Langkah Mudah Untuk Membersihkan Kembali Lingkungan Kotor

0
15
kerja bakti membersihkan lingkungan kotor

Mengamati lingkungan kotor bukan hanya bikin risih, tetapi juga berdampak pada kesehatan. Banyak lho dampak dari lingkungan yang kotor dan tercemar ini bagi kesehatan. Mulai dari diare, typhus, hepatitis, gangguan jantung dan ginjal bahkan bisa sampai menyebabkan kanker.

Sayangnya, belum semua orang menyadari dampak negatif dari lingkungan tercemar. Padahal, kalian bisa mengenali tanda-tandanya di sekitar kita, antara lain:

  • Tak ada tempat sampah. Bayangkan sebanyak apa kuman dan bakteri yang berkembang biak dari sampah yang tak dibuang pada tempatnya;
  • Minimnya saluran air. Seperti tempat pembuangan sampah, saluran air punya peran penting mengalirkan limbah. Tanpa saluran air, peluang terciptanya lingkungan kotor semakin besar;
  • Tempat gersang. Jumlah tumbuhan hijau yang terbatas membuat udara yang kalian hirup semakin kotor karena tak ada yang menyaringnya;
  • Hewan kotor berkeliaran. Jangan anggap sepele kehadiran hewan kotor seperti tikus, sebab mereka membawa penyakit berbahaya seperti diare, tipus, hingga pes.

Lalu, adakah cara yang bisa ditempuh untuk mengatasi lingkungan tercemar? Ternyata, langkah-langkah pembersihan bisa kalian mulai dari kebiasan-kebiasaan mudah, antara lain:

Pengolahan Sampah Jadi Pupuk Kompos

Kalian mungkin sudah sering mendengar kalau sampah organik bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku pupuk kompos. Untuk memudahkan pengumpulan, buatlah tempat terpisah untuk sampah non-organik dan organik dari area-area yang kalian anggap termasuk lingkungan kotor. Setelah jumlah yang ditargetkan tercapai, buat jadi pupuk atau berikan kepada pihak yang membutuhkan.

Selain dapat mengurangi sampah organik yang akan diangkut oleh petugas kebersihan. Kita sendiri juga dapat memanfaatkan pupuk yang dihasilkan kompos ini. Meskipun dengan lahan terbatas, kita dapat menanam beberapa jenis sayuran dan buah buahan yang bisa dikonsumsi untuk keluarga. Lumayan dapat menghemat pengeluaran dapur, dan tentunya lebih segar karena hasil tanam sendiri.

Langsung Remukkan Wadah Karton dan Plastik

Belum banyak orang yang tahu kalau meremas wadah yang terbuat dari plastik maupun karton secara tak langsung bakal mengurangi volume sampah. Oleh karena itu, setelah memakai wadah karton dan plastik, segera remukkan dan buang ke tempatnya. Memang terkesan sepele, tetapi memberikan dampak besar kalau dilakukan bersama untuk kebersihan lingkungan.

Mulai Mendaur Ulang Sampah Sendiri

Mengapa karton dan plastik harus langsung dibuang, sementara ada anjuran daur ulang? Kedua material tadi memang tak bisa digunakan berkali-kali dan berpotensi membuat lingkungan kotor bila ditumpuk dalam waktu lama. Untuk kebutuhan daur ulang, kalian bisa memanfaatkan jenis sampah lain seperti kaleng bekas untuk pot atau bungkus detergen sebagai tas.

Menutup Saluran Pembuangan Air

Langkah ini dilakukan untuk mencegah sampah air tidak kotor gara-gara terkontaminasi sampah dari jalanan. Selain itu, sampah akan mudah masuk dan mengotori rumah. Dampak buruk lain yang akan kalian rasakan kalau saluran pembuangan air mampet adalah banjir karena adanya penumpukan. Jadi bikin repot warga sekitar, bukan?

Penghijauan dengan Kerja Bakti

Ajak warga kompleks atau teman-teman kalian buat menjaga lingkungan dengan kerja bakti. Tidak perlu sering-sering, dua minggu sekali saja sudah cukup. Kegiatannya pun bisa dibuat bervariasi seperti membersihkan saluran pembuangan air hingga menanam bibit tanaman untuk membuat lingkungan kotor kembali bersih dan sejuk.

Itulah beberapa langkah yang bisa diterapkan dimulai dari lingkungan kita sendiri. Dengan merubah pola hidup menjadi lebih bersih dan sehat, secara tidak langsung kita juga ikut berkontribusi terhadap keberlangsungan kehidupan yang sehat di lingkungan sekitar kita.

Tinggalkan Balasan