Inilah Bagian Dari Rumah Adat Bali yang Unik Untuk Diketahui

1
8
rumah adat bali

Kita mengenal rumah adat Bali memiliki desain dengan nilai seni yang sangat tinggi. Didominasi oleh ukiran sehingga disukai oleh wisatawan dalam dan luar negeri. Sehingga rumah adat bali memiliki nilai seni tersendiri dari rumah adat lainnya.

Dari setiap bagian rumah adat bali memiliki arti tersendiri serta memiliki filosofi dan makna yang mendalam. Inilah detail arti dari desain rumah adat bali, simak ulasannya hingga tuntas ya.

Sanggah atau Pameraja

Atau disebut Pura keluarga. Sanggah atau Pameraja biasa digunakan untuk berdoa dan beribadah. Dan setiap rumah suku Bali pasti memiliki Sanggah atau Pameraja.

Sanggah biasanya terletak pada bagian sudut arah timur laut dari rumah utama atau rumah huni keluarga.

Pintu Masuk Utama atau Angkul-Angkul

Pintu masuk utama dari rumah adat bali ini mempunyai atap yang menghubungkan dua pilar yang ada dan mirip dengan gapura yang terdapat pada candi Bentar.

Pembatas atau Aling-aling

Aling-aling adalah pembatas antara angkul-angkul dan halaman yang merupakan tempat suci. Dan dinding pembatas tersebut dinamakan penyengker yang berbentuk patung.

Namun pada aling-aling juga terdapat sebuah ruangan yang dapat digunakan untuk beraktivitas.

Ruang Tamu atau Bale Dauh

Rumah adat bali juga memiliki ruang tamu yang dinamakan Bale Dauh. Tentunya sesuai namanya ruangan ini diperuntukkan untuk menerima tamu atau kerabat yang datang berkunjung.

Bangunan bale dauh ini diletakkan di bagian sebelah barat dengan lantai yang harus lebih rendah dari bangunan bale manten atau bangunan untuk kepala keluarga dan anak gadis. Di dalamnya juga terdapat ruangan untuk tidur anak atau remaja laki.

Tiang penyangga yang terdapat di dalam rumah ini memiliki jumlah yang berbeda dengan rumah lainnya.

Bagian untuk Kepala Keluarga atau Bale Manten

Yah, memang bagian rumah adat bali yang satu ini dikhususkan bagi kepala keluarga maupun anak gadis. Bangunan bale manten diletakkan pada bagian utara dari bangunan rumah utama dengan berbentuk persegi panjang.

Bangunan bale manten juga dilengkapi dengan bale bale di kanan dan kiri bale manten.

Tempat santai atau Bale Sekapat

Bangunan Bale Sekapat ini berbentuk gazebo atau balai dengan tiang berjumlah empat buah sebagai penyangga bale sekapa. Biasanya digunakan untuk acara santai keluarga dan berinteraksi antara anggota keluarga.

Keakraban antar keluarga juga terjadi di ruangan ini yang biasa digunakan sebagai ruang pertemuan baik antar keluarga dekat dan keluarga jauh dari luar kota yang diselingi dengan hidangan makanan khas bali.

Tempat Upacara Adat atau Bale Gede

Dikarenakan bale Gede digunakan sebagai tempat ibadah maka posisi bangunan bale gede otomatis lebih tinggi dari bangunan lainnya.

Tempat pelaksanaan upacara adat ini merupakan bangunan yang memiliki tiang sebanyak 12 buah dan berbentuk persegi panjang. Dikarenakan digunakan sebagai tempat peribadatan maka bale gede dibuat lebih luas dan besar dari bangunan lainnya.

Semoga bahasan akan bagian-bagian dari rumah adat Bali ini dapat menambah kecintaan kita akan keanekaragaman budaya Indonesia.

1 KOMENTAR

  1. Unik banget ya Kak. Tiap bagiannya punya fungsinya masing-masing dan pasti punya filosofi tersendiri dalam arsitekturnya seperti rumah adat-rumah adat lainnya yang ada di Indonesia.

Tinggalkan Balasan