Alat Musik Tekan Tradisional

0
9
Alat Musik Tekan Tradisional

Alat musik diketahui sebagai suatu benda-benda yang dapat menghasilkan suara, yang disertai beberapa teknik dari benda-benda tersebut yang diatur oleh para pemainnya agar bisa menghasilkan suara yang indah. Di dalam perkembangannya, alat musik tidak hanya berfungsi sebagai suatu hiburan saja yaitu instrumen (untuk sebuah lagu), tetapi juga dapat digunakan untuk beragam fungsi.

Terlebih lagi jika merujuk pada sejarah kemunculannya, suatu alat musik pada umumnya memiliki peran yang cukup signifikan di dalam pembentukan budaya pada masyarakat lokal. Untuk memahami keaneka ragaman alat musik beserta fungsinya, perlu mendalami bagaimana perkembangan alat musik hingga saat ini khususnya alatmusik tradisional.

Perkembangan Alat Musik Tradisional

Sangat banyak sekali jenis-jenis  alat musik tradisional yang ada di negara Indonesia. Akan tetapi, dalam sejarah manusia, alat musik yang pertama kali bukanlah jenis alat musik tradisional yang telah banyak dikenal oleh masyarakat saat ini. Melainkan, musik pertama kalinya diciptakan melalui siulan manusia sejak puluhan ribu tahun yang lalu.

Dengan seiring berkembangnya kemampuan kognitif pada manusia, beraneka ragam bunyi-bunyian yang bersumber dari benda-benda alam yang berhasil ditemukan. Adapun perkembangan alat musik, khususnya di Negara Indonesia pun tidak bisa lepas dari sejarah kemunculan para kerajaan yang bercorak Hindu-Budha dan juga kerajaan Islam saat itu.

Ciri-ciri yang paling utama dari jenis alat musik tradisional yang telah ada di Indonesia yaitu dari segi penggunaannya yang selalu beriringan dengan jenis-jenis karya seni lainnya, contohnya tarian atau seni lakon. Terutama adanya alat musik tradisional ini untuk mendukung keseluruhan dari seni pertunjukan ataupun perayaan disetiap upacara adat.

Kehadiran alat musik ini dengan beragam tujuan tersebut dapat menjalankan fungsinya yang berbeda-beda pula. Seperti penggunaan gamelan pada setiap pertunjukan wayang. Gamelan adalah jenis instrumen musik ansambel yang terdiri dari berbagai jenis alat musik, seperti : Gendang, Saron atau ricik, Onang, Rebana, Gong , Siter, Gambang, Suling dan lain-lain.

Ada berbagai macam alat musik yang ada di Indonesia, namun pada artikel ini kita akan membahas salah satu jenis alat musik yang sering digunakan yaitu Alat Musik Tekan.

Pengertian Alat Musik Tekan

Alat musik tekan adalah alat musik cara memainkannya dengan ditekan ataupun alat musik yang hanya akan menghasilkan bunyi apabila ditekan. Alat musik tekan ini dibagi menjadi beberapa kelompok, berdasarkan cara menghasilkan bunyi atau nada yaitu:

  • Menekan untuk memukul
  • Menekan untuk meniup

Negara Indonesia kaya akan seni tradisi sesuai dengan daerah asalnya masing-masing, termasuk juga dalam hal musik. Musik adalah bagian dari seni tradisi yang dikenal dengan sebutan musik daerah ataupun musik tradisional. Hal yang membedakan dengan jenis musik pada umumnya adalah secara karakteristik (terdapat pada Syair dan Melodi) yang menggunakan bahasa serta gaya daerah setempat. Selain itu, keunikan lain dari jenis musik daerah adalah dari instrument-instrument yang digunakannya.

Indonesia, dari kekayaan budayanya mempunyai beraneka ragam jenis alat musik. Di dalam perkembangannya, alat-alat musik di negara Indonesia ini mendapatkan pengaruh-pengaruh dari berbagai kebudayaan seperti : Budaya Hindu, budaya Buddha, dan budaya Arab. Adapun pengaruh dari berbagai kebudayaan ini melahirkan alat-alat musik tradisional di Indonesia yang sangat unik,

Berikut adalah beberapa jenis alat musik tradisional yang cara memainkannya dengan cara menekan untuk dipukul, diantaranya:

Tifa

alat musik tradisional tifa

Tifa adalah sejenis gendang tapi bentuknya lebih kecil dan juga memanjang. Alat musik ini dibuat dari batang kayu yang kemudian di lubangi pada bagian tengahnya. Batang pohon apo, waru, dan pohon kokota yang biasanya digunakan sebagai bahan utama dari pembuatan tifa.

