5 Wisata di Dieng yang Populer untuk Libur Tahun Baru Imlek Perayaan Tahun Baru Imlek kerap dimanfaatkan banyak keluarga untuk berlibur bersama. Selain mengunjungi kota besar dengan festival lampion, tak sedikit wisatawan memilih suasana pegunungan yang sejuk dan menenangkan. Salah satu destinasi yang kian populer adalah Dieng, dataran tinggi di Jawa Tengah yang dikenal dengan panorama alam dramatis dan udara dingin yang menyegarkan.
Berada di ketinggian lebih dari dua ribu meter di atas permukaan laut, Dieng menawarkan lanskap berbeda dari destinasi wisata lain di Pulau Jawa. Kabut tipis di pagi hari, telaga berwarna unik, hingga kompleks candi kuno menjadi daya tarik utama. Libur Imlek yang biasanya jatuh di awal tahun juga bertepatan dengan musim langit cerah, membuat pemandangan Dieng semakin memikat.
“Merayakan Imlek di pegunungan memberi suasana berbeda. Ada rasa hening yang justru membuat momen kebersamaan terasa lebih hangat.”
Berikut lima wisata di Dieng yang paling sering dipadati pengunjung saat libur Tahun Baru Imlek.
1. Bukit Sikunir, Menyambut Matahari Pertama di Awal Tahun
Setiap awal tahun, ribuan wisatawan rela bangun dini hari untuk mendaki Bukit Sikunir. Bukit ini dikenal sebagai salah satu spot terbaik untuk menikmati matahari terbit di Jawa Tengah.
Perjalanan menuju puncak tidak terlalu sulit. Trek pendakian sudah tertata dengan jalur yang relatif aman bagi pemula. Sesampainya di atas, hamparan pegunungan akan terlihat luas, termasuk siluet Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing yang berdiri gagah.
Saat libur Imlek, suasana di puncak terasa semarak. Banyak wisatawan mengenakan jaket tebal sambil menunggu cahaya pertama muncul di ufuk timur. Warna keemasan yang perlahan menyapu langit menciptakan pemandangan yang sulit dilupakan.
Udara yang sangat dingin justru menjadi bagian dari pengalaman. Beberapa pengunjung bahkan membawa termos berisi teh hangat untuk mengusir dingin sambil menikmati panorama.
2. Telaga Warna, Keindahan Air yang Berubah Nuansa
Tak lengkap rasanya berkunjung ke Dieng tanpa singgah ke Telaga Warna. Telaga ini terkenal karena airnya dapat berubah warna akibat kandungan mineral dan pantulan cahaya matahari.
Saat cuaca cerah, permukaan air bisa memancarkan gradasi hijau, biru, hingga kekuningan. Fenomena ini membuat Telaga Warna menjadi lokasi favorit untuk berfoto, terutama bagi wisatawan yang datang saat Imlek.
4
Area sekitar telaga sudah dilengkapi jalur pejalan kaki dan gardu pandang. Dari atas, panorama terlihat lebih luas dengan latar pegunungan dan kabut tipis yang sesekali turun.
Banyak keluarga memilih tempat ini untuk bersantai setelah mengunjungi Bukit Sikunir. Suasananya relatif tenang, cocok untuk menikmati momen kebersamaan.
“Ada sesuatu yang menenangkan saat melihat warna air berubah perlahan. Seolah alam sedang memperlihatkan pertunjukan kecilnya sendiri.”
3. Kompleks Candi Arjuna, Jejak Peradaban di Atas Awan
Dieng bukan hanya soal alam. Kawasan ini juga menyimpan peninggalan sejarah berupa Candi Arjuna. Kompleks candi ini diperkirakan dibangun pada abad kedelapan dan menjadi salah satu situs Hindu tertua di Jawa.
Bangunan candi berdiri kokoh dengan latar padang rumput luas dan pegunungan. Saat pagi hari, kabut tipis sering menyelimuti area ini, menciptakan suasana magis.
Libur Imlek menjadi momen tepat untuk mengenalkan sejarah kepada anak anak. Kompleks candi ini relatif mudah diakses dan tidak memerlukan pendakian berat.
Berjalan di antara bangunan kuno sambil merasakan udara pegunungan memberikan pengalaman berbeda dibanding mengunjungi situs sejarah di kota besar.
4. Kawah Sikidang, Pesona Alam Vulkanik yang Unik
Salah satu ikon Dieng lainnya adalah Kawah Sikidang. Kawah ini dikenal dengan aktivitas vulkaniknya yang masih aktif, terlihat dari uap panas yang keluar dari permukaan tanah.
Berbeda dari kawah lain yang sulit dijangkau, Kawah Sikidang memiliki jalur kayu yang memudahkan wisatawan mendekat dengan aman. Aroma belerang cukup terasa, namun masih dapat ditoleransi dalam waktu singkat.
Pemandangan tanah berwarna kecokelatan dengan uap putih yang mengepul memberikan kesan eksotis. Banyak wisatawan menjadikan tempat ini sebagai latar foto unik yang berbeda dari panorama pegunungan biasa.
Libur Imlek biasanya membuat kawasan ini cukup ramai, namun pengelola telah menata alur kunjungan agar tetap nyaman.
5. Batu Ratapan Angin, Sudut Pandang Favorit Wisatawan
Bagi pencinta fotografi, Batu Ratapan Angin menjadi destinasi wajib. Dari atas batu besar ini, pengunjung dapat melihat Telaga Warna dan Telaga Pengilon secara bersamaan.
Untuk mencapai puncaknya, pengunjung perlu menaiki beberapa anak tangga. Setibanya di atas, panorama luas terbentang dengan latar langit biru dan hamparan hijau.
Saat libur Imlek, banyak wisatawan datang pada sore hari untuk menikmati cahaya matahari yang lembut. Angin yang berhembus cukup kencang menjadi alasan nama tempat ini begitu unik.
“Di atas Batu Ratapan Angin, rasanya seperti berdiri di antara langit dan bumi. Angin dingin justru membuat hati terasa hangat.”
Dieng dan Pesona Libur Imlek
Memilih Dieng sebagai destinasi libur Imlek memberi pengalaman berbeda dari perayaan di kota besar. Suasana pegunungan yang tenang berpadu dengan momen kebersamaan keluarga menciptakan kenangan berharga.
Selain lima tempat populer tersebut, Dieng juga menawarkan kuliner khas seperti mie ongklok dan carica yang cocok dinikmati saat udara dingin. Homestay dan penginapan di sekitar kawasan pun semakin berkembang untuk menampung lonjakan wisatawan awal tahun.
Perjalanan menuju Dieng memang memerlukan waktu dan kondisi kendaraan yang prima, mengingat jalurnya menanjak dan berkelok. Namun keindahan yang disuguhkan setibanya di sana sering kali sebanding dengan usaha yang dikeluarkan.
Bagi banyak wisatawan, merayakan awal tahun dengan menyaksikan matahari terbit di atas awan atau berjalan di antara candi kuno menjadi pengalaman yang sulit dilupakan. Dieng menghadirkan perpaduan alam, sejarah, dan kesejukan yang membuat libur Imlek terasa lebih bermakna.


Comment