7 Kebudayaan Nusantara

0
65
kebudayaan nusantara

Kebudayaan nusantara Indonesia adalah rangkaian kebudayaan seluruh Nusantara yang terbentang dari wilayah Sabang sampai daerah Merauke, dan juga dari pulau Talaud hingga Timor. Indonesia ibarat sebuah bangunan yang sangat besar dengan ruang suku bangsa beragam, misalnya Melayu, suku Jawa, suku Bugis, suku Minahasa, suku Sunda, dan lain sebagainya.

Bangunan Nusantara ini sudah hadir lama, yakni ketika sering terjadinya pertemuan antar berbagai suku bangsa melalui kebudayaan maritim.

Pertemuan yang sering terjadi di antara berbagai suku bangsa tersebut menyajikan rona dini embrio kebudayaan Nusantara yang kelak akan majemuk dan juga dinamik seperti saat ini. Sejarah nusantara menunjukkan bahwa interaksi antar berbagai kebudayaan di Nusantara sebagian besar terjadi dengan adanya pertukaran berbagai pengetahuan, barter komoditi, dan juga dengan adanya interaksi nilai kebudayaan lewat media tranportasi perdagangan di laut.

Sangat Tepat sekali jika semboyan luhur “Bhineka Tunggal Ika” diletakkan pada genggaman Garuda sebagai symbol Negara dan juga kebudayaannya. Sebab, Bhineka Tunggal Ika merupakan cermin dari berbagai wajah kebudayaan nusantara yang sangat penuh dengan nilai historis. Pancasila pada sejatinya merupakan visi dan jati diri bangsa yang secara historis juga gambaran dari watak dan wajah kebudayaan nusantara.

Sebagai Bangsa yang memiliki garis pantai terpanjang kedua di dunia setelah Kanada, bangsa ini tentunya berkarakter sebagai bangsa maritim pembelajar, khususnya dengan materi belajar dari masa lalu sejarah bangsanya sendiri. Dengan berbagai kemajuan Bangsa saat ini, tentunya bangsa ini sangat enggan untuk kembali mundur dan terperosok ke dalam keterbelakangan budaya di masa lalu.

Dengan berbagai perkembangan saat ini, Sudah waktunya masyarakat Indonesia melihat kembali dengan seksama tentang kenyataan bahwa Indonesia terdiri dari beragam kebudayaan yang membentang dari Sabang sampai ke Merauke, serta dari beragam kebudayaan dari Talaud hingga ke Timor.

Indonesia merupakan salah satu Negara yang sangat kaya akan berbagai sumberdaya, Tidak hanya terbatas pada keragaman sumber daya alam, namun juga dengan keragaman budaya yang luar biasa.

Berdasarkan data sensus yang dilakukan oleh BPS (Badan Pusat Statistik) pada tahun 2010, terdapat tidak kurang dari 1300 suku dan kelompok etnik atau sekitar 1.340 suku bangsa yang ada di Indonesia.

Jumlah Keanekaragaman suku yang sangat besar ini diikat dalam satu semboyan nasional, yaitu “Bhineka Tunggal Ika” yang artinya adalah berbeda-beda tetap satu jua. Meski bangsa Indonesia terdiri atas beraneka ragam budaya dan suku, namun kesadaran sebagai bangsa yang satu tetap perlu ditanamkan dan dijaga.

Semboyan nasional tersebut berasal dari sastra bahasa Jawa Kuno, yang kemudian menjadi semboyan nasional untuk mengukuhkan pemahaman masyarakat Indonesia bahwa sejatinya keberagaman yang dimiliki negeri ini adalah sebuah kekayaan indah ciri khas Indonesia sebagai bangsa yang besar, yang tidak pernah dimiliki oleh bangsa manapun.

Apa sajakah yang menjadi bukti dan wujud keberagaman kebudayaan Indonesia? Berikut ini  adalah 7 kebudayaan nusantara yang memiliki ciri khas sesuai dengan daerah dan suku asal masing-masing kebudayaan, yaitu:

1. Makanan Khas Daerah

Jenis Kuliner atau makanan khas daerah merupakan contoh produk budaya dengan wujud nyata yang terus terwariskan dari generasi ke generasi dalam sebuah kelompok masyarakat tradisonal suku tertentu.

Misalnya, di daerah Provinsi Sumatera Selatan terdapat jenis makanan bernama pempek, makanan kerak-telor sebagai makanan khas Jakarta, makanan nasi-lengko sebagai khas Cirebon, makanan nasi-gudeg ciri khas Yogyakarta, kuliner rujak-cingur dari provinsi Jawa Timur, masakan ayam-betutu dari provinsi Bali, masakan ayam-taliwang dari Provinsi NTB, serta masakan papeda dari Papuan dan juga Maluku.

2. Senjata Tradisional Khas Daerah

Senjata tradisional khas daerah tidak hanya berfungsi untuk pelindung dari bahaya musuh, namun juga sering digunakan saat berladang dan aktivitas berburu.

Hingga saat ini, berbagai jenis senjata tradisional telah termasuk menjadi bagian dari identitas bangsa yang juga turut memperkaya produk kebudayaan Nusantara. Contohnya yaitu senjata rencong Aceh, golok Betawi, kujang Jawa Barat, keris Jawa Tengah, celurit Madura, dan badik Sulawesi.

3. Lagu Tradisional dan Alat Musik Daerah

Lagu tradisional merupakan lagu khas daerah yang diciptakan oleh para tokoh seni dari daerah suku tertentu. Lagu daerah berfungsi sama dengan lagu nasional kebangsaan pada suku tertentu, namun status lagu tersebut bersifat kedaerahan dengan menggunakan lirik yang seringkali  berbahasa sesuai suku asal dan daerah masing-masing.

Lagu tradisional pada umumnya selalu menceritakan dan berisi tentang nilai dalam kehidupan bermasyarakat, serta seringkali memiliki makna yang sangat mendalam di setiap liriknya.

Di antara Contoh lagu khas daerah yang bersifat tradisional dan sangat terkenal di Indonesia yaitu:

  1. Lagu Rasa Sayange (Maluku)
  2. Lagu Gundul-gundul Pacul (Jawa tengah)
  3. Lagu Bapak Pucung (Jawa Tengah)
  4. Lagu Bungong Jeumpa (Aceh)
  5. Lagu Ayam Den Lapeh (Sumatera Barat)
  6. Lagu Anging Mammiri (Sulawesi Selatan)

Selain kaya akan lagu daerah, Indonesia juga sangat kaya akan alat musik tradisional dari berbagai daerah, misalnya:

  1. angklung
  2. bedug
  3. calung
  4. gamelan
  5. kolintang
  6. tifa
  7. tamborin
  8. saluang
  9. sasando

4. Tarian Adat Daerah

Setiap suku dari berbagai daerah nusantara juga mempunyai tarian adat yang berbeda-beda pada masing-masing daerah, yang juga ditampilkan pada waktu yang berbeda pula. Misalnya, Ada tarian daerah yang khusus untuk menyambut rombongan tamu penting, tarian menyambut musim panen, tarian untuk upacara kematian, tarian untuk upacara keagamaan, dan lain sebagainya.

Berikut ini adalah contoh tarian daerah nusantara, misalnya yaitu tari Saman (Aceh), tari kecak dan tari pendet (Bali), tari jaipong (Jawa Barat), tari reog-Ponorogo (Jawa Timur), tari topeng-Betawi (Jakarta), tari piring (Sumatera Barat), dan tari maengket (Sulawesi Utara).

5. Pakaian Adat Tradisional Daerah

Contoh pakaian adat daerah nusantara yaitu baju bodo (suku Bugis, Makassar), pakaian ulos Sumatera Utara, pakaian adat-betawi DKI Jakarta, kebaya-Jawa jarik-batik Jawa Tengah, baju adat king baba dan juga baju adat king bibinge Kalimatan Barat.

6. Upacara Adat Daerah

Upacara adat yang dimiliki oleh semua suku merupakan sebuah tradisi yang sarat akan nilai-nilai luhur bagi kehidupan masyarakat setempat. Selain sering dianggap sebagai cara untuk berbakti kepada para leluhur, pada sebagian suku bahkan upacara adat juga diyakini sebagai sebuah pengabdian kepada Sang Pencipta.

Contoh upacara adat yang ada di tanah air yaitu upacara ruwatan suku jawa yang bertujuan untuk menghindarkan kesialann dan marabahaya dari seseorang. Upacara sekaten yang dilakukan oleh masyarakat Yogyakarta saat memperingati mauled (kelahiran) Nabi Muhammad saw. Ada juga upacara Ngaben dari Bali saat mengkremasi jenazah, upacara bakar-batu dari Papua dengan tujuan untuk mengungkapkan rasa bersyukur, dalam rangka bersilaturahim, maupun untuk menyambut datangnya tamu penting.

7. Rumah Adat Daerah

Rumah adat adalah sebuah rumah yang dibangun dengan bentuk dan wujud yang khas pada suku tertentu, serta terwariskan secara lestari dari generasi yang satu ke generasi yang lain tanpa adanya perubahan. Rumah adat terkadang juga ditinggali oleh para tokoh adat, namun ada juga yang secara khusus hanya digunakan saat upacara adat.

Rumah adat adalah cerminan budaya khas yang terbentuk secara alami dan terwariskan turun temurun dalam sebuah kelompok atau suku di masyarakat.

Rumah adat juga gambaran atas cara hidup yang ada pada sebuah suku, serta menggambarkan pula berbagai hal yang berkaitan dengan suku tersebut, misalnya gambaran cara hidup, kegiatan ekonomi, dan tingkat religinya.

Di Indonesia, hampir setiap suku dari berbagai daerah mempuiliki rumah adat tradisional sesuai wilayah dan juga sukunya. Contohnya yaitu rumah gadang (Sumatera Barat), gapura candi-bentar (rumah adat Bali), rumah joglo (Jawa Tengah), rumah panjang (Kalimantan Barat), dan lain sebagainya.