Jenis Rumah Adat Riau

3
36
rumah adat belah bubung riau

Riau adalah sebuah provinsi di Pulau Sumatera yang mana wilayahnya meliputi kepulauan Riau dan pulau kecil lainnya. Ibukotanya di Pekanbaru dan termasuk salah satu provinsi terkaya di Indonesia.

Terdapat keanekaragaman budaya di dalamnya yang mana hal tersebut dipengaruhi oleh Suku Melayu dan Tionghoa dan beberapa suku lainnya. Tidak hanya itu, Riau juga memiliki rumah adat khas.

Rumah ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal saja, namun juga untuk melakukan beragam aktifitas lain seperti bermusyawarah, melakukan upacara adat, dan sebagai tempat berlindung.

Tak heran, ukuran rumah adat di Riau ini besar dan model rumahnya panggung dengan menghadap ke arah matahari terbit. Berikut adalah beberapa jenis rumah adat Riau yang dapat Anda ketahui:

Rumah Adat Belah Bubung

Rumah adat ini bergaya panggung dengan ketinggian kurang lebih 2 meter dari permukaan tanah. Disebut bubung karena rumah ini menggunakan bambu atau yang disebut dengan bubung.

Konstruksi rumah adat ini teruat dari bahan alami, yaitu kayu sebagai tiangnya, tangga, gelagar, bendul, dan rasuk. Sementara itu, pada bagian dindingnya mengunakan papan dan di bagian atapnya menggunakan daun nipah.

Rumah Melayu Atap Limas Potong

Ciri khas rumah adat ini yaitu berbentuk panggung dan bentuknya seperti limas terpotong. Tinggi mencapai 1,5 meter dan terdapat beberapa ruangan di dalamnya. Terdapat lima bagian utama, yaitu: teras, ruang depa, ruang tengah, ruang belakang/ tempat tidur, dan dapur. Rumah adat jenis ini banyak ditemukan di wilayah Kepulauan Riau.

Rumah Melayu Atap Lontik

Rumah adat ini mempunyai hiasan perahu di bagian kaki dindingnya. Ciri khas lainnya memiliki jumlah tangganya ganjil, yaitu lima, tujuh, begitu seterusnya. Namun, sebagian besar masyarakat menggunakan 5 anak tangga sebagai simbol dari rukun iman.

Bentuk tiangnya juga memiliki arti tersendiri, misalnya berbentuk segi empat yang artinya empat arah mata angin, segi enam melambangkan rukun islam, dll.

Balai Selaso Jatuh Kembar

rumah adat balai selaso jatuh kembar riau

Makna dari rumah adat ini adalah dua selasar dimana letak lantainya lebih rendah dari ruang tengah. Rumah adat ini tidak hanya digunakan sebagai tempat tinggal, namun juga digunakan sebagai kegiatan kemasyarakatan.

Rumah adat ini juga dilengkapi dengan hiasan atau ornamen yang berupa ukiran flora fauna. Untuk motif ukiran yang berada di atas pintu dan jendela disebut dengan lambai-lambai. Sementara motif ukiran yang terletak di samping pintu dan jendela disebut semut beriring.

Motif ukiran pada tiang yaitu tiang gantung, dan motif ukiran pada bidang memanjang serta melengkung disebut dengan kalok paku. Motif ukiran juga terdapat pada cucuran atap yang disebut dengan sayap layang-layang.

Itulah beberapa jenis rumah adat di Riau yang bisa Anda ketahui sehingga dapat menambah pengetahuan anda akan hal ini.

3 KOMENTAR

Tinggalkan Balasan