Fakta Unik Tentang Jembatan Ampera

0
14
jembatan ampera
Jembatan Ampera - sumber gambar: indonesia-tourism.com

Jembatan Ampera merupakan sebuah jembatan yang berada di Kota Palembang yang banyak dikunjungi oleh wisatawan karena keindahannya. Tempat yang satu ini bahkan dijadikan sebagai lambang kota karena letaknya tepat di tengah – tengah kota Palembang.

Jembatan ini berada tepat diatas sungai Musi, yang menghubungkan daerah Seberang Ulu dan Seberang Ilir. Jembatan ini memiliki lajur, dengan panjang mencapai 1117 meter dan lebar 22 meter. Memiliki berat 994 ton, dan dilengkapi dengan pembandul seberat 500 ton. Jembatan ini sangat cocok dijadikan tempat berfoto ria karena keindahannya.

Buat Anda yang ingin menyaksikan keindahan jembatan ini, berikut beberapa fakta unik tentang Jembatan Ampera.  

Jembatan ini Awal Bernama Jembatan Bung Karno

Banyak yang tidak tahu bahwa ternyata awal mula jembatan ini diberi nama Jembatan sukarno. Karena jembatan ini diberikan sebagai apresiasi masyarakat terhadap Sang Proklamator presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno.

Namun presiden Sukarno tidak berkenan dengan penamaan jembatan tersebut, karena saat itu sedang terjadi juga pergolakan politik.  Pada tahun 1996 khususnya, menguat gelombang politik anti Soekarno. Hingga akhirnya dibuatlah nama jembatan ini menjadi jembatan Ampera.

Ampera merupakan singkatan dari Amanat Penderitaan Rakyat, yang merupakan slogan bangsa Indonesia tahun 60-an. Hingga saat ini jembatan yang membentang di atas sungai Musi ini disebut jembatan Ampera.

Pernah Menjadi Jembatan Terpanjang di Asia Tenggara

jembatan ampera

Fakta unik lainnya tentang jembatan Ampera adalah jembatan ini pernah menjadi jembatan terpanjang di Asia Tenggara. Panjang jembatan ini mencapai 1.117 meter, dan pada saat itu tidak ada jembatan yang panjangnya menyaingi jembatan Ampera.

Walaupun dibangun pada 1962, jembatan ini tergolong canggih di masanya, karena bagian tengah jembatan dapat diangkat ke atas. Pada saat itu masih banyak kapal yang melintas di atas sungai Musi. Sehingga agar dapat melintas, maka jembatan Ampera harus dibuka bagian tengahnya.

Sejak tahun 1970, hal tersebut tidak dilakukan lagi karena cukup mengganggu arus lalu lintas, dan juga sudah jarang kapal yang berlayar di atas sungai Ampera. 

Dana Pembangunan Jembatan dari Hasil Rampasan Perang

Fakta unik lainnya dari jembatan ini adalah dana untuk membangun jembatan diklaim berasal dari hasil rampasan perang. Sejak tahun 1906, ide untuk membangun jembatan diatas sungai Musi sudah ada. Namun hal tersebut tak pernah bisa direalisasikan.

Pada tahun 1956, DPRD kota Palembang kembali mencuatkan ide tersebut. Dana yang dimiliki daerah setempat saat ini hanya sebesar Rp 30 ribu rupiah. Setelah tim panitia pembangunan jembatan dibentuk, maka dana di tambah dari hasil rampasan perang Jepang, yang mencapai 2, 5 miliar Yen.

Hingga saat ini Jembatan Ampera masih banyak dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah. 

Tinggalkan Balasan