20 Jajanan Tradisional Jakarta / Betawi Tempoe Doeloe

0
26
Jajanan Tradisional Jakarta

Kuliner Jakarta terutama khas dari Betawi memiliki ragam yang bervariasi. Meski ada kuliner asli Betawi, beberapa makanan, jajanan dan minuman mendapat pengaruh negara lain seperti budaya Eropa (Belanda, Spanyol, Portugis), Arab, Melayu, Tionghoa, India, dan Asia Tenggara. Sehingga menjadikan kuliner Jakarta ini istimewa.

Beberapa jajanan kerap wajib disajikan di acara-acara adat Betawi. Termasuk acara pernikahan, pinde rume (pindah rumah), lebaran Betawi, Idul Fitri, dll. Meski begitu, ada beberapa jenis kuliner yang makin langka bahkan tak dikenal generasi muda karena jarang ditemui di pasaran.

1. Bir Pletok

bir pletok Jajanan Tradisional Jakarta

Tak lengkap rasanya jika datang ke Jakarta namun tidak mencicipi sensasi minum bir yang menghangatkan. Jangan salah. Bir Pletok asli Betawi ini sama sekali bukan minuman beralkohol. Minuman tradisional ini memang sejarahnya dibuat untuk “menyaingi” bir beralkohol buatan Belanda. Karena orang Betawi pemeluk Islam yang taat, mereka berkreasi menciptakan minuman yang menghangatkan, tetap halal, dan tidak membuat mabuk.

Hasilnya? Jadilah bir pletok yang dibuat dari rempah-rempah nusantara. Seperti, serai, kayu secang, jahe, daun pandan wangi, dll. Direbus dengan air dan disaring hingga tersisa sarinya. Bir pletok umumnya dinikmati di malam hari sambil ronda atau bersantai. Disajikan hangat atau panas karena bisa melegakan tenggorokan dan membuat badan hangat.

2. Kue Dongkal

kue dongkal Jajanan Tradisional Jakarta

Kue yang mulai langka ini dibuat dari tepung beras dan dilapisi dengan gula aren. Proses pelapisan dilakukan berulang dalam cetakan khusus berbentuk kerucut. Cetakan kerucut ini dibuat dari anyaman bambu dan dikukus di atas dandang tradisional khusus. Kue dongkal yang matang disajikan di atas alas daun pisang dalam bentuk seperti gunung. Lalu dipotong-potong ditaburi kelapa parut gurih. Jajanan betawi satu ini sangat cocok sebagai teman minum teh.

3. Kue Pancong

kue pancong

Kue Pancong mungkin menjadi pengingat masa-masa kecil karena penjual kue ini biasa mangkal di depan sekolah. Kue pancong dimasak di atas cetakan mirip kue pukis tetapi lebih kecil. Kue pancong terbuat dari tepung beras dan dimasak dengan santan gurih. Saat matang, kue akan ditaburi gula pasir dan parutan kelapa. Tekstur kue ini empuk dan rasa gurih dominan muncul saat potongan kue lumer dimulut.

Saat ini kue Pancong jarang ditemui. Kecuali di beberapa tempat. Hanya terkadang ada 1-2 penjual keliling yang masih setia menjajakan kue tradisional yang mulai langka ini.

4. Kue Ape

kue ape Jajanan Tradisional Jakarta

Kue ape memiliki bentuk mirip dengan serabi. Uniknya kue ini terlihat dari warnanya yang hijau dari campuran daun suji pada adonannya. Jajanan tradisional khas dari Jakarta ini sezaman dengan kue pancong.

5. Es Selendang Mayang

es selendang mayang

Disebut-sebut sebagai minuman jadoel dari Betawi, tak salah jika es selendang mayang makin jarang ditemui di zaman kekinian saat ini. Padahal es selendang mayang ini memiliki rasa yang segar dan bisa menunda lapar karena dibuat dari tepung terigu untuk adonan selendang mayang. Kini, minuman kuno ini hanya bisa ditemui di acara-acara tertentu saja. Seperti di acara adat, lebaran Betawi, atau kenduri.

6. Es Goyang

es goyang kuliner jakarta

Nah, jajanan tradisional ini adalah salah satu yang terbaik. Selain karena es goyang merupakan jajanan tradisional Betawi, es ini juga memiliki cara pembuatan yang lucu bagi sebagian orang yang melihatnya. Banyak pembeli yang rela antre untuk melihat penjual es goyang beratraksi menggoyang-goyangkan cetakan es.

Memang es potong ini dibuat dengan teknik yang jadoel banget. Cetakan es goyang diletakkan di wadah dengan es batu dan garam selama 25 menit, lalu digoyang-goyangkan agar segera beku. Setelah itu es bisa langsung dinikmati atau dicelup dulu dengan cokelat cair sebelum digelindingkan ke serpihan kacang tanah sebagai topingnya.

