Perbedaan Kuliah Diploma dan Sarjana

0
43
kegiatan mahasiswa di laboratorium
kegiatan mahasiswa di laboratorium - sumber foto: polinela.ac.id

Kebanyakan dari kita pasti akan merasakan kebingungan setelah hari kelulusan SMA berlalu. Terutama bagi yang ingin melanjutkan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi. Pada saat ingin memilih jurusan untuk kuliah, kebanyakan anak SMA cenderung berpikir soal pendidikan sarjana alias S1. Tidak hanya yang akan kuliah, orang tua yang akan membiayai pun turut dibuat kebingungan.

Apalagi berbagai program bimbingan belajar sering kali menawarkan jaminan lulus ke jurusan-jurusan S1. Padahal, ada banyak jenjang pendidikan lain yang bisa kita pilih usai lulus SMA, lho. Salah satunya adalah jenjang pendidikan vokasi atau yang lebih dikenal dengan istilah diploma.

Beberapa orang sekadar menjadikan pendidikan vokasi sebagai cadangan saja. Pendidikan strata satu tetap dianggap primadona oleh anak-anak muda. Padahal, ada banyak kelebihan dari pendidikan vokasi yang belum banyak diketahui. Lagipula, tidak semua orang cocok dengan pendidikan sarjana. Ada banyak orang yang ternyata bisa lebih berhasil ketika mengambil kuliah diploma.

Apa itu Pendidikan Vokasi?

Pendidikan vokasi merupakan pendidikan tinggi yang ditujukan untuk kepentingan praktis dimulai dari D-I, D-II, D-III, Sarjana Terapan, Magister Terapan dan Doktor Terapan yang berfungsi mengembangkan peserta didik agar memiliki pekerjaan keahlian terapan tertentu melalui program vokasi dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional.

Pendidikan vokasi merupakan pendidikan yang mengarahkan mahasiswa untuk mengembangkan keahlian terapan, beradaptasi pada bidang pekerjaan tertentu dan dapat menciptakan peluang kerja. Pendidikan vokasi menganut sistem terbuka (multi-entry-exit system) dan multimakna (berorientasi pada pembudayaan, pemberdayaan, pembentukan watak, dan kepribadian, serta berbagai kecakapan hidup life skill.

Pendidikan vokasi berorientasi pada kecakapan kerja sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terapan serta sesuai dengan tuntutan kebutuhan lapangan kerja.

Perbedaan Pendidikan Vokasi dan Sarjana

Kurikulum Kuliah

Dalam pendidikan akademik alias sarjana, beban SKS yang Anda ambil adalah sekitar 144-160 SKS. Sementara itu, SKS dalam pendidikan vokasi hanya berjumlah 110-120 saja. Fokus dari pendidikan akademik adalah untuk mengasah kemampuan riset para mahasiswanya. Sehingga di akhir perkuliahan, mereka diwajibkan untuk membuat skripsi. Skripsi tersebut wajib dipertahankan pada saat sidang, di depan para dosen.

Sementara itu, mahasiswa vokasi tidak perlu membuat skripsi. Mereka juga tidak perlu mengikuti sidang. Untuk bisa lulus dari program vokasi, biasanya para mahasiswa diwajibkan mengikuti magang atau kerja praktek dan membuat laporan sederhana. Fokus pendidikan vokasi sendiri adalah pada keterampilan pada bidang tertentu.

Waktu yang Harus Ditempuh

Untuk menyelesaikan pendidikan akademik, Anda membutuhkan waktu sekitar 3,5-6 tahun. Rata-rata mahasiswa menyelesaikan jenjang ini dalam waktu 4-4,5 tahun. Sementara itu, para mahasiswa pendidikan vokasi bisa menyelesaikan kuliah dalam kurun waktu 3-5 tahun.

Kampus Vokasi Politeknik Negeri Lampung

Bagi kalian yang sedang mencarai informasi mengenai kampus vokasi, berikut ini adalah informasi salah satu pilihannya yaitu Politeknik Negeri Lampung. Politeknik Negeri Lampung atau yang lebih dikenal dengan POLINELA adalah perguruan tinggi vokasi. Saat ini Polinela memiliki 5 Jurusan dan 23 Program Studi yang menyelenggarakan program diploma tiga, sarjana terapan dan pascasarjana.

Jurusan unggulan yang terdapat di Polinela antara lain: Budidaya Tanaman Pangan, Budidaya Tanaman Perkebunan, Teknologi Pertanian, Peternakan serta Ekonomi dan Bisnis. Jadi, bagi kamu yang tertarik untuk melanjutkan pendidikan vokasi di Polinela, segera meluncur ke website resmi Politeknik Negeri Lampung ya untuk informasi lebih lanjut.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini