Pesona Gereja Ayam Bukit Rhema di Borobudur Magelang

7
56
gereja ayam magelang
Gereja Ayam - sumber gambar: dokumen pribadi

Ketika berkunjung ke Magelang banyak desnitasi wisata yang indah salah satunya Gereja Ayam Bukit Rhema di Borobudur, Magelang. Berikut pesona Gereja Ayam Bukit Rhema di Borobudur yang bisa dijadikan alternatif wisata

Sejarah Berdirinya Gereja Ayam

Rumah doa bukit Rhema atau Gereja ayam yang ada di bukit Rhema awalnya dibangun  oleh  Daniel Alamsjah yang beragama Nasrani.

Daniel membangun rumah doa Bukit Rhema yang terkenal dengan nama Gereja Ayam Bukit Rhema. Bukan berbentuk ayam melainkan burung merpati.

Bangunan ini dibangun bukan untuk bangunan gereja, tetapi menurut Daniel membangun sebuah rumah doa tempat bagi orang-orang yang percaya pada Tuhan.

Seiring bergulirnya waktu bangunan ini tidak selesai sempurna, karena keterbatasan dan pertentangan dari warga sekitar.

Kini gereja ayam semakin dikenal dan sempat viral setelah gereja ayam ini digunakan sebagai tempat syuting AADC.

Saat itu ada Cinta dan Rangga berwisata di atas mahkota kepala bangunan gereja ayam.

Gereja ayam kini menjadi sorotan masyarakat setelah diunggah lewat media sosial.

Seiring bergulirnya waktu rumah Doa Bukit Rhema oleh masyarakat setempat terkenal dengan sebutan Gereja Aya .

Gereja ayam, sebuah bangunan berbentuk seekor ayam yang tengah duduk dan bagian kepalanya terdapat mahkota disebuah bukit yang dinamakan Bukit Rhema  .

Rumah doa bukit Rhema atau Gereja ayam ini berada  tepatnya di Dusun Gombong, desa Kembanglimus, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah kini tengah mendunia hingga dikenal sampai ke mancanegara.

Banyak wisatawan mancanegara yang berkunjung ke gereja ayam dan memiliki sebutan tersendiri seperti gereja Chicken, gereja Bird, gereja Dove hingga sebutan Pigeon Hill.

Pesona Gereja Ayam Bukit Rhema 

Pesona rumah doa bukit Rhema atau gereja ayam memiliki gaya arsitektur bangunannya begitu eksotif dibeberapa bagian bangunan.

Bangunan gereja ayam terbagi menjadi beberapa bagian mulai dari tingkat pertama hingga tingkat keempat atau mahkota gereja ayam. Berikut bagian-bagian bangunan gereja ayam Bukit Rhema 

Tingkat Pertama Langit-langit gereja 

Ketika masuk ke dalam bangunan gereja ayam Kamu dapat melihat dengan jelas keseluruhan ruangan gereja ayam.

Dari tingkat pertama terlihat beberapa pilar yang terbengkalai disudut bagian ekor.

Terlihat juga di bagian ekor yang dihiasi jendela berbentuk bunga hingga langit-langit bangunan.

Pada langit bangunan gereja ayam terdapat motif salib yang menarik menghiasi bangunan ini.

Tingkat kedua, leher ayam spot foto perbukitan 

Tingkat kedua ini berada dilantai kedua bangunan gereja ayam. Tingkat bangunan kedua bisa dilihat dengan menaiki tangga yang terbuat dari perpaduan  bambu dan kayu.

Pada bagian leher gereja ayam terdapat jendela-jendela kecil berbentuk jajar genjang yang terpasang pada dileher gereja ayam.

Dari bagian leher gereja ayam dapat dengan jelas melihat keindahan alam sekitar bangunan gereja yang menawan.

Tingkat ketiga, paruh ayam 

Bagian lain dari bangunan gereja ayam yaitu paruh ayam. Paruh ayam menjadi bagian tertinggi kedua sebelum pada bagian keempat mahkota ayam.

Bagian paruh ayam bergincu berwarna merah merekah. Bagian paruh ayam bisa dilihat dengan menaiki tangga. Dari paruh ayam melihat indahnya pemandangan alam sekitar gereja.

Tingkat keempat, mahkota ayam  tempat melihat sunrise matahari di senja hari 

Bagian keempat dari bangunan gereja ayam yaitu mahkota ayam menjadi bagian puncak dan tertinggi bangunan gereja ayam.

Masuk bagian mahkota gereja ayam wisatawan harus antri, karena akses jalan sempit. Wisatawan harus bergantian menuju ke bagian mahkota gereja ayam.

Ketika sampai mahkota gereja ayam rasa lelah terbayarkan oleh panorama alam yang menawan.

Dari mahkota gereja ayam bisa melihat keindahan alam sekitarnya. Terlihat deretan Gunung yang ada sekitar gereja ayam seperti Gunung Merbabu, Merapi, Sindoro, perbukitan Menoreh yang ada di sebelah barat.

Bagian mahkota gereja ayam juga bisa melihat kemegahan Candi Borobudur yang berselimut kabut.

Bagian mahkota gereja ayam Kamu juga bisa melihat keindahan sunrise matahari saat terbenam di ufuk barat .

Melihat Berbagai koleksi lukisan 

Setelah lelah keliling gereja ayam dengan naik ke beberapa tingkat di bangunan rumah doa. Kamu bisa melihat-melihat koleksi lukisan di salah satu ruangan dalam gereja ayam.

