Pengaruh Anak Sekolah Terlalu Dini

0
19
pengaruh anak sekolah terlalu dini

Sejatinya anak usia dini itu berada pada masa yang asik bermain, meskipun mereka berada pada usia golden age, bukan berarti sebagai orang tua memaksakan anak untuk bersekolah. Pada usia emas tersebut anak memang memiliki daya serap yang kuat, namun belum sewajarnya anak untuk mengikuti dunia sekolah.

Karena pada usia emas tersebut, anak lebih membutuhkan peran dari orang tuanya. Biasanya jika anak terlalu dini bersekolah akan mengakibatkan rasa bosan, kesepian atau bahkan takut, marah stress dan lelah.  Karena waktu mereka bermain tergantikan dengan bersekolah.

Meskipun untuk PAUD itu, notabene bermain, namun sejatinya anak- anak usia dini belum bisa memahami bermain bersama atau berbagi mainan. Menurut bunda Elly Risman, bagian otak anak usia dini yang sedang berkembang pesat adalah pusat perasaan, bukan pusat berpikir. Kebutuhan anak di usia 0-8 tahun adalah bermain dan kelekatan.

Untuk itu, jelas bahwa sejatinya anak usia dini lebih membutuhkan kelekatan dengan orang tuanya, seperti hanya sekedar bermain ciluba, atau membuat mainan edukasi dari kardus bekas. Itu justru akan menambah kreatifitas anak ketika ia belajar sambil bermain. Dan dengan mengajari anak membuat sesuatu dari bahan bekas yang ada, akan memberikan pengajaran bahwa tidak semuanya mainan itu harus dibeli, atau bermain tidak selalu menggunakan mainan.

Pada dasarnya, menurut bunda Elly Risman, “balita harus menjadi anak yang bahagia, bukan anak yang pintar”. Orang tua yang menyekolahkan anaknya sejak dini biasanya berargumen bahwa anak perlu belajar sosialisasi sejak dini dan berbagi. Namun, menurut bunda Elly “anak usia di bawah lima tahun belum saatnya belajar bersosialisasi. Ia belum bisa bermain bersama, baru bisa bermain bersama-sama”.

Menurut bunda Elly Risman, jika semakin awal orang tua menyekolahkan anak, maka semakin cepat anak akan mengalami bosan kesepian, takut, marah, stres, dan lelah (BLAST). Dan “anak yang mengalami BLAST itu lebih rentan menjadi pelaku dan korban bullying, pornografi, serta kejahatan seksual”. Sejatinya anak dimasukan sekolah pada usia yang sudah matang. Dimana mereka sudah bisa menerima dan memeperlihatkan minat dan bakatnya.

Seperti yang dikatakan oleh bunda Elly, anak bisa dimasukkan ke sekolah jika ia sudah menunjukkan minat (yang menetap) untuk bersekolah serta dapat menunjukkan kemampuannya di sekolah. Usia yang tepat menurut bunda Elly adalah 5 tahun untuk TK A, 6 tahun untuk TK B, dan 7 tahun untuk SD.

Untuk itu, orang tua harus belajar mengkomunikasikan kepada anak, kapan ia mau untuk bersekolah dan tidak memaksakan diri agar anak bersekolah teralalu dini. Upayakan untuk lebih menjalin kedekatan dengan anak agar anak pada usia golden age dapat berkembang dengan baik. Biarkan anak menjadi bahagia bermain hingga masa bersekolah yang tepat.