Belajar Sambil Bermain Dengan Barang Bekas

0
14
belajar sambil bermain

Bermain adalah kegiatan yang sangat menyenangkan bagi buah hati. Dengan bermain anak- anak dapat mengekspresikan dirinya. Dengan belajar sambil bermain dapat menghilangkan kebosanan kepada anak. Karena anak usia dini rentan dengan kebosanan, biasanya mereka cepat beralih kepada hal yang lainnya dianggap menarik.

Bermain bagi anak juga dapat meningkatkan kerja otot anak dan melatih motorik halus anak. Misalnya, setelah anak bisa berjalan, mereka kemudian dapat belajar berlari, melompat, memutar, dan sebagainya.

Dengan belajar sembari bermain juga dapat membentuk pola hidup aktif pada anak, karena jika anak terbiasa aktif dari usia dini akan berkelanjutan hingga ia dewasa nanti. Tentunya gerak aktif anak juga di arahkan kepada hal yang positif, sehingga nantinya bermanfaat dikemudian hari bagi mereka.

Belajar sambil bermain dapat membantu memelihara imajinasi dan memberikan anak rasa ingin tahu anak. Hal ini juga akan mempermudah anak dalam mempelajari keterampilan lainnya yang lebih rumit, seperti pemecahan masalah, berbagi, dan sebagainya, dengan cara yang menyenangkan.

Namun, semua permainan tidak selamanya harus didapat dengan membelinya. Kita dapat mengajari anak untuk membuat alat permainan edukasi (APE) dari barang bekas. Kita dapat menggunakan berbagai macam barang bekas, seperti tutup botol, kardus bekas, botol bekas, kertas kado dan banyak lagi yang lainnya.

Dengan mengajari anak menggunakan barang bekas ini, secara tidak langsung kita telah mengajarkan anak bagaimana tentang kreatifitas, bagaimana tentang kesederhanaan, dan banyak lagi yang bisa di ajarkan dengan permainan dari barang bekas tersebut.

Beberapa waktu lalu saya bersama buah hati membuat deretan huruf dan angka dari tutup botol yang telah dikumpulkan selama seminggu. Buah hati saya sangat gembira karena ia dapat menghitungnya dengan formasi yang di inginkan. Bahan yang dibutuhkan hanya tutup botol dan spidol hitam permanen untuk menuliskan angka atau huruf.

Selanjutnya sudah dapat dimainkan sesuai dengan kreasi sendiri. Bisa menjadi alat untuk tebak angka, bisa menjadi alat untuk belajar angka dan huruf, bisa juga untuk membuat kata sederhana. Alhamdulillah ini juga pernah saya aplikasikan sebagai bahan ajar tambahan bagi siswa kelas 1 Sekolah Dasar ketika mengajar dahulu.            

Terlepas dari semuanya, sebelumnya kita juga harus bertanya kepada anak, apakah ia mau membuat mainan dalam bentuk yang berbeda. Atau “bunda ada permainan baru lho sayang, kita coba yuk”, kurang lebih seperti itu. Dengan demikian akan memancing kreatifitas dan daya imajinasi anak. Karena belajar sambil bermain dengan orang tua sangat menyenangkan bagi anak.

Bahkan dari pengalaman saya, anak selalu bertanya “bunda, hari ini kita membuat alat permainan edukasi apa lagi?”, masya Allah. Semoga nantinya anak- anak kita tumbuh menjadi anak yang bahagia dan memiliki kreatifitas yang tinggi dan dapat menjadi generasi penerus yang berbudi pekerti baik. Aamiin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini