Mama Madrasah Pertamaku

0
17
mama madrasah pertamaku

Dilahirkan menjadi seorang wanita merupakan hal yang tidak ternilai, karena terdapat banyak sekali jalannya yang akan mengantar kesyurga Allah nantinya. Apabila seorang wanita dilahirkan, maka ia akan menjadi jalan menuju syurga bagi orang tuanya, dan apabila ia tumbuh menjadi seorang istri maka ia akan menjadi penyempurna agama bagi suaminya, begitu pula ketika ia diberi kesempatan untuk mengandung dan melahirkan maka dosa- dosanya akan di ampuni Allah dan ditelapak kakinyalah terdapat syurga bagi setiap anaknya.

Seiring dengan banyaknya nikmat yang diperoleh sebagai wanita, tentunya peran setelah menjadi ibu berada di pundaknya. Karena pada dasarnya ibu merupakan madrasah (sekolah) pertama bagi setiap buah hatinya. 

Perjuangan menjadi seorang ibu bukanlah hal yang mudah, dimulai dari mengandung, melahirkan mengasuh serta merawat bahkan nyawa menjadi taruhannya. Dari ibulah anak banyak belajar segala sesuatu hal yang baru, mulai dari belajar berbicara, berjalan, makan dan sebagainya. Bahkan ketika anak sudah mulai beranjak dewasa, membutuhkan peran ibu yang hangat mau mendengarkan semua keluh kesah anaknya, karena ibu tempat ternyaman mencurahkan isi hati.

Teringat ketika aku masih menjadi seorang anak, mama mengajarkan aku berbagai hal dimulai dari hanya sekedar menghitung sembari bermain, dan berdoa ketika akan tidur, akan makan dan sebagainya. Karenanya ketika aku mulai menjejaki bangku sekolah, semua doa akan terserap dengan cepat dikepalaku.

Ataupun hanya sekedar menjawab pertanyaan bodohku dikala aku bingung tentang Tuhan, maka mama lah yang memberi penjelasannya, sehingga aku tahu Tuhan adalah pencipta seluruh alam semesta beserta isinya, termasuk aku dan mamaku. MasyaAllah, begitulah kemuliaan peran dari seorang ibu dan aku bersyukur diberi kesempatan untuk dapat menjadi seorang ibu bagi kedua buah hatiku. Bahkan kektika aku beranjak dewasa, mamalah orang pertama tempat bercerita semua yang aku lewati baik mengenai sekolah, teman atau apapun itu.

Demikian juga ketika telah menjalankan peran menjadi seorang ibu, sebisa mungkin berusaha memberikan contoh yang baik untuk anak- anak, agar nantinya mereka tumbuh dengan baik. Dan tidak bisa difungkiri bahwa diluar sana nantinya juga aka nada banyak pengaruh, namun sejatinya jika si anak sudah dipupuk dan dididik dengan baik dirumah oleh orang tuanya terutama ibu, maka nantinya semua pengaruh dari luar dapat di atasi dengan baik.

Misalnya si anak yang sudah dibiasakan untuk selalu didengar pendapatnya mengenai sesuatu hal, maka ia akan selalu terbiasa untuk membicarakan apapun yang terjadi diluar sana terhadap orang tuanya. Dan dari sana orang tua terutama ibu dapat mengarahkan mana perilaku yang baik dan mana yang tidak baik.

Saya memiliki dua orang anak laki- laki, mereka merupakan anak- anak yang aktif, sibungsu yang terbilang masih bayi 16 bulan dan si sulung yang usia 4 tahun sangat menjadi tempat untukku terus belajar menjalani peran sebagai seorang ibu. Menurutku sejatinya menjadi seorang ibu, tidaklah harus melulu bergelut dengan berbagai aktifitas rumah tangga, namun, peran besar mendidik anak menjadi generasi yang berakhlak dan berbudi yang baik sedari dini sangatlah penting.

Mengajari mereka bekal agama dimulai dengan memperkenalkan Tuhan, malaikat, atau hanya huruf hijaiyah, memperkenalkan doa- doa harian, memperkenalkan kisah- kisah Rasulullah beserta para sahabat dengan membaca buku anak, atau membiasakan untuk sholat dan mengaji meskipun tidak dipaksakan. Dengan memberikan contoh serta pembiasaan yang dilakukan orang tuanya tentunya akan berpengaruh kepada anak, dan biasanya si anak juga akan mengikutinya meskipun belum sempurna. Karena dari sanalah mereka akan terus belajar.

Dari semua pembiasaan tadi, akan timbul berbagai pertanyaan kritis dari anak, dari sana kita akan dapat menjelaskan dengan bahasa yang ringan kepada mereka agar mereka dapat memahaminya. Dan diharapkan dengan segala sesuatu yang sudah dibiasakan tadi, anak menjadi semakin cepat pengetahuannya. Jika nantinya telah memasuki usia sekolah, akan dapat mengikuti semua dengan proses yang lebih cepat. Dan tentunya dampak yang ditimbulkan juga akan baik nantinya.

Pengalaman menjadi seorang guru kala itu, terlihat jelas perbedaan perkembangan anak yang notabene 24 jam bersama ibunya dan diselingi dengan kegiatan yang bermanfaat menunjang pengetahuan anak, maka mereka terlihat sangat aktif dan tanggap. Dan ketika anak yang dari usia dini dirawat oleh katakan saja pengasuh, maka  terlihat mereka cenderung diam dan  lambat menangkap arahan dari guru.

Ketika anak memang benar-benar mendapatkan didikan yang baik dari orang tuanya terutama ibu, maka akan cenderung terlihat sebagai anak yang baik. Kenapa?, karena akhlak baik ibunyalah sebagai panutan bagi anaknya, ketika ibu menjalankan peran dan fungsi dengan baik maka anak akan tumbuh dengan baik penuh tanggung jawab juga. Dan tentunya berpengaruh terhadap keberlangsungan generasi penerus bangsa berikutnya di masa akan datang.

Maka jadilah orang tua dan ibu yang baik untuk anak- anak kita, karena ibu adalah madrasah pertama bagi anak- anaknya. Semangat mempersiapkan bekal diri menjadi ibu dan semangat menambah ilmu agar dapat menjadi ibu yang baik untuk anak- anak kita. Wassalam.

Tinggalkan Balasan