Sedangkan dibagian penutupnya menggunakan kulit rusa. Cara memainkan isntrumen ini dengan cara dipukul dengan tangan dengan tehnik ditekan, dan apabila dipukul pada bagian tepi dan bagian tengahnya juga menimbulkan nada atau suara yang berbeda. Tifa terdapat dibagian daerah Maluku dan juga Papua.

Gendang

rampak gendang

Gendang ini dibuat dari kulit-kulit hewan yang direntangkan pada kayu yang berbentuk tabung yang dijadikan sebagai kotak resonansinya. Instrumen ini juga adalah  salah satu bagian dari alat-alat yang digunakan pada gamelan. Tak hanya berada di Jawa, hampir di setiap daerah memliki gendang sebagai instrumennya.

Contohnya di daerah Gorontalo, gendang disebut “ganda” atau di daerah Sumatra Utara disebut “gondang”, dan di daerah Kepulauan Riau disebut dengan “gendang panjang”. Adapun cara memainkan gendang ini yaitu dengan cara menabuh/dipukul dengan teknik menekan yang jika pada bagian tepi dan juga bagian tengahnya akan menimbulkan nada atau suara yang berbeda.

Tuma

alat musik tradisional tuma

Tuma adalah alat musik tradisional Kalimantan Barat yang sama seperti gendang panjang. Alat musik ini dibuat dengan bahan dasar kayu sebagai rangkanya serta kulit lembu sebagai membrannya. Memainkan instrument ini adalah dengan cara ditepuk atau dipukul dan juga biasa dimainkan sebagai pengiring pada tari-tarian tradisional bersamaan dengan jenis alat musik tradisional yang lainnya.

Adapun beberapa jenis alat musik tradisional yang memainkannya dengan cara menekan untuk meniup, diantaranya :

Suling bambu

Suling bambu ini berasal dari tanah Sunda, Jawa Barat. Alat musik tiup ini dibuat dari bambu yang memiliki ciri-ciri berbentuk ramping panjangnya sekitar 15-30 cm dengan diameter yang berkisar 3-4 cm. Suling bambu ini juga mempunyai lubang-lubang kecil dibagian tubuhnya yang berfungsi sebagai pengatur nada.

Suara pada suling ini dihasilkan dari setiap udara yang ditiupkan melalui ujung lubang yang ada pada bagian ujung instrumen. Udara-udara tersebut akan mengalir kemudian membentur di dinding suling. Getaran dari dinding ini akan menjadi resonator yang ketika  ditekan pada bagian lubang-lubang kecil dibagian tubuhnya akan menghasilkan nada yang berbeda-beda.

Hasilnya adalah nada yang lembut dan indah. Suling ini sangat identik dengan acara-acara kebudayaan tradisional serta acara pementasan musik tradisional dan juga musik dangdut.

Suling lembang

Suling lembang adalah alat musik tradisional yang berasal dari Tanah Toraja, Sulawesi Selatan. Cara memainkan suling lembang ini pun sama dengan memainkan suling pada umumnya yakni dengan cara ditiup kemudian ditekan pada bagian lubang-lubang kecil di bagian tubuhnya.

Perbedaan dari suling lembang ini yang khas yaitu mempunyai ukuran yang cukup panjang. suling lembang ini mempunyai panjang berkisar 40 sampai 100 cm. Perbedaan yang lain yakni tempat keluar suara yang sama menyerupai terompet. Terdapat juga enam buah lubang kecil dibagian tubuh suling lembang. Alat musik ini pada umumnya dimainkan dengan alat-alat musik tradisional yang lain.

Foy doa

Foy doa adalah alat musik tradisional yang berasal dari Flores, Nusa Tenggara Timur. Berbeda dengan alat musik tiup yang lainnya (bersifat tunggal), foy doa ini terbentuk dari dua batang bambu yang berukuran kecil yang memiliki 4 lubang di setiap tubuh suling.

Nada yang dihasilkan oleh foy doa in dapat bersifat tunggal ataupun ganda. Peniup dapat memainkan satu suling saja ataupun dua suling sekaligus pada foy doa.

Lagu-lagu yang diiringi dengan foy doa ini biasanya berupa syair yang bertema kehidupan.

Tinggalkan Balasan