Tari Legong, Gerakan Tari Artistik Penuh Pesona

0
118
tari legong
Tari Legong - sumber gambar: indonesia.go.id

Tari Legong asal kata dari Bahasa Bali “leg” artinya gerakan tari yang luwes, lentur, dan lemah gemulai. Lalu, kata “gong” mengambil dari unsur alat musik tradisional gamelan. Jadi, Tari Legong bisa diartikan sebagai tarian yang gerakkannya memiliki keterikatan dengan musik pengiringnya, yakni gamelan.

Pertunjukan tari ini dibawakan oleh kelompok penari wanita yang berjumlah dua orang atau lebih. Kedua penari utama yang menarikan disebut Legong, sedangkan penari tambahan disebut Condong. Penari yang membawakan harus dalam keadaan suci dan belum mengalami siklus menstruasi.

Tari ini memuat unsur mengenai nilai keagaman dan sejarah budaya Bali. Gerakannya merupakan perwujudan ungkapan rasa syukur dan terima kasih rakyat Bali kepada nenek moyang atas keberkahan melimpah untuk keturunannya. Namun, seiring perkembangan zaman, tidak terbatas hal itu sebab mengalami transformasi menjadi tarian hiburan dan penyambutan yang menarik wisatawan.

Dikenal sebagai tarian para bangsawan sebab hanya populer di lingkungan keraton/istana saja. Tetapi, beberapa ahli dan peminat tari mengembangkan agar bisa ditarikan oleh wanita umum. Langkahnya, dengan mengubah, menambah, dan mengurangi beberapa gerakan tari serta tidak memakai topeng lagi. Sehingga, tari yang dinikmati sekarang berbeda dengan tari awal mulanya.

Jenis dan Properti Tari Legong

Ada 18 jenis Tari Legong selain Tari Legong Lasem (Legong Kraton) sebagai tari paling tua. Selain itu, ada jenis Legong Jobog bercerita tentang Subali-Sugriwa menjadi kera ketika berebut ajimat. Legong Legod Bawa bercerita tentang persaingan antara dewa Wisnu dan dewa Brahma untuk mencari lingga Dewa Syiwa.

Ada juga Legong Playon, Legong Smaradahana, Legong Sudarsana, Legong Andir/Nandir, Legong Kuntul, Legong Untung Surapati, dan Legong Mintaraga. Tarian ini begitu khas dengan gerakan tangan penari, liukan lentur tubuh, dan lirikan mata yang tajam. Disertai iringan musik gamelan yang mengalun merdu menjadikan tiap gerakan tari terlihat artisik dan mempesona.

Tarian akan lebih bernilai estetis dengan menambah properti. Tarian ini didukung properti lain, selain kipas sebagai properti utama. Properti pendukungnya, antara lain gelungan (hiasan kepala bernama sambeh bintang terbuat dari janur.ron dihiasi plendo dan daun puring). Kipas tangan berwarna terang dan mengkilap, serta bagian tengah bercorak panjang dan lancip pada ujungnya.

Udeng masuk properti tari berupa ikat kepala pepundakan berbentuk segitiga bagian belakang. Kembang goyang dipasang dekat mahkota berbentuk panjang ke arah atas terdiri atas bunga-bungaputih. Mahkota warna keemasan dengan hiasan menjuntai dibagian kanan dan kiri. Badong berupakalung yang menutupi leher hingga dada dan terbuat dari kulit hewan. Gelang khas ukian Bali dari perak, berat 25 mg.

Gerakan Dasar Tari Legong

Tari Legong mempunyai beberapa elemen gerakan yang bermuara pada dasar yang sama,yakni gerak tari Gambuh. Dasar-dasar gerak tari terbagi menjadi 3 jenis sesuai Lontar Panititaling Pagambuhan, yaitu Agem, Tandang, dan Tangkep. Berikut penjelasan dasar gerak Tari Legong.

  1. Agem

Gerakan dasar tari yang bergantung pada penari dalam memerankan berbagai macam tokoh yang dimainkan disebut Agem.Penari dituntut bisa dan mampu memerankan berbagai tokoh pada cerita yang dimainkan.

  • Tandang

Tandang merupakan bagian Tari Legong berupa cara berjalan dan bergeraknya penari. Para penari akan berjalan dan bergerak sesuai iringan gambuh. Tandang meliputi, ngelikas atau berjalan silang, nyeleog, nyelendro, nyeregseg atau bergeser cepat, tandang nayog (berjalan), tandang niltil, nyamung, dan agem nyamir.

  • Tangkep

Gerakan dasar ekspresi yang digabung dengan gerakan pendukung disebut tangkep. Meliputi, gerak mata, leher, jemari, dan gerakan pada saat mamakai kipas. Gerakan mata (dedeling dan manis ceregu). Gerakan leher (gulu wangsul, ngurat daun, ngilen, ngeliyet, dan ngotak bahu. Gerakan jemari (nyelering, girah, dan nredeh). Lalu, gerakan nyingkel, nyekel, dan ngaliput saat menggunakan kipas.

Tari sebagai warisan keragaman kebudayaan berharga yang harus dilestarikan. Sepeti halnya dengan Tari Legong sebagai bagian dari tari tradisional/klasik yang berasal dari Bali. Dengan mengetahui dan memahami tentang tari akan meningkatkan kecintaan pada seni budaya. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan