Fakta Unik Rumah Adat Aceh

2
13
rumah adat aceh
Rumoh Aceh

Rumah adat Aceh atau yang dikenal dengan sebutan “Rumoh Aceh” dan “Krong Bade” merupakan salah satu rumah adat di Nusantara yang mempunyai sejumlah keunikan. Rumah yang dihuni oleh suku aceh ini memiliki desain yang khas dan gampang dikenali begitu kita melihatnya secara sepintas.

Selain desain yang khas, rumah adat ini juga penuh makna dan pesan yang tersirat didalam setiap rancangannya. Apa saja keunikan dan pesan yang ada didalam Rumoh Aceh ini, berikut ulasan dari greatnesia:

Memanjang dari Timur ke Barat

Keunikan yang pertama dari rumoh aceh adalah, rumah yang bangun memanjang dari arah timu ke barat. Hal ini dimaksudkan agar bagian depan rumah menjadi menghadap ke arah barat.

Tujuannya berkaitan dengan masalah agama. Dimana kita ketahui bahwa masyarakat Aceh identik dengan tradisi Islam. Maka rumah yang menghadap ke arah barat dimaksudkan untuk menghadap ke arah kiblat “Ka’bah”.

Dibangun Tanpa Paku

Keunikan yang kedua adalah, filosofi yang dianut oleh masyarakat aceh dalam membangun rumah adat mereka. Para leluhur masyarakat aceh selalu membangun rumah mereka dengan menggunakan bahan bahan yang tersedia di alam bebas.

Oleh karena itu, rumah yang dibangun tidak menggunakan paku sama sekali. Untuk menyatukan dan mengikat setiap bagian bangunan, masyarakat aceh menggunakan tali pengikat yang disebut dengan taloe meu-ikat.

Ukiran Menentukan Status Sosial

Mirip dengan beberapa rumah adat yang lain yang ada di Indonesia, rumah adat aceh juga penuh dengan ukiran yang indah. Tidak hanya berfungsi sebagai oranamen ataupun untuk memperindah bentuk rumah saja.

Ukiran yang terdapat pada rumah adat aceh terkadang juga sebagai penentu status sosial keluarga yang menghuni didalamnya. Biasanya semakin banyak dan semakin indah ukiran yang terdapat pada sebuah rumah adat aceh menandakan bahwa status sosial penghuninya semakin tinggi.

Gentong Depan Rumah dan Pintu yang Kecil

Salah satu yang menjadi ciri khas dari setiap rumah adat aceh adalah terdapatnya gentong air di depan rumah mereka. Gentong ini berfungsi untuk membersihkan kaki bagi siapa saja yang ingin masuk kedalam. Baik penghuni rumah maupun tamu yang datang.

Selain itu, desain pintu depan dari rumah adat aceh ini juga didesain lebih pendek dari ukuran pintu rumah pada biasanya. Filosofinya, agar setiap orang yang masuk menjadi membungkuk seolah olah memberikan hormat kepada orang yang sedang berada didalam.

Rumah Tahan Gempa

Seperti kebanyakan rumah adat di Indonesia, rumah adat aceh juga dibangun dengan konsep rumah panggung. Pada jaman dahulu rumah berbentuk panggung ini berfungsi untuk melindungi pemilik rumah dari terkaman dan serangan binatang buas.

Namun, setelah teknologi berkembang seperti saat sekarang ini. Ternyata diketahui juga bahwa konsep rumah panggung tersebut juga lebih tahan terhadap goncangan. Dimana di Indonesia terdapat banyak gunung berapi yang masih aktif dan juga dikelilingi oleh cincin api pasifik.

Dengan konsep rumah panggung dan ditambah dengan proses pembuatan rumah yang tanpa menggunakan paku sama sekali. Membuat rumah aceh ini menjadi lebih kuat dan tahan terhadap goncangan gempa yang sering terjadi di Indonesia.

Jumlah Anak Tangga yang Ganjil

Masih berkaitan dengan filosofi rumah yang menghadap ke barat. Rumah Aceh juga memiliki jumlah anak tangga yang ganjil karena masih berhubungan dengan kepercayaan dalam agama Islam.

Menurut kepercayaan dalam agama islam, bahwasanya Tuhan menyukai hal – hal yang berjumlah ganjil. Untuk itulah masyarakat aceh juga berusaha untuk mengimplementasikan hal tersebut dalam desain rumah mereka. Salah satunya dalam jumlah anak tangga yang terdapat di depan rumah.

Rumah Adat Aceh Terdiri dari 4 Bagian

Secara umum, Rumoh Aceh terdiri dari empat bagian utama yaitu :

Seuramoe Keue (Serambi Depan)

Ruang depan ini berfungsi untuk menerima tamu yang datang, bersantai, beristirahat dan berkumpul bagi anggota keluarga. Biasanya diruangan ini merupakan ruangan kosong yang beralaskan karpet. Tujuannya agar bisa menampung banyak orang dalam satu tempat.

Seuramoe Teungoh (Serambi Tengah)

Bagian tengah dari rumoh aceh ini biasanya dibuat lebih tinggi dari bagian yang lainnya. Ini merupakan pertanda bahwa bagian tengah ini adalah tempat pribadi dan tertutup. Hanya penghuni rumah saja yang boleh memasuki bagian tengah ini. Pada sisi kanan dan kiri bagian tengah ini terdapat kamar – kamar tidur para penghuni rumah.

Seuramoe Likot (Serambi Belakang)

Serambi belakang pada rumoh aceh ini berfungsi seperti bagian rumah modern saat ini. Yaitu sebagai ruang makan dan tempat mencuci badan dan pakaian. Biasanya bagian ini lebih rendah dari dua bagian pertama yang telah dibahas diatas.

Rumoh Dapu (Rumah Dapur)

Untuk keperluan memasak, rumah ini memiliki bagian yang terpisah yang disebut dengan rumoh dapo. Sengaja dipisahkan, karena pada jaman dahulu rata-rata masyarakat masih memasak dengan menggunakan kayu bakar. Selain untuk alasan keamanan jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan didapur. Dengan memisahkan bagian dapur juga berfungsi agar asap kayu bakar tidak memenuhi ruangan yang dalam ketika proses memasak dilakukan.

Itulah beberapa fakta unik rumah adat yang dimiliki oleh masyarakat aceh ini. Silahkan dishare jika dirasa bermanfaat. Dan jangan lupa juga untuk meninggalkan komentar jika kamu mengetahui fakta unik lainnya tentang rumah adat aceh ini.

Gambar Rumah Adat Aceh

rumah aceh jaman dahulu
rumoh aceh
rumah adat aceh
rumah aceh
rumoh aceh

2 KOMENTAR

  1. Aku selalu suka ama rumah-rumah adat yang ada di Indonesia, soalnya hampir di setiap bagiannya punya makna yang dalam. Udah gitu arsitektur dan hiasanya juga sangat menarik.

    Rumah adat Aceh ini juga mantap banget, tanpa paku tapi tahan gempa, sama kayak rumah adat Nias nih, tanpa paku dan tahan gempa.

  2. Aku pernah lihat rumah adat Aceh di taman mini Indonesia indah, sempat masuk kedalamnya tapi agak seram juga karena agak gelap.

    Ternyata rumah adat Aceh itu tahan gempa ya biarpun tidak ada pakunya.

Tinggalkan Balasan