Luar Negeri Pakai Rudal, Indonesia Cukup Santet

5
119
santet

Indonesia dengan berbagai suku dan budaya memiliki bermacam kepercayaan mistis. Selain ada hantu pocong, tuyul, gendruwo, kuntilanak, kolongwewe, ganaspati, begecil dan setan lainnya, ada juga hal unik disebut santet (dalam bahasa Jawa dinamakan tenun). Berbicara santet, ternyata hanya ditemukan di Indonesia, sedangkan di negara lain tidak didapati. Santet dalam istilah orang Indonesia adalah mengguna-guna seseorang melalui bantuan makhluk halus. Seseorang yang awalnya baik bisa dibuat buruk, yang sehat bisa dibuat sakit, bahkan dalam tubuh bisa dimasuki segala macam benda.

Secara logika memang tidak masuk akal, tapi ini termasuk kekayaan Indonesia yang perlu dilestarikan, dengan syarat digunakan yang baik. Dalam konsep agama, segalanya ilmu tidak ada yang buruk, kecuali cara menggunakannya. Sesuatu bisa dihukumi apabila sudah diterapkan. Hal yang keliru apabila digunakan orang yang tidak bersalah kemudian di santet, misal ada seorang laki-laki suka terhadap perempuan dan perempuan tersebut menolak. Atas sakit hati laki-laki, akhirnya menempuh cara pergi ke dukun menyantet perempuan itu. Dan inilah yang kurang tepat.

Jika orang luar negeri berlomba-lomba menciptakan rudal, menciptakan senjata yang mampu menjangkau antar negara, di Indonesia cukup menggunakan santet saja. Orang Indonesia hanya duduk di kamar dengan membacakan mantra, bisa saja mengenai sasaran yang dituju. Atas dukungan makhluk halus, akhirnya segala hajat atau keinginan dapat tersampaikan. Waktu terdahulu, masa penjajahan Belanda, orang Indonesia tidak memiliki senjata apapun untuk melawan. Bermodalkan bambu runcing tentu tidak imbang apabila disandingkan dengan Belanda. Kaum Kompeni saat itu sudah memiliki senjata modern seperti meriam, senapan laras panjang, pistol, bom, dan lain sebagainya, sedangkan masyarakat Indonesia hanya bersenjata keris, bambu, dan alat lain seadanya. Tentu secara logika tidak masuk akal rakyat Indonesia memenangkan pertempuran melawan penjajah.

Ini merupakan ada uluran tangan Tuhan yang diberikan kepada rakyat Indonesia. Selain diberikan jiwa semangat berjuang menggapai kemerdekaan, Indonesia diberi ilmu mistis yang tidak dimiliki oleh negara lain. Zaman dahulu, para ulama, dukun, habaib, tabib dan lain sebagainya bersatu padu membantu perjuangan melawan penjajah. Atas bantuan teman makhluk halus, mereka menumpas penjajahan. Segala macam mereka lakukan, terpenting adalah membawa pengaruh. Efek yang terjadi ke pihak penjajah adalah ada yang sakit mendadak, terkena virus yang sulit dihilangkan, mati tanpa sebab pasti dan seperti orang linglung tidak tahu apa-apa.

Tapi sayang, hal seperti ini tidak ada yang menyinggung. Banyak karya terlahir menceritakan perjuangan rakyat Indonesia melawan penjajah, tapi tidak satupun terdapat hal mistis ikut berperan. Padahal salah satu ciri khas yang dimiliki Indonesia adalah ilmu lokalnya. Seperti di Jawa lebih tepatnya di Banyuwangi terkenal dengan santetnya, di Pantura ada suku bernama Samin yang terkenal dengan karakter kuatnya, di Kalimantan terkenal dengan suku dayaknya, di papua terkenal dengan suku pedalaman yang mampu mengobati segala macam penyakit. Di Papua, air ilur orang pedalaman cukup berbahaya, maka dari itu banyak orang menyarankan jika berinteraksi dengan suku pedalaman Papua harus lebih hati-hati.

Hal di atas memang terlihat aneh, tetapi kita seharusnya tetap membanggakan bahwa Indonesia memiliki ilmu gaib yang harus dilestarikan. Sebab secara umum, seseorang ketika ingin mendapatkan ilmu gaib tidak sekedar belajar saja, ada berbagai macam persyaratan yang harus ditempuh sehingga dapat mengasah jati diri mengendalikan ilmu yang diinginkan, bisa juga dengan melakukan tapa, puasa tidak putus, makan ayam putih mulus, membuat sesajen, menghindari momolimo (mabuk, minum, berzina, mencuri, dan membunuh). 

5 KOMENTAR

Tinggalkan Balasan