Rasa es ini jelas beda dari es krim yang dibuat dari susu. Es goyang dibuat dari bahan sederhana, yakni santan kelapa sebagai pengganti susu. Sehingga tekstur rasa es ini lebih gurih dan sederhana.

7. Gemblong

gemblong jajanan traditional jakarta

Gemblong juga termasuk jajanan jadoel dengan bentuk lonjong dan tekstur rasa yang manis. Kue ini dibuat dari tepung beras ketan yang digoreng dan dilumuri dengan gula aren. Kue ini nikmat disantap saat hangat. Karena jika sudah dingin, kue ini terasa liat dan alot.

8. Roti Buaya

roti buaya jajanan tradisional jakarta

Roti buaya memiliki makna filosofis dan mengandung simbol budaya khas Betawi. Roti ini selalu ada saat acara pernikahan atau lamaran pengantin untuk masyarakat Betawi asli. Bagi mereka, buaya memiliki simbol kesetiaan. Sebagaimana buaya dianggap sebagai hewan yang hanya menikah sekali dan setia dengan pasangannya. Roti buaya biasanya disimpan mempelai putri dan tidak dimakan selamanya sesuai dari aturan adat.

9. Biji Ketapang

biji ketapang

Kue ini merupakan kue khas masyarakat Kepulauan Seribu. Biji ketapang dibuat dari tepung sagu yang diolah dengan santan dan gula. Adonan lalu diaduk dan dipotong kecil-kecil seperti biji-bijian, lalu digoreng. Tekstur biji ketapang kering dan keras. Namun di masa kini, kue ini sudah jarang terlihat.

10. Dodol Betawi

dodol betawi

Jika berkunjung ke pusat Budaya Betawi di kawasan Setu Babakan, cobalah untuk melihat proses pembuatan dodol Betawi yang khas.

Dodol Betawi memiliki warna gelap kehitaman agak cokelat. Teksturnya liat dan rasanya legit khas dodol. Bahannya dibuat dari ketan putih, ketan hitam dan durian. Dimasak hingga lebih dari 8 jam bahkan sampai 12 jam secara terus-menerus. Maka dari itu tak heran jika dodol Betawi dibuat secara gotong-royong. Dodol betawi paling sering disajikan di hari raya Islam, seperti Idul Fitri, atau hajatan.

11. Sengkulun

sengkulun

Kue langka ini tak banyak yang tahu bentuk dan rasanya karena makin jarang dijual di pasaran. Kue ini memiliki tekstur kenyal dan lunak. Karena dibuat dari tepung ketan, gula merah untuk memberi rasa manis, dan santan untuk memberi kesan gurih di lidah.

12. Rujak Juhi

rujuak juhi jajanan tradisional jakarta

Rujak dari percampuran budaya Tionghoa dan Betawi ini melahirkan rujak unik yang disebut dengan rujak juhi. Juhi berarti sotong. Dan sotong ini bukan hanya pelengkap, tetapi juga pemeran utama yang membuat kuliner khas Jakarta ini unik dan lezat karena sensasi rasa seafood dalam tiap sajiannya.

Sepiring rujak juhi terdiri dari mie kuning yang sudah direbus, mentimun yang dicacah, kentang rebus, selada, kol. Setelah itu rujak akan ditaburi dengan topping juhi alias sotong kering yang dibakar/dipanggang dan disuwir di atas piring rujak.

13. Roti Gambang

roti gambang

Roti gambang adalah salah satu roti jadoel yang mendapat pengaruh dari kuliner khas Belanda. Sementara roti gambang dibuat dari hasil kreativitas warga betawi yang ingin membuat roti dengan bahan yang ada. Jika roti Belanda dibuat dengan bumbu spekoek, maka roti gambang dibuat dari bumbu kayu manis khas Indonesia. Ditambah lagi dengan pemanis tradisional dari gula merah karena gula pasir masih jarang tersedia dimasa lalu. Roti ini memiliki tekstur yang padat namun tetap empuk. Sehingga sangat nikmat jika dicelup didalam kopi atau teh.

14. Kue Abuk

kue abuk

Kue Abuk termasuk kue langka yang bercita rasa manis dengan sensasi gula aren di bagian tengah kue. Kue abuk juga memiliki rasa yang unik dengan campuran kelapa.

15. Alia Bagente

alia bagente

Salah satu jajanan khas Jakarta dengan pengaruh Arab adalah alia bagente. Makanan ini memang kurang begitu familiar didengar. Memang, makanan ini sering dikonsumsi warga warga keturunan Arab Betawi di era tahun 70-80an

Pada masa itu, makanan banyak dibuat dari bahan seadanya. Alia bagente misalnya, merupakan makanan yang lazim dikonsumsi dan dibuat dari kerak nasi keras di dandang.

Kerak nasi diambil, dikeringkan dan digoreng. Makanan ini memiliki tekstur keras seperti kerupuk. Cara menikmati alia bagente adalah dengan menyajikannya bersama saus kinca yang legit.

