Jalan Wonosari sampai perempatan jalan dekat Kantor Polisi Patroli Jalan Raya Patuk, ambil jalan ke kiri, yakni Jalan Dlingo-Patuk. Kita akan melihat papan arah yang menunjukkan lokasi Watu Amben untuk diikuti.

Namun jangan salah, meski melewati kabupaten Gunung Kidul, Watu Amben sendiri berada di Kabupaten Bantul. Lokasi yang tepatnya berada di Jalan Dlingo-Patuk, Kecamatan Piyungan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Berada di Watu Amben akan membuat kita seolah terjebak di antara dua wilayah. Batas antara wilayah Kabupaten Bantul dan Gunung Kidul. Otomatis, di Watu Amben kita akan nongkrong melihat pemandangan di antara batasan tersebut.

Nah, buat yang ingin mencari penginapan di sekitar lokasi, kita bisa memilih penginapan di dekat Bukit Bintang agar lebih nyaman. Penginapan yang bisa dipilih di sana rata-rata menawarkan harga menginap berkisar antara Rp200 – 350 ribuan per malamnya.

Tinggalkan Balasan