5 Fakta Unik Hiu Karpet Berbintik, Hewan Endemik Indonesia

0
32
hiu karpet berbintik

Wilayah Indonesia Timur, khususnya Papua perairan Raja Ampat terdapat Hiu karpet berbintik yang merupakan hewan asli papua. Nama ilmiahnya adalah Hemiscyllium freycineti, termasuk golongan suku Hemiscyllidae dengan genus Hemiscyllium. Termasuk golongan Vertebrata atau bertulang belakang. Pertama kali ditemukan tahun 2003.

Memiliki ciri warna kulit berpola seperti macan tutul yaitu coklat berbintik yang tersebar rata di kulit bagian atas. Bintik-bintik kecil menutupi bagian mocong berwarna gelap dan sisi moncong relatif pendek dibanding hiu lainnya. Mulut berada di muka mata dan punya spirakel pada bagian bawah mata. Sirip yang dimiliki berbentuk tebal dan segitiga dengan bagian ujung tumpul.

Bentuk tubuh, terdiri dari ekor, dua sirip samping, dua sirip pada punggung, di bagian atas kepala ada dua mata serta moncong. Ukuran tubuh Hiu jenis ini panjang maksimal 46 cm atau 18 In pada Hiu Jantan maupun betina. Berenang di bawah permukaan laut dengan kedalaman 0 hingga 12 meter. Makanan Hiu ini adalah hewan-hewan kecil jenis invertebrata.

5 Fakta Unik Hiu Karpet Berbintik

Hiu karpet berbintik atau hiu bambu merupakan hiu berjalan dengan spesies yang unik. Tidak memiliki tubuh besar tetapi imut dan kecil menyerupai tokek. Wah, hiu ini sepertinya tidak menakutkan. Kehidupan Hiu ini terdapat  di perairan Papua karena spesies asli Indonesia. berikut fakta unik dari Hiu ini :

Genus Hemiscyllium Termuda

Hewan beradaptasi dengan lingkungan melalui proses Evolusi. Tidak terkecuali Hiu ini seperti yang dilansir dari Science alert, bahwa dipercaya telah mengalami proses evolusi. Namun, sulit untuk mengetahui secara tepat kapan terbentuknya spesies ini. Adanya spesies baru berevolusi setelah Hiu menjauh dari populasi asli. Lalu, akan terisolasi secara genetis pada wilayah baru serta berkembang menjadi spesies baru.

Hiu karpet berbintik dalam berevolusi masih menjadi spekulasi dan penelitian hingga sekarang. Kelompok Hiu dilansir Sci-news sudah ada sekitar 400 juta tahun. Sedangkan, pada 9 juta tahun lalu Hiu karpet berevolusi  sehingga menjadi anggota Hiu di bumi.

Pada Lingkungan Oksigen Rendah Hiu Karpet Berbintik Tetap Bisa Hidup

Ciri fisik yang berbeda dari jenis Hiu pada umumnya karena adaptasi lingkungan yang dialami oleh Hiu karpet. Pada hiu lain warna kulit abu-abu tetapi pada Hiu karpet seperti corak macan tutul atau tokek. Panjang pada ikan Hiu ini ternyata kurang dari satu meter. Hiu ini mampu berjalan di atas terumbu karang memakai siri. Tidak berbahaya bagi manusia dan mampu hidup di oksigen rendah.

Hewan Endemik Perairan Dangkal Beriklim Tropis

Hewan Hiu karpet berbintik merupakan hewan endemik pada perairan dangkal dengan iklim tropis. Di Indonesia dapat ditemukan di wilayah Papua Raja Ampat, Aru, dan Halmahera. Namun, untuk kepulauan Halmahera sebagai satu-satunya lokasi di luar wilayah hunian inti Hiu ini. Kemudian, di wilayah Australia, Papua New Guine.

Spesies Hiu Karpet Berbintik Diketahui Ada 9

Di wilayah perairan dangkal sekitar Papua Barat, tepat di Bird Head Seascape, para ilmuwan menemukan empat spesies baru Hiu Karpet. Hingga saat ini ada sembilan spesies yang telah ditemukan selama penelitian belasan tahun. Penelitian pun masih akan terus dilakukan dan mungkin akan banyak spesies ikan Hiu karpet yang ditemukan.

Tiga Spesies Masuk Daftar Merah IUCN

Hiu karpet berbintik diketahui ada sembilan akan tetapi hanya tiga spesies yang sudah masuk daftar merah IUCN. Keberuntungan bagi Hiu karpet karena belum ada yang dianggap terancam atau punah. Namun, tidak membuat ilmuwan atau peneliti berlega karena masih ada ancaman dengan penagkapan ikan untuk diperdagangkan. Menjaga kelestarian habitat Hiu karpet berbintik sangat diperlukan.

Mengingat ikan ini sebagai jenis ikan Hiu termuda. Ikan ini juga memiki keunikan sendiri dibandingkan dengan Hiu lainnya. Jika, tidak dijaga dengan baik maka kemungkinan besar ikan akan mengalami kepunahan. Selamatkan spesies Hiu karpet dengan tidak menangkapnya.

FS Slim

Tinggalkan Balasan