Ketahui 3 Jenis Rumah Adat Sulawesi Tenggara

0
6
Ketahui 3 Jenis Rumah Adat Sulawesi Tenggara

Selain berkunjung ke tempat wisata yang menawarkan pesona alam, Anda bisa wisata budaya juga. Salah satunya ketika berkunjung ke Sulawesi Tenggara, Anda bisa mengenal Rumah Adat Sulawesi Tenggara.

Rumah Adat yang dimiliki oleh Sulawesi Tenggara ada tiga jenis, ketiganya akan dibahas berikut ini.

Rumah Adat Sulawesi Tenggara Laikas

Rumah adat ini merupakan rumah bagi suku Tolaki yang menempati beberapa daerah di Sulawesi Tenggara. Misalnya di Kota Kendari, Konawe Selatan, Kab. Konawe dan Kolaka Utara yang masuk ke Provinsi Sulawesi Utara.

Bangunan rumahnya terdiri dari tiga atau empat lantai, dimana lantai bagian bawah ditinggali oleh hewan peternakan seperti ayam dan babi. Barulah lantai pertama dan kedua ditinggali oleh penghuni rumah tersebut.

Dulu, lantai kedua tersebut digunakan untuk tempat tinggal Raja dengan permaisurinya. Sedangkan untuk lantai ketiga digunakan tempat menyimpan benda pusaka yang dimiliki oleh Raja.

Jika ada empat lantai, biasanya lantai keempat digunakan untu beribadah sekaligus bersemedi.

Ketika mengunjungi Rumah Adat Laikas, Anda akan menemukan keunikan. Di lantai kedua, pada bagian kiri dan kanannya terdapat ruang khusus yang digunakan sebagai ruang menenun kain atau membuat pakaian tradisional.

Yang perlu Anda ketahui, di pada Rumah Adat Sulawesi Tenggara ini tidak menggunakan bahan logam. Paku hanya terdapat pada bagian atapnya saja, masyarakat menggunakan bahan yang tersedia di alam sekitar.

Semua material disatukan menjadi bangunan bersamaan dengan serat kayu dan pasak kayu.

Rumah Adat Mengkongga

Rumah adat ini dibangun oleh suku Raha atau suku Mengkongga. Ukurannya cukup luas dengan bentuk segi empat. Bahkan tidak tanggung-tanggung, rumah adat mengkongga dibangun di atas lahan 2 ha dengan beberapa buah tiang yang tinggi.

Tiang tersebut menjadi pondasi sempurna karena setidaknya ada 12 tiang penyangga dengan 30 anak tangga. 30 anak tersebut juga melambangkan helaian bulu dari burung Kongga.

Dulu, bangunan ini dibangun untuk Raja atau Suku Raha dengan terdiri dari 4 ruangan. Biasanya rumah adat mengkongga digunakan untuk mengadakan suatu acara seperti upacara adat atau yang lainnya.

Tahun tahun terus berganti, Pemerintah mengubah bangunan tradisional tersebut menjadi ikon Provinsi Sulawesi Tenggara. Hal tersebut dilakukan untuk melestarikan dan mengenalkan budaya lokal kepada para wisatawan.

Jangan kaget ketika berkunjung kesana, ada banyak cerita mistik yang akan Anda dengar. Biasanya para wisatawan yang ribut di dalam rumah adat Sulawesi Tenggara akan ditegur oleh penghuni yang tak kasat mata.

Rumah Adat Banua Tada

Seperti rumah-rumah adat sebelumnya, Rumah Adat Banua Tada juga merupakan rumah panggung. Dalam pembangunannya, rumah ini juga tidak menggunakan paku sedikitpun.

Yang perlu Anda ketahui juga, Rumah Adat Banua Tada merupakan peninggalan Kesultanan Buton. Terdapat beberapa simbol dan hiasan yang dipengaruhi oleh konsep beserta ajaran tasawuf.

Simbol tersebut tidak sembarangan juga karena melambangkan nilai dari kebudayaan Kesultanan Buton masa lalu.

Ada tiga jenis Banua Tada yaitu Kamali, Banua Tada Tare Pata Pale dan Banua Tada Tare Talu Pale. Dulu rumah ini ditinggali oleh raja dan para penjabat istana sehingga tidak sembarangan orang yang tinggal disana.

Setiap hunian rumah adat dilengkapi dengan anak tangga yang beragam. Anda bisa membedakannya berdasarkan tingkat kedudukan si pemilik rumah.

Rumah Adat Sulawesi Tenggara ini menjadi bagian dari kekayaan budaya yang dimiliki Indonesia. Wisata budaya harus terus ditingkatkan agar generasi masa depan bisa mengenal kebudayaannya sendiri.

RuangGuru

Tinggalkan Balasan