Melihat Aktifitas Rusa dan Menikmati Keindahan Alam di Penangkaran Rusa Tahura WAR Lampung

2
37
penangkaran rusa tahura lampung

Ada fungsi ganda yang diusung sebuah tempat penangkaran satwa. Pertama untuk mengembangbiakkan fauna langka agar terjaga kelestariannya, kedua sebagai objek wisata dan ketiga sebagai wahana edukasi. Ketiga fungsi itu pula yang menyertai keberadaan Penangkaran Rusa Tahura WAR yang ada di Lampung.

Sebagai upaya untuk mengisi kawasan Tahura WAR dengan satwa jenis rusa yang kini mulai langka bahkan mungkin sudah punah, tempat penangkaaran inipun didirikan. Seiring dengan berjalannya waktu, banyak masyarakat yang berkunjung ke lokasi penangkaran, sehingga fungsi tempat inipun bertambah menjadi destinasi wisata.

Tidak heran jika tempat penangkaran yang semula digratiskan, kini memasang tarif bagi pengunjung yang datang. Terlebih sejumlah wahana dan fasilitas juga telah ditambahkan untuk lebih memanjakan pengunjung saat berada di lokasi.

Deskripsi Singkat tentang Penangkaran Rusa Tahura WAR Lampung

penangkaran rusa tahura lampung
Penangkaran Rusa Tahura WAR Lampung

Menempati area seluas 1,2 hektar, Penangkaran rusa Tahura WAR (Taman Hutan Rakyat Wan Abdul Rahman) saat ini memiliki rusa sebanyak 50 lebih dari jenis Rusa Timur yang indukannya diperoleh dari daerah Bogor.

Rusa-rusa yang ditangkarkan tersebut, setelah mencapai generasi keempat rencananya akan dilepas di area Tahura WAR yang memiliki luas 22,244 hektar. Hal tersebut disebabkan karena keberadaan rusa di kawasan Tahura WAR saat ini sudah langka bahkan mungkin sudah punah akibat perburuan liar.

Tempat penangkaran ini mulai beroperasi sejak 7 Desember 2012. Awalnya dapat dikunjungi dengan gratis dari jam 08.00 – 17.00. Namun sejak tahun 2017, pengunjung dikenakan tiket masuk seharga Rp.5.000 perorang ditambah ongkos parkir sebesar Rp.1.000 untuk motor dan Rp.3.000 untuk mobil.

Terletak di Kelurahan Sumberagung, Kecamatan Kemiling, Bandar Lampung, objek wisata edukasi ini bersebelahan dengan Taman Kupu-kupu Gita Persada. Lokasinya cukup mudah dijangkau, baik dari kawasan Wisata Batuputu maupun dari Bumi Kedaton Resort dengan melewati jalur Wira Garden. Namun rute yang paling mudah dan dengan jalan yang mulus adalah rute Kemiling dengan melewati Camp 91 Kedaung.

Daya Tarik  Penangkaran Rusa Tahura WAR Lampung

Penangkaran Rusa Tahura WAR Lampung

Begitu memasuki lokasi eduwisata ini, pengunjung akan menjumpai pemandangan unik berupa sebatang pohon beringin yang tumbuh di atas batu besar. Selanjutnya dapat dinikmati suasana yang sejuk dan segar karena di sekitar area penangkaran rusa dipenuhi pohon-pohon besar.

Selain itu, sejumlah wahana permainan anak yang sederhana seperti ayunan dan jungkat-jungkit mengihiasi beberapa sudut area. Begitu juga dengan tempat duduk dari kayu yang memanjang serta gazebo-gazebo yang terbuat dari bambu yang dapat dimanfaatkan oleh pengunjung untuk duduk bersantai sambil menikmati indahnya alam sekeliling termasuk keindahan berbagai jenis anggrek yang juga dibudidayakan di tempat ini.

Bagi yang hobby berfoto dan memamerkannya di media sosial, terdapat rumah pohon tepat di bawah pohon kolang-kaling yang menarik untuk dijadikan latar belakang foto. Selain itu, masih terdapat sejumlah spot foto lainnya yang menawan, seperti spot foto berbentuk sarang burung, papan nama berhias payung warna-warni dan sebuah canopy bridge.

Canopy bridge berbentuk jembatan gantung beralas kayu tersebut membentang di atas area yang dijadikan tempat beraktifitas oleh kawanan rusa. Di bawah jembatan tersebut terdapat hamparan rumput dan aliran sungai yang digunakan oleh kawanan rusa untuk mencari makan, minum, mandi dan bermain.

Sehingga selain menarik untuk dijadikan background foto, di atas canopy bridge pengunjung juga dapat mengamati aktifitas kawanan rusa sekaligus mengambil gambar rusa dari atas ketinggian.

Jika ingin mengamati rusa dari dekat, dapat menuju ke pagar yang membatasi area pengunjung dengan area yang menjadi tempat hidup rusa. Meski dipisahkan oleh pagar, rusa-rusa tersebut sudah terbiasa dengan kehadiran manusia, sehingga tidak jarang mendekatkan diri ke sisi pagar dan menyantap rumput yang disodorkan oleh pengunjung. (*)

2 KOMENTAR

Tinggalkan Balasan