Adat Masyarakat Kabupaten Demak yang masih ada dan dilestarikan sampai sekarang

0
202
grebek besar demak

Bicara tentang adat memang suatu hal tradisional tempo dulu yang masih terus bekembang dan dilestarikan sampai saat ini. Suatu daerah mesti memiliki adat istiadatnya masing–masing yang membuatnya berbeda dengan daerah yang lainya. Salah satu daerah yang memiliki adat istiadat yang cukup unik dan dan masih dilestarikan sampai dengan sekarang ini adalah Demak. Suatu daerah yang berada di provinsi Jawa Tengah yang menjadi pusat penyebaran Islam walisongo ini memiliki adat istiadat sebagai berikut:

Adat Grebeg Besar Demak

Grebeg besar merupakan sebuah acara budaya tradisonal yang menjadi khas kabupaten Demak. Acara greebeg besar ini berlangsung setiap tahun yaitu pada tanggal 10 Dzulhijjah saat idul adha. Bukan hanya grebeg besar saja tetapi terdapat banyak rangkaian yang mengiringi acara Grebeg besar ini. Salah satunya adalah karnaval kirab budaya yang dimulai dari pendopo kabupaten Demak hingga sampai makam Sunan Kalijaga yang terletak di Kadilangu. Kira – kira berjarak sekitar 2 meter dari tempat mulainya acara karnaval.

Adat Prosesi Pernikahan

Adat prosesi nikahan masih sangat kental dan terus dipergunakan pada saat prosesi pernikahan sampai saat ini. Ada bebarapa adat yang terdapat di prosesi nikahan ini diantara lain yang pertama Injak telur yaitu pengantin pria melepas sandal ngantennya kemudian menginjak telur ayam dengan telapak kakinya, kemudian pengantin putri membasuh kaki pengantin pria dengan air kembang dari bokor (bejana) yang telah disiapkan sebelumnya. kemudian yang kedua ada dulangan sego punar (dahar kebul) yaitu pasangan pengantin baru makan bersama-sama dan saling menyuapi sepiring nasi kuning beserta lauknya dan yang pertama menyuapi adalah pengantin wanita ke pengantin pria kemudian bergantian.

Yang ke tiga ada Gendhong Manten menggunakan sindur menuju ke pelaminan yaitu ayahanda pengantin putri mendahului berjalan menuju kursi pengantin kemudian ibu pengantin putri memasang sindur (selendang) menutupi pundak kedua pengantin. Selendang yang berisi kedua mempelai kemudian ditarik berjalan oleh ayahanda mempelai putri kemudian di dorong oleh sang ibu mempelai putri.

Yang ke empat ada Kacar Kucur yaitu pengantin pria menuangkan campuran kedelai, kacang tanah, beras,beras ketan, jagung disertai rempah-rempah, bunga dan uang logam dengan bernagi nilai lalu pengantin perempuan menerima itu dengan selendang kecil setelah itu kemudian diikat.

Yang terakhir ada sungkeman yaitu kedua pengantin meminta doa restu dari kedua orang tua. Yang pertama haruslah sungkem ke kedua orang tua pengantin wanita kemudian dilanjutkan dengan sungkem kepada kedua orang tua penganitin pria. Kedua pengantin berjongkok seraya meminta doa dengan sungguh-sungguh kepada para orang tua dan kedua orang tua pengantin pria dan wanita menerima sungkem dengan mengulurkan tangan kanan untuk dijabat dan dicium sedangkan tangan kiri mereka mengelus kepala sang pengantin.  

Adat kelahiran seorang Bayi

Adat kelahiran seorang bayi ini juga masih sangat kental dikalangan masyarakat Demak, diantaranya yaitu pertama mengubur ari-ari atau batur dari bayi di dalam kandungan. Kedua krayan yaitu upacara tradisi jawa untuk menyambut kedatangan bayi yang dilaksanakan sehari setelah bayi lahir dengan membacakan doa yang dipimpi oleh satu orang masyhur yang ada di daerahnya masing-masing. Ketiga puputan yaitu upacara adat jawa pada saat memberi nama dan dilaksanakanya penyembelihan hewan qurban lalu dibagi-bagikan kepada sanak keluarga dan tetangga sekitar. 

Tinggalkan Balasan