Mengenal Musem di Yogyakarta

0
30
museum diponegoro
Museum Diponegoro

Selain terkenal kulinernya, di Yogyakarta memiliki beberapa museum peninggalan masa terdahulu. Jogja terlahir sebagai kota surga yang ada Indonesia. Lautnya terdampar luas, wisata alam yang setiap tahun bermunculan satu demi satu, dan orangnya ramah-ramah menjadikan siapa saja yang disini selalu sulit untuk meninggalkan begitu saja.

Seperti museum ada musem Diponegoro, museum Vredeburg, museum Afandi, museum Keraton, museum Pahlawan Pancasila, museum Batik Yogyakarta, museum Pura Pakualaman, museum Dewantara Kirti Griya, museum Perjuangan Yogyakarta, museum Sasmitaloka, museum Jogja Kembali, museum Tembi, dan museum Candi Prambanan. Berikut penjelasan museum yang harus kita ketahui ketika ke Jogja:

Museum Diponegoro

Museum ini dibuat karena tepat menempati kediaman Pangeran Diponegoro dan keluarganya sewaktu tinggal di Jogja. Pembangunan museum ini berawal dari inisiatif Mayjen TNI Surono yang kemudian diteruskan oleh Mayjen TNI Widodo. Pembuatan museum ini mengadakan persetujuan dengan ahli waris Pangeran Diponegoro.

Setelah sah mendapat izin pembuatan museum, akhirnya ditetapkan Surat Keputusan Pangdam VIII Diponegoro No. 99/7/1968 tanggal 2 Juli 1968, dibentuk kepanitiaan persiapan perencanaan pembangunan Monumen Museum Pahlawan Pangeran Diponegoro. Perwakilan dari panitia pada tanggal 5 Oktober 1968 menamcapkan prasasti di dalam tanah bekas puri Pangeran Diponegoro.

Prasasti itu memiliki bunyi Ngesti Paras Gapuraning Tunggal (Untuk mencapai cita-cita yang indah dengan jalan tenar akan terjalin suatu persatuan” yang menunjukkan tahun 1968 M.

Museum Vredeburg

museum vredeburg yogyakarta
Museum Vredeburg – sumber gambar: vredeburg.id

Museum Vredeburg Yogyakarta berdiri berhubungan erat atas lahirnya Kesultanan Yogyakarta. Perjanjian Giyanti  yang terjadi pada 13 Februari 1755 telah memberikan solusi atas perseteruan Susuhunan Pakubuwono III dengan Pangeran Mangkubumi (Sultan Hamengku Buwono I) merupakan siasat Belanda yang ingin ikut campur urusan dalam negeri terhadap raja-raja Nusantara.

Melihat perkembangan Kesultanan Yogyakarta semakin maju, Belanda memiliki siasat dengan membuat Benteng Vredeburg beralasan ingin melindungi Keraton Yogyakarta jika ada musuh datang. Tetapi sebenarnya Belanda ingin mengawasi sekaligus mengendalikan perkembangan Kesultanan Yogyakarta. Letak benteng ini berada di kiri jalan utama Malioboro, lebih tepatnya 350 meter dari Keraton Yogyakarta.

Museum Affandi

Museum Affandi – sumber gambar: idetrips.com

Museum Affandi merupakan museum seni yang letaknya berada di tepi Sungai Gajah Wong. Musem Affandi dibuat khusus menyimpan lukisan Affandi selama hidupnya. Selain itu, terrdapat juga benda peninggalan seperti mobil, sepeda ontel, buku, dan lain sebagainya.

Museum yang terletak di jalan Adisucipto tepat di depan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta ini menjadikan setiap  orang mampu melihat walau sekedar lewat. Sebab, jalan tersebut jalur utama menuju ke Tugu Yogyakarta.

Dalam museum Affandi terdapat empat galeri beserta bangunan pelengkap seperti pembelian tiket masuk, dua studio, bangunan rumah tempat tinggal Affandi beserta keluarganya semasa masih hidup. Rumah afandi atapnya berbentuk seperti pelepah pisang, dan sekarang telah dijadikan kafe sebagai tempat nongkrong para wisatawan yang datang mengunjungi museum Affandi.

Museum Keraton Yogyakarta

Museum Keraton – sumber gambar: wikipedia.org

Museum Keraton Yogyakarta terletak di dalam Keraton sendiri. Keraton Yogyakarta merupakan bangunan resmi Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. Walaupun Yogyakarta telah resmi menjadi bagian Negara Kesatuan Republik Indonesia pada tahun 1950, kompleks bangunan ini masih berfungsi sebagai tempat tinggal Raja Yogyakarta hingga sekarang.

Sebagian kompleks keraton telah ditetapkan sebagai museum yang berfungsi menyimpan berbagai koleksi Kesultanan Mataram hingga Kesultanan Yogyakarta.

Di dalam museum Keraton terdapat beberapa peninggalan seperti barang pemberian raja-raja Eropa, replika pusaka keraton, gamelan zaman keraton terdahulu, kitab-kitab karya Hamengku Buwono 1 dan seterusnya, foto-foto Hamengku Buwono saat menemui tamu kehormatan dari negara lain dan lain sebagainya.

Di lihat dari segi bangunan, sudah jelas bahwa keraton Yogyakarta memperlihatkan gaya istana klasik tapi elegan. Setiap tata letak bangunan selalu terdapat makna filosofis.

Tinggalkan Balasan