Dalam ruangan gereja ayam bukit Rhema banyak dijumpai berbagai jenis lukisan dari tema edukasi hingga tema alam.

Tema lukisan yang lain tidak kalah menarik yaitu tema bahaya narkoba, perjalanan hidup hingga tema lukisan nasionalisme.

Menikmati kuliner khas Bukit Rhema 

Ketika berkunjung ke Bukit Rhema tempat lokasinya gereja ayam. Wisatawan tidak saja menikmati indahnya bangunan gereja ayam. Wisatawan juga bisa menikmati kuliner khas Bukit Rhema.

Kedai rakyat w’dank Bukit Rhema nama area kuliner yang bisa dijumpai ketika berkunjung ke kawasan Bukit Rhema.

Menu kuliner khas Bukit Rhema 

Menu yang disajikan oleh kedai rakyat w’dank umumnya kuliner tradisional. Menu khas Bukit Rhema yaitu singkong goreng.

Singkong goreng khas Bukit Rhema unik cara menikmatinya yaitu dengan sambal tradisional.

Singkong goreng dengan balutan sambal tradisional ini diberi nama Latel Gombong Cassava.

Singkong goreng dengan sambal tradisional hasil dari penduduk sekitar yaitu Dusun Gombong. Dusun Gombong adalah lokasi tempat berdirinya Gereja Ayam.

Pengujung bisa menikmati lezatnya singkong goreng dengan balutan sambal tradisional dengan menukar karcis tiket masuk.

Menu lain yang bisa dinikmati oleh wisatawan yakni angkringan. Menu angkringan terdiri dari nasi bungkus, gorengan hingga aneka sate .

Menu angkringan khas Bukit Rhema diolah oleh warga setempat sehingga citarasanya tidak diragukan lagi. Menikmati kuliner khas Bukit Rhema sembari melihat indahnya pemandangan sekitar gereja ayam menjadi pengalaman tak terlupakan.

Harga tiket masuk ke Gereja Ayam Bukit Rhema 

Tiket Masuk : Rp 5.000
Tiket Domestik :Rp 20.000
Tiket Mancanegara : Rp 30.000
Jeep/orang sekali jalan : Rp 7.000
Harga Parkir Rp 2000 Kendaraan Mobil/motor

Jam buka Gereja Ayam Bukit Rhema 

Wisata Gereja Ayam Bukit Rhema buka setiap hari dari pagi sampai sore hari

Jam Buka : Senin-Jumat 06.00 – 16.30 WIB
Sabtu – Minggu 05.00 – 16.30 WIB

Lokasi Gereja Ayam Bukit Rhema 

Letak rumah doa  bukit Rhema yang tidak jauh dari kawasan wisata Candi Borobudur. Lokasi gereja ayam tepatnya berada di Karangrejo Gombong, Kurahan, Kembanglimus , Borobudur, Magelang 56553.

Akses jalan menuju Gereja Ayam Bukit Rhema 

Akses jalan menuju ke Gereja Ayam Bukit Rhema bisa dilalui dua jalur. Akses jalan pertama mulai dari Yogyakarta dan Magelang menuju ke Candi Borobudur.

Dari depan taman Candi Borobudur belok ke kiri sampai menemukan papan  petunjuk jalan menuju ke Bukit Rhema. Ikuti jalan ini sampai nanti menemukan area parkir Gereja Ayam.

Jalur kedua mulai dari kawasan Punthuk Setumbu. Jalur dari Punthuk Setumbu ini berupa jalan setapak yang berada di tengah hutan  menuju ke Bukit Rhema dengan mengikuti papan petunjuk arah.

Ketika sampai di parkir Gereja Ayam. Kamu masih jalan lagi menuju Gereja Ayam  berada di atas bukit yang akses jalannya menanjak. 

Kamu bisa jalan kaki dari area parkiran ke atas bukit. Akses jalan yang menanjak menjadi tantangan menarik.

Pemandangan alam sekitar jalan menuju bukit Rhema masih alami dan asri.

Selain jalan kaki Kamu juga bisa naik mobil jeep menuju ke Bukit Rhema dengan membayar ongkos sewa.

Itulah beberapa informasi tentang wisata Gereja Ayam Bukit Rhema di Borobudur, Magelang. Jawa Tengah. Informasi tentang wisata Gereja Ayam Bukit Rhema ini bisa menjadi rekomendasi alternatif wisata 

7 KOMENTAR

  1. Saya banyak mendengar tentang keindahan gereja ini, tapi saya belum pernah mengunjunginya. Tulisan ini memberikan penjelasan yang baik yang bikin saya ngiler untuk mengunjunginya.
    Kalau ke Borobudur saya pernah. Siapa tahu saya ada kesempatan lagi mengunjungi Borobudur dan pastinya nanti tak akan dilewati untuk mengunjungi gereja ini.

    Terima kasih atas informasinya.

    Salam dari saya di Sukabumi.

  2. Aku belum pernah ke Magelang kang, padahal jarak nya cukup dekat dari Tegal kalo pulang kampung. Tapi kalo kesana paling mampirnya ke candi Borobudur.

    Wah, ternyata itu dulu buat tempat syuting film ada apa dengan cinta ya, pantesan terkenal.😃

  3. Pengen banget dong saya ke sini, pernah baca di postingan siapa ya, pertama kali tuh, lalu liat di film AADC 2, jadi makin mupeng, tiketnya juga murmer banget ya 🙂

Tinggalkan Balasan