Kerajinan Getah Nyatu

0
14
kerajinan getah nyatu

Kerajinan Getah Nyatu | Kawasan Hutan hujan tropis yang ada di Kalimantan menyimpan berjuta keindahan dan manfaat dari beraneka jenis flora yang telah sejak lama dimanfaatkan oleh penduduk masyarakat Suku Dayak. Usaha Pemanfaatan sumber daya alam hutan tersebut juga diiringi dengan tingginya kesadaran mereka untuk juga tetap berusaha menjaga dan melestarikan seluruh kekayaan alam hutan tersebut.

Misalnya saja Pohon nyatu, Pohon ini bahkan telah lama dimanfaatkan menjadi bahan baku untuk pembuatan aneka jenis kerajinan tangan, yang nilai ekonomisnya sangat tinggi.

Kerajinan tangan dengan memanfaatkan getah nyatu merupakan jenis kerajinan tangan yang memanfaatkan bahan dari getah pohon nyatu sebagai bahan utamanya. Kerajinan tangan dengan jenis ini sangat banyak dijumpai di wilayah Kabupaten Kapuas, provinsi Kalimantan Tengah.

Pemilihan getah pohon nyatu sebagai bentuk bahan utama pada pembuatan kerajinan ini bukanlah tanpa alasan dan sebab. Sebab, Salah seorang penduduk Suku Dayak dari daerah Kapuas menjelaskan bahwa selain karena alasan bahwa pohon ini sangat banyak dijumpai, pohon nyatu memiliki kecepatan kemampuan untuk berkembang biak dalam rentang waktu yang tidak lama dan bahkan sangat singkat dibandingkan jenis kayu lainnya.

Bahkan Hanya dalam usia 6 bulan, batang pohon nyatu sudah mencapai tinggi tidak kurang dari 8 meter. Dengan capaian ketinggian itu, batang dan cabang pohon nyatu sudah dianggap oleh masyarakat setempat layak untuk dipangkas dan juga diambil getahnya.

Meski demikian, bukan berarti bahwa semua pohon nyatu muda yang sudah mencapai usia 6 bulan boleh diambil sembarangan dan langsung bisa dipangkas. Proses Panen dan pemangkasan pohon nyatu ditentukan dan dilakukan sesuai dengan ketentuan waktu yang telah disepakati dan dizinkan terlebih dahulu oleh tetua adat.

Pantangan dan perizinan tersebut dilakukan sebagai upaya untuk menjaga tradisi turun temurun, sebagai suku yang selalu menjaga alam dan kelestarian lingkungan.

Pengolahan Getah Nyatu Sebagai Bahan Kerajinan Tangan

Hingga berhasil menjadi produk kerajinan tangan yang memiliki nila seni dan nilai ekonomis, getah nyatu harus melalui pengolahan melalui beberapa tahap yang terbilang cukup rumit. Pada Awalnya, batang pohon nyatu yang sudah dipanen atau dipangkas dari pohonnya dikupas  atau dipisahkan kayunya dari kulitnya.

Batang tersebut kemudian direbus beberapa lama, Untuk bisa mendapatkan kualitas getah yang terbaik, proses perebusan cabang batang pohon nyatu tersebut dilakukan paling kurang sebanyak tiga kali.

Proses Perebusan pertama, dibuat dengan juga mencampurkan sedikit bahan minyak tanah pada air rebusan. Hal ini dilakukan bertujuan untuk memisahkan permukaan batang pohon dengan getah permukaannya. Adapun Perebusan kedua hanya cukup menggunakan air saja. Tujuan Perebusan kedua ini adalah untuk memisahkan dan membersihkan getah nyatu dari bekas minyak tanah pada rebusan pertama.

Setelah semua getah pohon nyatu tersebut terkumpul, maka dilakukan proses perebusan terakhir dengan tujuan untuk menambahkan bahan pewarna pada getah tersebut. Proses pemberian warna getah nyatu ini menggunakan bahan yang alami, misalnya berbagai daun yang sudah dikenal memiliki kandungan kekhasan warna-warna tertentu.

Setelah proses rebusan pemberian warna selesai, maka getah langsung masuk pada proses selanjutnya: yaitu pembentukan. Proses pembentukan getah ini dilakukan ketika bahan getah nyatu masih dalam kondisi panas dan sebelum dingin. Sebab, Getah nyatu yang sudah dingin dengan suhu normal, akan menjadi sangat kering dan tidak bisa lagi dibentuk sesuai dengan keinginan.

Karya Seni Kerajinan Getah Nyatu

Hasil Kerajinan tangan getah nyatu ini didominasi oleh bentuk miniature perahu naga atau juga perahu burung tingang. Bentuk Perahu burung tingang adalah jenis perahu yang dibuat untuk menggambarkan suasana dalam peperangan.

Selain bentuk perahu naga, ada juga karya seni bentuk perahu yang sering digunakan dalam proses upacara adat tiwah, – yaitu sebuah upacara adat untuk mengantarkan tulang-tulang orang yang telah meninggal-. Selain karya seni model perahu, kerajinan tangan getah nyatu juga sering dibentuk menjadi karya seni replika prajurit Dayak yang lengkap dengan cawatnya yang disebut Mandau dan juga talawang.

Hal utama yang membuat kerajinan tangan getah nyatu menarik bagi banyak kalangan adalah tidak hanya tampilan warna-warna karyanya yang cerah dan terang. Namun juga karena Kerajinan tangan getah nyatu memiliki tingkat detail bagian-bagian karyanya yang sangat tinggi. Tidak hanya itu, bentuk hasil karya seninya yang sangat unik juga sangat cocok untuk menjadi pajangan pelengkap dekorasi ruangan anda.

Harga Kerajinan Tangan

Harga hasil karya seni kerajinan tangan getah nyatu relatif sangat terjangkau. Berbagai model hasil karya kerajinan tangan getah nyatu ini dijual dengan berbagai kisaran harga, yaitu antara puluhan ribu dan bahkan hingga ratusan ribu rupiah. Variasi Harga tersebut sangat tergantung pada model, bentuk, dan juga ukurannya masing-masing karya.

Kerajinan getah nyatu adalah salah satu seni kerajinan asli kekayaan dari kebudayaan nusantara yang banyak ragamnya, karya seni ini lahir dari sebuah tradisi kearifan lokal kebudayaan setempat, yang di dalamnya terdapat usaha untuk tetap menjaga dan melestarikan lingkungan alam sekitar, serta sebagai contoh kehidupan alami yang sangat harmonis dengan alam sekitar.