Mengatur Penggunaan Gadget di Sekolah Virtual

0
27
Sekolah Virtual

Salah satu kekhawatiran orang tua saat anaknya belajar online adalah paparan gadget. Memang, membiarkan anak menatap layar gadget tanpa batasan bisa berdampak buruk. Namun, semua itu bisa diatasi dengan aturan dan kedisiplinan. Berikut adalah bagaimana sebaiknya mengatur penggunaan gadget di virtual class.

  1. Aturan 20/20/20

Paparan gadget yang terlalu lama bisa menyebabkan mata lelah akibat syaraf yang terlalu tegang. Jika terjadi secara terus-menerus, paparan semacam ini bisa berpengaruh pada bentuk lensa mata anak. Untuk itulah, mata anak perlu diistirahatkan sejenak sesekali selama kelas online berlangsung.

Guru bisa meluangkan waktu untuk menerapkan aturan 20-20-20. Untuk setiap 20 menit paparan gadget, anak harus mengistirahatkan mata minimal 20 detik. Caranya adalah dengan melihat sesuatu yang berjarak minimal 20 meter jauhnya.

  1. Senam Mata

Merilekskan kembali saraf mata juga bisa dilakukan dengan memejamkan mata dan memutar bola mata selama beberapa detik. Cara ini sangatlah mudah dan praktis, namun cukup efektif untuk mengurangi ketegangan pada otot mata.

Cara mengatur penggunaan gadget di sekolah virtual yang satu ini mestinya sangatlah mudah. Bahkan, murid bisa inisiatif melakukannya sendiri kapanpun tanpa beresiko ketinggalan materi pelajarannya. Namun, untuk murid yang masih sangat kecil, kemungkinan gurulah yang harus proaktif dalam mengingatkan dan mengajak para murid untuk melakukannya.

  1. Tidur yang Cukup

Kurang tidur akan menghambat mata untuk pulih kembali. Sel-sel otak anak juga cenderung sulit berkembang jika tidak beristirahat secara cukup di malam hari. Oleh karenanya, murid harus tidur cukup pada malam hari baik sebelum maupun setelah hari sekolahnya.

Memang, aturan ini lebih cocok dijalankan oleh orang tua atau wali karena guru tidak memiliki wewenang untuk mengatur jam tidur muridnya. Namun, guru dapat berusaha mengingatkan para murid dan orang tua untuk menerapkan aturan tersebut di rumah masing-masing.

  1. Minimalkan Durasi Kelas

Aturan 20-20-20 dan senam mata memang bisa membantu meringankan ketegangan mata. Namun, hal-hal tersebut tidak sepenuhnya menghilangkan resiko mata lelah. Untuk hasil yang lebih aman, sebaiknya durasi kelas dibatasi agar tidak terlalu panjang. Sehingga, anak tidak terlalu lama terkena paparan layar gadget.

Jika memang kelas digital perlu lebih lama, pihak sekolah bisa mengatur jadwalnya menjadi beberapa sesi dalam satu hari. Beri jeda waktu antara satu sesi ke sesi selanjutnya agar anak memiliki waktu yang cukup lama untuk menghindarkan matanya dari layar digital. Tentu saja, selama jeda waktu tersebut, ingatkan anak untuk melakukan aktivitas yang tidak berkaitan dengan gadget mereka.

  1. Hindari Tugas Digital

Selain kelas live, biasanya sekolah virtual juga memberikan tugas untuk dikerjakan secara mandiri. Agar para murid tidak terlalu banyak menghabiskan waktu di depan layar, usahakan untuk memberikan tugas yang tidak memerlukan mereka melihat layar gadget lagi.

Selain baik untuk kesehatan mata dan saraf, tugas yang harus dikerjakan tanpa komputer juga bisa menstimulasi motorik halus mereka. Mereka juga akan terstimulasi untuk lebih kreatif dan menghargai proses belajarnya. Setelah tugas selesai, barulah teknologi digital digunakan sebagai platform untuk mengumpulkan hasilnya.

  1. Rendahkan Kecerahan

Layar yang terlalu menyilaukan tentu akan lebih cepat membuat mata lelah. Untuk itu, para guru sebaiknya menyarankan agar murid menjalani kelas virtual mereka di tempat yang terang. Sehingga, layar gadget mereka bisa diatur agar tidak terlalu menyilaukan.

Poin yang satu ini memang agak sulit untuk dimasukkan menjadi salah satu aturan gadget di sekolah online karena guru tidak bisa mengawasi. Namun, tak ada salahnya untuk dicoba meski hanya sebatas saran.

  1. Posisi Duduk

Aturan gadget di sekolah virtual juga sebaiknya mencakup posisi duduk para murid. Pasalnya, salah satu resiko paparan gadget adalah posisi duduk yang membungkuk dan mata yang terlalu dekat. Bila kebiasaan seperti ini, efeknya akan berpengaruh ke struktur tulang punggung dan tengkuk, otot mata, serta sistem saraf.

Idealnya, jarak mata dengan layar gadget adalah sekitar 50 sampai 100 centimeter, tergantung dari ukuran layarnya itu sendiri. Ketinggian layar juga sebaiknya sejajar dengan mata agar murid bisa duduk lebih tegak. Postur tubuh yang tidak tegak sebaiknya jangan dibiarkan karena bisa berpotensi memburuk di kemudian hari.

  1. Koordinasi Orang Tua

Sebaik apapun pihak guru mengatur penggunaan gadget di sekolah virtual, kuncinya tetap ada di orang tua masing-masing murid. Pihak sekolah bisa memberikan berbagai tips dan edukasi kepada para orang tua. Arahkan mereka mengatur lebih lanjut tentang penggunaan gadget dalam keseharian anak-anak mereka, baik selama jam sekolah maupun di luar itu. Bila perlu, buatkanlah semacam lembar panduan atau webinar seputar penggunaan gadget di usia anak agar para orang tua dapat lebih memahami urgensinya.

Dengan mengatur penggunaan gadget di sekolah virtual, para murid akan mendapat manfaat maksimal dari teknologi tersebut. Dan tentunya, mereka juga akan jauh lebih terlindungi dari berbagai resiko paparan gadget.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini