Kearifan Lokal Indonesia yang Mulai Terlupakan

4
15
gotong royong kearifan lokal indonesia
Budaya Gotong Royong - sumber gambar: suaramerdeka.com

Indonesia terkenal dengan kearifan lokal yang dimilikinya. Indonesia memiliki begitu banyak kearifan lokal yang menjadikannya unik dan berbeda dari bangsa-bangsa yang lain. Dengan kemajemukan yang dimilikinya, dan  budaya lokal yang begitu kaya, menjadikan Indonesia menjadi salah satu negara yang banyak dikunjungi. Sayangnya, seiring dengan perkembangan teknologi yang ada saat ini, kearifan lokal tersebut mulai tergerus. Diantaranya adalalah:

1. Pengobatan herbal

Dahulu kala, masyarakat Indonesia lebih memilih rempah-rempah alam untuk mengobati beberapa penyakit. Diantaranya adalah kunyit untuk mengobati memar, dan untuk mengatasi flu dan batuk, cukuplah dibalurkan bawang putih yang telah di tumbuk dan disatukan dengan minyak. Saat ini, pemandangan sudah berganti, saat si kecil flu, panas, batuk, memar, jarang sekali yang memanfaatkan pengobatan herbal, dan lebih memilih menggunakan pengobatan medis yang diyakini lebih efektif dan praktis.

2. Urap Jagung

Urap jagung adalah makanan khas Indonesia yang rasanya mantap. Jagung tersebut direbus dalam bentuk bijian, yang kemudian di bungkus daun pisang dan ditaburi parutan kelapa di atasnya. Urap jagung rasanya asin dan menjadi camilan favorit pada zamannya. Bagi Anda yang masih mengenal makanan khas yang satu ini, sepertinya usia Anda tidak lagi muda. Hehe.

3. Kopi Tumbuk

Kopi tumbuk adalah kopi yang baunya sangat sedap. Ya, kopi ini pertama-tama di olah dengan cara di sangrai, atau di goreng tanpa minyak di wajan tanah liat, dan diorek menggunakan sapu lidi bersih. Penduduk desa menambahkan potongan kelapa kecil agar lebih sedap. Setelah itu, kopi yang sudah matang di dinginkan, lalu di tumbuk dengan menggunakan lumpang dan alu. Cita rasanya tentu saja luar bias. Kopi tumbuk dan kopi kekinian sangat bisa dibedakan cita rasanya.

4. Lumbung Padi

Lumbung padi adalah salah satu sarana prasarana yang ada di masyarakat pedesaan. Lumbung padi memiliki fungsi sebagai tempat menyimpan padi yang akan dimanfaatkan saat musim paceklik tiba dengan cara dibagikan kepada masyarakat luas. Saat ini, keberadaan lumbung padi di masing-masing desa mulai langka.

5. Gotong Royong

Jika dahulu di pedesaan terkenal dengan prinsip gotong royong yang kuat, namun saat ini nampaknya di desa pun gotong royong mulai jarang terlihat. Tidak lain faktor penyebabnya adalah karena kesibukan masing-masing. Di pedesaan pun, saat ini profesi masyarakat sudah mulai bervariasi, baik di sektor formal maupun non formal. Gambaran minimnya gotong royong tentu saja sangat terlihat  di perkotaan sejak dahulu kala.

Kearifan lokal adalah salah satu identitas bangsa. Kearifan lokal adalah budaya bangsa Indonesia yang semestinya dilestarikan agar tidak sampai punah. Kelima contoh kearifan lokal Indonesia di atas hanyalah beberapa contoh dari sekian banyak kearifan lokal yang semestinya dijaga.

4 KOMENTAR

  1. Tentang lumbung padi, di Sukabumi masih ada masyarakat yang tetap memeliharanya hanya saja di desa-desa budaya semacam di Ciptagelar atau di Sirnaresmi. Masyarakat disana masih dalam adat budaya Sunda yang konsisten. Lumbung padi dinamakan “Leuit”. Setiap anggota masyarakat setelah panen ada kewajiban untuk menyimpan beberapa kg di leuit. Saat musim paceklik, ketua desa membagikan padi di leuit tersebut kepada anggota masyarakatnya.
    Sayang saya belum pernah berkunjung kesana sehingga belum saya tuliskan di blog saya.

    Salam,

Tinggalkan Balasan