16. Kue Cucur/Kucur

kue cucur jajajanan tradisional jakarta

Kucur atau cucur beredar luas di kawasan Asia Tenggara. Agak sulit mencari tahu di mana asal muasal kue ini sebenarnya. Namun di kawasan Indonesia, kue cucur sangat terkenal di Betawi dan menjadi kue yang selalu ada di setiap acara pernikahan.

Kue cucur dibuat dari tepung beras yang dicampur dengan gula merah. Lalu digoreng hingga kue membentuk rongga-rongga unik. Rasa kue ini dominan manis. Kue. Cucur paling nikmat disajikan hangat. Karena kue ini sangat berminyak dan berubah alot jika dibiarkan dingin. 

17.Kerak Telor

kerak telor

Jajanan khas satu ini masih bisa ditemukan di berbagai tempat meski hanya tempat-tempat tertentu saja. Kerak telor merupakan kuliner khas dari Jakarta (Betawi) yang dimasak sedemikian rupa hingga menjadi penganan yang unik dan lezat.

Kerak telor dibuat dari beras ketan putih, telur ayam, ebi, bawang merah goreng, dan aneka bumbu halus untuk memperkuat rasa.

Bukan hanya jajanan ini terlihat unik bagi sebagian besar orang, namun juga makna filosofis yang terkandung dalam bahan-bahan dasar kerak telor inilah yang menjadikan makanan ini bukan makanan biasa bagi masyarakat Betawi khususnya.

Kerak telor melambangkan bagaimana pemimpin harus bersikap dan menjalankan kewajibannya mengatur dan mengayomi masyarakatnya. Bagi orang Betawi, memperhatikan aspek filosofis di balik bahan-bahan kerak telor dan proses memasaknya adalah dinamika untuk belajar bagaimana menjadi pemimpin ideal.

18. Geplak

kue geplak

Kue Geplak dari Jakarta ini memiliki tekstur lembut dan rasa manis. Kue ini banyak disajikan di acara pernikahan dan hajatan di kalangan warga Betawi. Bahkan geplak menjadi kue wajib untuk dibawa saat tradisi lamaran dan adat pernikahan.

Kue ini dibuat dari dari beras yang digiling hingga hingga halus lalu disangrai. Tepung sangrai tersebut kemudian diaduk bersama kelapa parut  sangrai lalu ditambahkan gula pasir cair. Setelah adonan kental, aduk terus-menerus dengan tangan hingga kalis.

Setelah adonan geplak yang diaduk hingga padat, segera cetak di atas wadah lalu adonan tersebut “digeplak” dengan tangan.

19.Gandasturi

gandasturi jajanan tradisional jakarta

Camilan tradisional Indonesia yang juga disebut dengan nama lain yakni kumbu. Gandasturi termasuk dalam kelompok makanan gorengan yang dijajakan di kaki lima pada zaman dahulu. Kini nama gandasturi terdengar asing bagi generasi muda.

Camilan pipih yang dibuat dari bahan kacang hijau dan gula merah ini seringnya hanya dibuat di rumah-rumah, terutama bagi yang masih melestarikannya. Jarang ada yang menjual jajanan betawi ini dipasaran.

Gandastari cukup unik karena tekstur luar dan dalamnya berbeda. Bagian luar terdiri dari baluran tepung yang digoreng hingga matang. Sementara bagian dalamnya terdapat kacang hijau lembut yang kontras. Rasanya yang manis dan renyah menyeruak saat di mulut, cocok untuk teman minum teh di sore hari.

20. Rujak Bebeg (Rujak Tumbuk)

rujak bebeg

Betawi tak kehabisan kuliner dan jajanan unik. Salah satu rujak unik dibuat dari aneka buah yang manis dilumuri bumbu pedas yang nikmat. Bukan hanya bentuk rujaknya yang hancur seperti bubur yang membuat rujak bebeg ini unik. Tapi juga cara membuatnya yang dilakukan dengan menumbuk bahan-bahan rujak dengan cepat.

Jika kamu menyempatkan melihat tukang rujak bebeg beraksi. Kamu akan terhenyak melihat tukang rujak bebeg lihai menumbuk buah-buahan di sebuah wadah khusus dan penumbuk dari kayu. Suara wadah rujak beradu dengan alat penumbuk bertalu-talu bagaikan tukang ronda di poskamling memukul kentongan. Seru sekali.

Rujak bebeg memiliki cita rasa manis pedas. Bermacam rasa buah mulai dari bengkoang, pisang batu, kedondong, pepaya, jambu, mangga, nanas, dan mentimun, dan ubi, bercampur aduk dalam piring rujak yang beralas daun pisang.

Bagaimana? Apakah kamu sudah mencoba semua jajanan Betawi ini? Di mana bisa mendapat jajanan khas ini? Tentu kamu harus sering datang ke tempat yang menjadi pusat kebudayaan Betawi. Bisa juga dengan menyempatkan hadir di acara bertema Betawi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here