Tradisi Unik Lompat Batu Nias

0
12
lompat-batu-nias
Lompat Batu Nias - sumber gambar: catatanrelis.blogspot.com

Tradisi lompat batu Nias menjadi salah satu tradisi yang sangat populer, bahkan kepopulerannya sudah mendunia. Orang Indonesia sendiri mengenal tradisi ini karena sudah sering disiarkan di televisi dan juga pernah diabadikan di dalam mata uang pecahan seribu rupiah pada tahun 1992. Hingga saat ini tradisi tersebut masih dilakukan hingga saat ini.

Buat anda yang berwisata ke Nias, sangat disarankan agar menyaksikan tradisi unik tersebut. Dalam bahasa Nias sendiri kegiatan lompat batu tersebut disebut sebagai Fahombo atau Hombo Batu. Berikut penjelasan singkat tentang tradisi lompat batu tersebut.

lompat batu nias dalam uang seribu rupiah

Makna Tradisi Lompat Batu

Pada awal mulanya kegiatan lompat batu Nias tersebut merupakan sebuah latihan fisik yang dibalut dengan ritual. Makna utama dari tradisi lompat batu tersebut adalah sebagai ritual pendewasaan atau syarat seorang pemuda layak disebut sebagai pria dewasa. Jika seorang pria sudah mampu melompati batu tersebut, maka dia sudah layak disebut sebagai seorang prajurit.

Susunan batu yang harus dilompati memiliki tinggi sekitar 2 meter, dan ketebalan batu mencapai 40 cm. Biasanya pemuda Nias yang sudah berusia 10 tahun, sudah mulai dipersiapkan untuk mengikuti giliran “Fahombo” tersebut. Atraksi lompat diikuti dengan ritual khusus, sehingga busana yang dikenakan juga harus busa adat (busana pejuang Nias).

Jika berhasil melompat, maka pria tersebut dianggap sudah dewasa, dan siap mengarungi rumah tangga. 

Lokasi Atraksi Lompat Batu Nias

Saat ini atraksi lompat batu tersebut sudah bisa disaksikan sebagai sebuah pertunjukan. Jadi bagi anda yang berkunjung ke pulau Nias, bisa menyaksikan keseruan atraksi tersebut sebagai hiburan saat berwisata.

Lokasi atraksi lompat batu tersebut ada di desa Bawomataluo, kecamatan Fanayama, Kabupaten Nias Selatan. Desa Bawamataluo ini merupakan sebuah desa wisata di Nias. Desa ini memiliki sebanyak 137 rumah adat, atau yang biasa disebut dengan Omo Sebua (rumah raja).

Bentuk desa ini juga sangat unik, yakni menerapkan pola perkampungan dengan huruf T. jadi bisa dipastikan anda akan mendapatkan pengalaman menarik dan menyenangkan saat berkunjung ke desa wisata Bawamataluo tersebut.

Tarif Untuk Menyaksikan Tradisi Lompat Batu

tradisi lompat batu

Saat anda berkunjung ke desa wisata Bawamataluo Nias tersebut, Anda akan menemukan pemuda nias yang mengenakan pakaian adat pejuang, yakni mengenakan busana hitam, dengan corak kuning dan merah. Untuk menyaksikan tradisi lompat batu tersebut, anda cukup membayar tarif sebesar 150.000 rupiah saja.

Dengan tarif tersebut, Anda bisa menyaksikan 2 pemuda Nias melakukan lompatan sebanyak satu kali. Tentunya jika menyaksikannya rame – rame, tarif tersebut terhitung sangat murah.

Selain menyaksikan tradisi lompat batu, Anda juga bisa menikmati hidangan kuliner khas daerah setempat. Menyaksikan tradisi lompat batu Nias pasti lebih seru sambil menikmati kuliner setempatnya.

Tinggalkan Balasan