Sejarah Sastra Indonesia

0
8
sejarah sastra indonesia

Saat mempelajari karya sastra pastinya tidak akan lengkap kalau kamu tidak mempelajari sejarahnya juga. Dengan mengetahui sejarah sastra Indonesia kamu diharapkan mampu untuk melestarikan karya-karya sastra lawas maupun yang baru.

Karya sastra merupakan sebuah sarana untuk mengekspresikan diri dan juga emosi yang ada pada diri seseorang. Karya sastra seseorang seringkali dapat menggambarkan karakter dari para penulisnya. Karya sastra juga seringkali digunakan untuk mengemukakan pendapat atau pun mengkritik hal-hal tertentu.

Menjelajahi dunia sastra tentunya menjadi hal yang sangat asik untuk dilakukan. Mulai dari membaca karya-karya jaman dahulu yang sangat sarat akan budaya dan sejarah. Hingga membaca kara-karya sastra baru yang memiliki cerita yang jauh berbeda dengan karya sastra lawas.

Di Indonesia sendiri karya sastra sudah berkembang sejak sebelum abad ke-20. Hal inilah yang membuat Indonesia kaya akan karya sastra karena memang karya sastra di Indonesia sudah ada sejak dahulu. Karya sastra yang awalnya hanya berbentuk lisan, seiring berjalannya waktu mulai berkembang menjadi berupa tulisan seperti cerpen, puisi, novel, dan lain sebagainya.

Sejarah Sastra Indonesia

Sejarah perkembangan dunia sastra di Indonesia memang sudah dimulai sejak sebelum abad ke-20. Karya sastra di jaman tersbut memiliki bentuk dan juga isi yang sangat berbeda dengan karya sastra yang ada setelah jaman-jaman penjajahan.

Periode sastra secara umum dibagi menjadi dua yaitu periode sastra baru dan periode sastra lama. Kedua periode tersebut masih akan dibagi kembali menjadi beberapa periode. Nah untuk mengetahui lebih jauh mengenai sejarah sastra Indonesia dan juga perkembangannya, kamu bisa simak penjelasan berikut ini.

Periode Sastra Lama

Periode sastra lama merupakan sebuah periode sastra yang di mana karya sastra belum terkena pengaruh dari barat. Jadi, bisa dikatakan karya sastra pada periode sastra lama masih bersifat tradisional.

Karya sastra pada jaman ini memiliki beberapa ciri-ciri, seperti pencipta yang tidak diketahui, masih berupa sastra lisan, dan lebih banyak mengisahkan tentang cerita tentang kerajaan, istana, serta tokoh-tokoh seperti raja, dewa, dan lainnya. Periode sastra lama ini masih dibagi kembali menjadi beberapa angkatan.

Angkatan Pujangga Lama

Angkatan pertama dari karya sastra yang ada di Indonesia yaitu angkatan pujangga lama yang sudah ada dari sebelum abad ke-20. Pada angkatan ini, karya sastra masih berupa lisan dan banyak dipengaruhi oleh Bahasa melayu. Bentuk karya sastra pada angkatan ini berupa syair, pantun, gurindam dan juga hikayat.

Karya sastra ini banyak muncul di Indonesia khususnya daerah Sumatera dan Semenanjung Malaya. Salah satu sastrawan yang terkenal dari periode ini adalah Hamzah Fansuri dengan karyanya yang diberi judul “Syair Burung Unggas”.

Angkatan Sastra Melayu Lama

Angkatan sastra melayu lama dimulai dari tahun 1870 hingga 1942. Angkatan sastra melayu lama ini juga masih banyak berkembang di daerah Sumatera. Pada angkatan ini bentuk karya sastra masih sama seperti pada angkatan pujangga lama yaitu berupa syair dan hikayat. Yang membedaannya adalah pada angkatan ini mulai dikenal terjemahan novel barat.

Periode Sastra Baru

Periode sastra yang selanjutnya yaitu periode sastra baru. Pada periode ini bentuk karya sastra mulai berkembang. Periode sastra baru dimulai pada tahun 1920-an.

Pada periode sastra baru, karya sastra mulai mendapatkan pengaruh dari dunia barat sehingga terjadi perkembangan yang cukup pesat. Dari yang awalnya berupa lisan, kini telah berkembang menjadi karya-karya yang berbentuk tulisan. Bentuk-bentuk karya sastra pada periode ini berupa prosa, seperti novel, cerpen, drama, dan lain-lain.

Angkatan Balai Pustaka

Angkatan balai pustaka menjadi tonggak munculnya periode baru pada sastra. Angkatan balai pustaka dimulai pada tahun 1920 hingga 1930-an. Balai pustaka sendiri merupakan sebuah penerbitan yang banyak menerbitkan karya-karya sastra yang terkenal.

Angkatan balai pustaka memfokuskan diri pada karya sastra dengan tema sosial. Beberapa penulis yang terkenal dari angkatan balai pustaka yaitu Marah Rusli dengan karyanya Siti Nurbaya.

Angkatan Pujangga Baru

Angkatan pujangga baru dimulai dari tahun 1930-an hingga 1940-an. Istilah pujangga baru ini muncul karena adanya suatu majalah bernama Pujangga Baroe.

Majalah tersebut juga banyak melahirkan sastrawan yang terkenal salah satunya yaitu Sutan Takdir Alisyahbana. Karena sudah mendapat banyak pengaruh dari luar, karya sastra pada angkatan ini memiliki tema yang cenderung dinamis dan individualistis.

Angkatan 45

Angkatan 45 merupakan sastra yang lahir pada masa-masa kemerdekaan Indonesia. Tentunya hal ini membuat tema-tema mengenai nasionalisme banyak mempengaruhi karya sastra.

Ciri-ciri karya sastra pada angkatan ini yaitu lebih bebas dari karya sastra yang ada pada angkatan pujangga baru, universal, dan juga realistik. Tokoh sastrawan yang terkenal dari periode ini adalah Achdiat Kartamiharja, Amir Hamzah, dan Chairil Anwar.

Angkatan 50 an

Karya sastra pada angkatan ini mulai banyak didominasi dengan karya yang berbentuk cerpen dan juga puisi. Tema yang banyak muncul pada angkatan ini yaitu realis-sosialis.

Salah satu karya sastra yang sangat terkenal dari angkatan ini yaitu majalah sastra kisah Suhan H.B. Yasin. Selain itu juga ada N.H. Dini yang juga terkenal akan karya-karya sastranya yang berbentuk cerpen.

Angkatan 66-70 an

Pada angkatan ini mulai terkenal karya sastra berjenis sastra kontemporer. Karya sastra 66-70 an memiliki ciri mengesampingkan unsur makna dan lebih menekankan pada bermainan bunyi dan bentuk grafisnya.

Pada periode ini muncul banyak sekali sastrawan di antaranya Arifin C. Noer, Sutardji Calzoum Bachri, Putu Wijaya, Goenawan Muhamad, dan Budi Darma.

Angkatan 80 an

Pada angkatan ini roman percintaan mulai diangkat dalam karya sastra. Banyak karya-karya yang muncul dengan tema-tema percintaan yang dipadukan dengan lingkup persoalan tradisional dan juga modern.

Salah satu sastrawan yang terkenal dengan karyanya yang penuh dengan percintaan yaitu Mira W. Marga T. Selain itu juga ada banyak penulis atau sastrawan lain seperti Pramoedya Ananta Toer, Ahmad Tohari, serta Darman Moenir.

Angkatan Reformasi

Pada angkatan ini banyak diangkat isu-isu mengenai reformasi. Hal ini lantaran pada tahun 1990 an memang keadaan Indonesia sedang kacau dan banyak yang meneriakkan reformasi. Sebagai salah satu bentuk kritik kepada pemerintah, banyak sastrawan yang membuat karya dengan tema-tema reformasi.

Sastrawan yang terkenal dari angkatan reformasi yaitu Sutardji Calzoum Bachri, Ahmadun Yosi Herfanda, dan Acep Zamzam Noer. Mereka banyak menyuarakan pendapatnya melalui karya sastra.

Mempelajari sejarah sastra tentunya menjadi hal yang sangat asik terlebih jika kamu merupakan penikmat sastra. Dengan mempelajari sastra dan sejarahnya, kamu mendapatkan banyak ilmu Mulai dari mengetahui keadaan atau situasi saat karya seni tersebut dibuat, pesan moral, hingga mengetahui karakter dari penulis karya sastra itu sendiri. Dengan mengetahui sejarah sastra Indonesia pastinya bisa meningkatkan minat baca dan juga mampu melestarikan karya sastra tersebut.

Tinggalkan Balasan