Tari Topeng Betawi: Sejarah, Gerakan, dan Properti

0
10
tari topeng betawi

Tari Topeng Betawi merupakan sebuah tarian khas betawi yang biasanya dibawakan saat diadakannya pementasan grup teater-rakyat Topeng Betawi. Seni ini merupakan sebuah pertunjukan tradisional berbagai bentuk kesenian dan budaya betawi, misalnya tari, musik tradisional, lagu tradisional, lawak atau bebodoran, dan juga lakon atau drama.

Kesenian ini sangat berkembang khususnya di daerah komunitas Betawi-Pinggir atau Betawi Ora. Dengan mengangkat dan menggambarkan berbagai masalah dalam kehidupan masyarakat Betawi, bentuk dan gerakan tari topeng betawi menyiratkan berbagai makna dalam setiap gerakan tubuh para penarinya.

Seiring berkembangnya waktu, tari topeng betawi biasanya dimodifikasi sesuai dengan Tema pementasan saat tarian Topeng Betawi ditampilkan. Sebab, tema dalam sebuah pementasan akan sangat mempengaruhi berbagai gerakan dalam tarian ini.

Uniknya, tari Topeng Betawi adalah sebuah tari yang tidak hanya bersifat teatrikal, namun ia  menyiratkan berbagai pesan kebijaksanaan dalam hidup bermasyarakat dalam berbagai gerakan tari yang ditampilkan.

Pada zaman dahulu, Tari Topeng Betawi di pentaskan dan pertontonkan dengan cara berkeliling kampung oleh kelompok penggiat kesenian Betawi. Kelompok ini biasanya tampil dan diundang dalam berbaagai acara, misalnya  pesta pernikahan, pesta khitanan, dan lain sebagainya. Masyarakat Betawi pada zaman dahulu juga mempercayai dan meyakini bahwa tarian Topeng Betawi mampu menghindarkan dan menjauhkan masyarakat dari berbagai marabahaya maupun bencana.

Namun, seiring berkembangnya pengetahuan dan perubahan jaman, kepercayaan tersebut pelan-pelan mulai luntur dan bahkan hilang. Hingga akhirnya, saat ini tari Topeng Betawi ditampilkan secara murni sebagai kesenian dan hiburan tradisional semata dalam berbagai acaran hajatan maupun acara adat selainnya.

Rangkaian Tari Topeng Betawi

Pementasan tari Topeng Betawi pada saat ini dibagi ke dalam beberapa bagian atau segmen, yaitu dimulai dan diawali dengan dimainkannya permainan musik “tetalu”, tetalu yaitu sebuah instrumentalia khas betawi. Berikutnya, Setelah musik instrument tetalu selesai, akan muncul dan tampil para penari-Kangaji, yaitu sebuah tarian dasar atau sebuah tarian khsusus pembelajaran untuk anak-anak yang berkeinginan belajar dengan serius tari Topeng Betawi.

Setelah Usainya penampilan tari Kangaji, dengan diiringi lagu berlanggam sari, akan muncul kembali seorang penari perempuan (yang disebut “ronggeng”) bertopeng untuk membawakan sebuah tarian bertopeng Tunggal.

Setelah itu, Urutan selanjutnya adalah tari Lipet Gandes, tari lipet gandes adalah sebuah kesenian yang mengkombinasikan antara tarian dan juga lawakan yang sangat lucu. Sebab, setelah selesainya penampilan tari tersebut, akan muncul seorang tokoh lucu atau tokoh “bodor”, yang akan mengajak sang penari untuk berdialog dan mempelajari cara menari, namun dengan model dan gaya yang sangat lucu.

Jika tari Lipet Gandes berakhir, akan dilanjutkan dengan penampilan tari Enjot-enjotan secara berpasangan laki-laki dan perempuan.

Tari ini mempunyai lagu pengiring khusus, yaitu di antaranya yaitu lagu ailo, lagu enjot-enjotan, dan juga lagu lipet gandes, yang di dalamnya akan muncul sangat banyak irama musik yang bernuansa pengaruh budaya Sunda.

Berikutnya, Setelah penampilan tari Enjot-enjotan, penampilan pertunjukan akan diakhiri dengan acara lawakan. Biasanya, cerita dalam lawakan ini sangat sederhana dan juga dalam durasi yang tidak terlalu lama.

Hal inilah yang membedakan rangkaian acara kesenian topeng betawi pada zaman dahulu dan sekarang, sehingga saat ini pementasan tari topeng Betawi tidak lagi berlangsung lama dan tidak lagi semalam suntuk sebagaimana zaman dahulu.

Gerakan Tari Topeng Betawi

Gerakan penari pada Tari Topeng betawi sangat mengandalkan kelembutan gerakan tangan, kelincahan pinggul, dan juga ketahanan kaki. Dalam tari ini, Para penari sering melakukan gerak menurunkan badan, sehingga mereka sangat membutuhkan ketahanan kaki. Demikian juga dengan tangan, bagian Tangan juga harus lentur, sebab gerakan-gerakan dalam tari ini selalu menyertakan juga berbagai gerakan putaran, khususnya pada pinggul dan juga bagian tangan para penari.

Gerakan tari topeng betawi pada bagian pinggul terlihat sedikit erotic, saat melakukannya para penari terlihat seakan sedang menggoda para penonton, hingga mereka berteriak ramai. Namun, sangat tidak mudah untuk mendapatkan Respon meriah dari para penonton. Sebab, respon penonton hanya didapatkan oleh para penari pandai dan piawai dalam memperagakan gerakan tarian topeng betawi. Inilah yang menyebabkan sebagian orang mengatakan bahwa sangat Tidak mudah menjadi seorang penari pada pagelaran tari Topeng Betawi.

Syarat Penari

Setiap penari pada tari Topeng betawi wajib memenuhi tiga persyaratan berikut agar dapat memperagakan tari Topeng betawi dengan sangat baik, yaitu:

1) Gandes; artinya yaitu lemah gemulai;

2) Ajer; artinya yaitu ceria dan riang; hal ini dimaksudkan agar apapun yang dialami dan terjadi pada diri pribadi seorang penari, sang ronggeng tidak boleh terlihat sedih atau murung;

3) Penari diharuskan menari dengan lepas, lincah, dan tanpa beban apapun.

Kostum dan Properti Tari Topeng Betawi

Kostum penari bagi para penari Topeng Betawi bergantung pada tema acara yang akan menjadi tempatt dipentaskannya tari ini. Namun, kostum tersebut tidak lepas dari ciri khas pakaian Betawi. Para Penari lelaki seringkali mengenakan pakaian hitam, pakaian kaos oblong, bawahan celana panjang, sarung yang dililit pendek, dan juga dilengkapi dengan peci atau pun ikat kepala.

Adapun para Penari perempuan, mereka biasanya menggunakan kain kebaya dan juga kain batik khas Betawi, yang lengkap dengan kain penutup dada atau toka-toka. Selain itu, mereka juga memakai ikat pinggang dari logam atau pending, mengenakan selendang atau kewer, menggunakan penutup perut atau amprang, dan juga memakai penutup panggul atau andong.

Pada Bagian kepala, penari perempuan mengenakan penutup kepala berwarna-warni, yang serign di sebut juga dengan nama kembang topeng. Para Penari tari Lipet Gandes pun biasanya dilengkapi dengan sebuah kipas besar sebagai penutup wajah, khususnya saat berdialog ciridengan “bodor” dengan pelawak, ataupun dikenakan saat menyanyi.

Para Penari Tari Topeng Tunggal sering dilengkapi dengan tiga buah topeng untuk dikenakannya selama menari. Topeng-topeng tersebut akan dipakai dengan cara digigit pada pegangan topengnya dari bagian belakang, agar supaya topeng tersebut terlihat menempel di wajah.

Perkembangan Variasi

Seiring dengan perkembangan masyarakat dari waktu waktu, tari Topeng Betawi pun menjadi berkembang dan memiliki variasi yang sangat banyak. Bahkan, sudah seringkali dibawakan secara lepas tanpa adanya lagi pertunjukan tari Topeng Betawi.

Setelah lahirnya tari Topeng Tunggal yang sering ditampilkan dalam rangkaian tari topeng ini, lahir juga tari-tarian baru yang kemudian dimasukkan ke dalam jenis rumpun baru dari tari Topeng Betawi.

Akan tetapi, meskipun tari-tarian tersebut masuk dalam kategori rumpun tari Topeng, namun hanya pada tari Topeng Tunggal para penarinya menggunakan sebuah topeng dalam penampilan tariannya.

Hingga saat ini, terdapat Beberapa jenis variasi tari Topeng Betawi, di antaranya yaitu:

1) Tari Lipet Gandes,

2) Tari Topeng Tunggal,

3) Tari Enjot-enjotan,

4) Tari Gegot,

5) Tari Topeng Cantik,

6) Tari Topeng Putri,

7) Tari Topeng Ekspresi,

8) Kang Aji.

Sementara itu, terdapat sangat banyak jenis tari baru yang lahir karena mendapat inspirasi dari gerakan tari Topeng, antara lain yaitu tari Ngarojeng, tari Doger Amprok, tari Gitek Balen, tari Kembang Lambang Sari, tari Nandak Ganjen, dan juga tari Topeng Sengget.

Tinggalkan Balasan