Alat Musik Tradisional Tifa

0
541

Alat Musik Tradisional Tifa. Tifa adalah perlengkapan musik atau alat musik khas paling utama untuk masyarakat maluku serta papua, yang dimainkan dengan metode dipukul.

Alat musik Tifa ini cukup unik dan tidak dapat ditemui oleh alat musik lain di negara manapun. Alat musik ini khususnya berasal dari Papua dan Maluku dan biasa dimainkan oleh laki-laki dewasa dengan cara dipukul seperti gendang.

Tifa sendiri terbuat dari kayu linggua yang besar dan kuat. Kayu tersebut merupakan kayu khas Papua yang telah dikenal mempunyai kualitas yang sangat baik.

Sketsa Gambar Alat Musik Tifa

Perbedaan Alat Musik Tifa di Papua dan Maluku

Alat musik tifa yang ada di Indonesia terbagi menjadi 2 macam. Versi masyarakat Maluku dan Papua memiliki beberapa perbedaan.

Alat Musik Tifa Papua

Alat musik tifa sendiri memang lebih identik dengan Papua khususnya untuk Suku Asmat. Bahkan menjadi identitas dan kebutuhan suku di Papua. Bagi masyarakat Papua alat musik ini lebih dikenal dengan nama Kandara, Sirep, Wachu, dan Eme.

Biasanya tifa digunakan untuk acara ritual adat karena melodinya yang sakral sehingga menjadikan ritual lebih khusuk.

Alat Musik Tifa Maluku

Di daerah Maluku, tifa memiliki ukiran yang khas pada sekitar tabung yang memiliki makna kehidupan rasa syukur dari pembuatnya. Sama seperti di Papua, di Maluku tifa juga biasa dimainkan pada acara adat seperti tarian Cakalele.

Di Maluku tifa terbuat dari kayu pohon sukun sedangkan di Papua terbuat dari pohon linggua.

Sejarah Alat Musik Tifa

Sejarah alat musik tifa sebenarnya tergantung pada persepsi daerah. Namun bagi masyarakat pedalaman tentu saja sejarah akan suatu hal masih sangat erat dengan mitos.

Sejarah tifa di Papua konon di daerah Biak terdapat dua saudara laki-laki yang hubungannya sangat dekat. Dua saudara ini pergi berpetualang dan menemukan pohon apsur yang dapat mengeluarkan suara di tengah hutan.

Keesokan harinya mereka penasaran dan menebang pohon tersebut dan mengeruk bagian tengahnya menyerupai pipa menggunakan nibong atau besi panjang. Kemudian menutupinya dengan kulit soa-soa.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini