6 Unsur Penting dalam Tarian Kuda Lumping

2
16
kuda lumping

Indonesia memiliki keanekaragaman budaya seperti adat, suku dan budaya. Di pulau Jawa terdapat salah satu tarian tradisional dengan ciri khas dimana sekelempok orang menari dengan bantuan properti kuda. Tarian tersebut dikenal dengan nama tari kuda lumping.

Sama seperti tarian pada umumnya, tarian ini memiliki fungsi-fungsi penting didalamnya. Sebagai penggambaran watak manusia yang baik dan buruk dalam bidang pendidikan. Menunjukkan keberadaan ilmu gaib. Bentuk kerja sama yang baik dalam bidang sosial. Selain itu, juga sebagai media hiburan untuk banyak orang.

Tarian kuda lumping biasanya dipertunjukkan pada berbagai acara umum hingga khusus. Penyambutan tokoh penting, perayaan hari-hari besar, syukuran, pernikahan dan acara-acara lainnya. Adapun unsur-unsur penting tarian tersebut adalah sebagai berikut.

Jumlah Penari Kuda Lumping

Pertunjukan tarian ini biasanya melibatkan ± 35 orang. Penari 20 berjumlah 20 orang, penabuh instrumen 10 orang, pembantu umum 4 orang, dan 1 koordinator pertunjukan. Koordinator pertunjukan bertugas untuk mengantur jalan pertunjukan dari awal hingga akhir.

Busana dan Properti dalam Tarian Kuda Lumping

Busana yang digunakan penari terdiri dari baju kemeja atau kaos, celana panjang diatas mata kaki, rompi, sabuk hias, dan apok. Aksesoris kepala berupa penutup kepala, ikat kepala, serta kacamata gelap. Adapun properti biasanya menggunakan 3 buah angklung, 3 buah bendhe (gong), kepyak setangkep, dan sebuah gendang.

Babak Tarian Kuda Lumping

Kuda lumping terdiri dari 4 babak yaitu tari Buto Lawas 2 kali, tari Senterewe 1 kali, dan tari Begon Putri juga satu kali. Penari digambarkan sebagai seorang prajurit yang hendak berperang dengan menggunakan properti khusus seperti kuda dan pedang mainan. Sosok Penthul dan Bancak hadir sebagai pelawak yang nantinya akan menghibur prajurit yang sedang beristirahat.

Tari Buto Lawas pada Tarian Kuda Lumping

Buto Lawas biasanya hanya dibawakan oleh penari laki-laki sebanyak 4 – 6 orang. Penari menunggangi properti kuda dan bergerak mengikuti aunan musik. Kondisi tersebut sering menyabkan penari mengalami kesurupan atau kerasukan roh halus. Kental dengan hal-hal mistik adalah salah caru ciri khas dari tarian ini.

Selain penari, warga yang sedang menonton pun tak jarang mengalami kerasukan hingga ikut menari. Dalam keadaan tidak sadar, mereka terus menari dengan kompak dan energik. Para warok yang memiliki kekuatan supranatural (berkostum serba hitam bergaris merah dan kumis tebal) akan memulihkan kesadaran mereka.

Tari Senterewe pada Tarian Kuda Lumping

Setelah babak Buto Lawas, penari laki-laki dan perempuan akan bergabung membawakan tari Senterewe. Disinilah kedua jenis penari tersebut berinteraksi. Penari perempuan mulai menari dengan gerakan yang sangat energik hingga tidak terkendali.

Penari laki-laki kemudian memberikan pecahan beling untuk dimakan pada penari tanpa menggores mulutnya sedikit pun. Setelah itu, penari perempuan juga akan dipecut tanpa merasakan kesakitan. Namun, malah membuatnya semakin bersemangat.

Tari Begon Putri pada Tarian Kuda Lumping

Babak terakhir dari tarian ini adalah tari Begon Putri. Tarian ini dibawakan oleh 6 penari perempuan. Gerakan yang ditampilkan adalah gerakan-gerakan yang lebih santai (gemulai) sebagai penutup dari semua rangkaian kegiatan dari tarian ini. Ketika tarian berakhir, semua penari sudah kembali dalam keadaan sadar.

Nah itulah 6 unsur penting dalam tarian kuda lumping. Adapun pertunjukan yang dibawakan oleh ratusan penari pernah dibawakan di Gedung Istana Merdeka, Jakarta. Hal tersebut sebagai suguhan para tamu saat menghadiri peringatan Hari Kemerdekaan yang ke-74. Seiring berjalan waktu, tarian kuda lumping mengalami perkembangan di berbagai daerah dan terbagi dari beberapa jenis. Jarahan Thek Ponorogo, Jarahan Kediri, Jarahan Sentherewe, Jarahan Buto, Jaran Sang Hyan, tarian Kuda Gepang, dan lain-lain. Semoga semakin banyak yang melestarikan tarian sebagai warisan budaya, ya.

2 KOMENTAR

  1. Baru tau kalo ternyata Tari Kuda Lumping ada babaknya seperti itu.
    Soalnya selama ini hanya pernah beberapa kali nonton pertunjukkan Kuda Lumping, itupun karena diajakin temen.

    Nontonnya pun cuma fokus ke bagian kesurupannya aja. 🤣

Tinggalkan Balasan